Hindari Penyimpangan Seksual, Sekolah Wajib Terapkan Pendidikan Kespro

Jumat, 02 Desember 2022 Jumadi Dibaca 1.403 kali Kesehatan
Hindari Penyimpangan Seksual, Sekolah Wajib Terapkan Pendidikan Kespro
Batang Menyikapi meningkatnya jumlah komunitas Lelaki Seks Lelaki (LSL) di Kabupaten Batang, Dinas Kesehatan berupaya menekan angka penyebaran dengan mengoptimalkan pendidikan kesehatan reproduksi (kespro) mulai dari jenjang SD hingga SMA.

Batang Menyikapi meningkatnya jumlah komunitas Lelaki Seks Lelaki (LSL) di Kabupaten Batang, Dinas Kesehatan berupaya menekan angka penyebaran dengan mengoptimalkan pendidikan kesehatan reproduksi (kespro) mulai dari jenjang SD hingga SMA.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Batang Muhammad Wahyudi Agustiana mengatakan, pasca menggelar diskusi bersama Penjabat (Pj) Bupati Batang Lani Dwi Rejeki, direncanakan tiap lembaga pendidikan untuk menyelenggarakan pendidikan kesehatan reproduksi, dengan menyesuaikan jenjang pendidikannya.

“Belum lama ini kami menghadap Bu Pj, didampingi KPA, LSM PEKAT dan FKPB. Intinya remaja harus mendapat pendidikan kesehatan reproduksi yang dikhawatirkan rentan berperilaku seks menyimpang karena ilmu yang belum cukup,” katanya, usai menjadi nara sumber dalam Sosialisasi Pencegahan HIV/AIDS di Balai Desa Ketanggan, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Kamis (1/12/2022).

Remaja akan mendapatkan pemahaman yang benar, apabila diedukasi langsung oleh pihak yang membidangi.

“Kalau pengetahuan itu didapat dari internet tanpa ada penyaringnya, dikhawatirkan mereka akan mencoba-coba,” terangnya.

Setelah diedukasi, nantinya anak akan memiliki rasa tanggung jawab terhadap alat reproduksinya. Terkait fenomena LSL, banyak faktor penyebabnya.

“Munculnya LSL bisa diakibatkan karena pengaruh lingkungan, korban predator berperilaku seks menyimpang,” ungkapnya.

Berdasarkan data tahun 2022 jumlah LSL yang sudah melakukan tes HIV cepat pertama sebanyak 1.949 orang, 109 di antaranya dinyatakan positif HIV/AIDS,” jelasnya.

Di sisi lain ada pula LSL yang disebabkan karena faktor genetik berorientasi seks menyimpang. Untuk penanganannya, pihak Dinas Kesehatan rutin melakukan pemeriksaan kepada penderita tiap tiga bulan sekali.

“Kami juga selalu mengedukasi agar mereka menerapkan pola hidup dan perilaku seksual yang benar serta sehat,” tegasnya.

Ia menambahkan, bagi pelaku LSL yang ingin berperilaku seks yang benar, harus memiliki motivasi kuat dari diri pribadi masing-masing.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Ketanggan, Maimun Rosyid mengakui, selama ini masih mempercayakan pendidikan kesehatan reproduksi kepada guru di tiap sekolah.

“Memang di sekolah belum ada materi khusus seputar pendidikan kesehatan reproduksi. Kami serahkan materi itu kepada guru untuk mengedukasi anak menggunakan bahasa pendidikan yang mudah dipahami,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya 1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
Batang - Ribuan pelajar mempersembahkan tarian khas Kabupaten Batang Tari Babalu dalam rangka memecahkan rekor 1.000 penari Babalu di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026). Tari Babalu mampu memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), dengan menghadirkan ribuan pelajar yang telah berlatih sejak lama, sekaligus bukti kecintaan terhadap budaya khas Kabupaten Batang.
10 Apr 2026 Jumadi 73
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang 8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 121
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 126
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
10 Apr 2026 Jumadi 72
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
10 Apr 2026 Jumadi 37
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.
10 Apr 2026 Jumadi 43