Jelang Nataru Dinkes Batang Lakukan Pengawasan Keamanan Pangan

Selasa, 13 Desember 2022 Jumadi Dibaca 780 kali Kesehatan
Jelang Nataru Dinkes Batang Lakukan Pengawasan Keamanan Pangan
Batang - Dinas Kesehatan Kabupaten Batang menemukan empat makanan yang diduga mengandung zat kimia berbahaya. Temuan itu, ditemukan saat inspeksi mendadak di tujuh kecamatan di lokasi pasar tradisional dan pasar modern menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Batang - Dinas Kesehatan Kabupaten Batang menemukan empat makanan yang diduga mengandung zat kimia berbahaya. Temuan itu, ditemukan saat inspeksi mendadak di tujuh kecamatan di lokasi pasar tradisional dan pasar modern menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Dinkes Batang bersama timnya melakukan sidak di Pasar Batang, Warungasem, Subah, Limpung, Tersono, Bandar dan Bawang dengan tujuan Monitoring keamanan pangan di pasar dan minimarket di wilayah Kabupaten Batang.

“Kita melakukan sidak selama dua hari ini sudah ada temuan penggunaan pewarna tekstil rhodamin b dimakanan mie usek yang ditemukan di Pasar Subah,” kata Kasi Kefarmasian dan Alat Kesehatan Dinkes Batang Rizza Fauziah usai memantau di Pasar Batang, Kabupaten Batang, Selasa (13/12/2022).

Hari ini juga ditemukan pewarna metanil yellow dimakanan cendol di Pasar Bandar. Sedangkan di Pasar tradisional Batang ditemukan formalin di makanan agar-agar dan kerupuk yang memggunakan rhodamin b.

“Hasil temuannya sementara kami masih melakukan edukasi dulu. Dan akan kami telusuri asalnya dari mana. Jadi kami sasar produsennya bukan ditingkat distributor dan pedagang,” jelasnya.

Untuk meminimalisir peredaran makanan yang sudah kadaluarsa, Dinkes bersama tim juga melakukan sidak di sejumlah mini market.

“Temuanya masih seperti tahun lalu, banyak makanan yang rusak dan kadaluarsa. Tapi jumlahnya tidak terlalu besar paling satu mini market hanya satu makanan yang kadaluarsa karena mungkin keteledoran dari penanggung jawab tokonya,” ungkapnya.

Hasil temuan susu yang kadaluarsa. Pihaknya meminta untuk diretur atau ditukar yang menyertakan surat pernyataan diatas materai. Dan membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) pengontrolanan makanan.

Ia juga menjelaskan ciri-ciri makanan yang mengandung bahan kimia berbahaya, seperti warna tidak merata. Dan yang paling kelihatan pewarna pink dengan bintik merah dan bersinar.

“Dampak kesehatannya bagi manusia tidak langsung terlihat. Tapi ketika bertahun-tahun digunakan terus bisa mengakibatkan kanker dan ganguan pencernaan,” jelasnya.

Sementara itu, Koordinator Pasar Batang Tawang Nugroho menanggapi, sebagai pelayanan khususnya untuk pedagang, bilamana ada permasalahan seperti yang terjadi saat sidak, nanti akan kami cek ke lapangan atau pedagang secara langsung.

Jadi seandainya pedagang masih menjual makanan yang mengandung bahan berbahaya tersebut, kami akan mengambil tindakan.

Ia berharap, ke depan ketertiban pedagang dalam arti jualannya harus tertib, kebersihannya harus dijaga sesuai dengan lokasi masing-masing. Sehingga ke depan tidak ada pedagang yang menjual makanan yang mengandung bahan kimia atau berbahaya. (MC Batang, Jateng/Jumadi)

Berita Lainnya

1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya 1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
Batang - Ribuan pelajar mempersembahkan tarian khas Kabupaten Batang Tari Babalu dalam rangka memecahkan rekor 1.000 penari Babalu di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026). Tari Babalu mampu memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), dengan menghadirkan ribuan pelajar yang telah berlatih sejak lama, sekaligus bukti kecintaan terhadap budaya khas Kabupaten Batang.
10 Apr 2026 Jumadi 73
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang 8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 121
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 126
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
10 Apr 2026 Jumadi 72
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
10 Apr 2026 Jumadi 37
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.
10 Apr 2026 Jumadi 43