Cegah AIDS di KITB, KPA Pantau Tiga Desa

Kamis, 01 Desember 2022 Jumadi Dibaca 877 kali Kesehatan
Cegah AIDS di KITB, KPA Pantau Tiga Desa
Batang Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) saat ini terlihat begitu seksi di mata dunia. Baik dari sudut pandang ekonomi yang akan berdampak positif bagi warga setempat. Maupun sisi negatif yang rawan muncul, seperti penyalahgunaan Narkoba hingga penularan HIV/AIDS.

Batang Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) saat ini terlihat begitu seksi di mata dunia. Baik dari sudut pandang ekonomi yang akan berdampak positif bagi warga setempat. Maupun sisi negatif yang rawan muncul, seperti penyalahgunaan Narkoba hingga penularan HIV/AIDS.

Mengantisipasi kerawanan tersebut, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), bekerja sama dengan Stakeholder terkait, menggelar diskusi yang mengundang perwakilan dari tiga desa yang letaknya berdekatan dengan KITB.

Sekretaris KPA Batang Mudhofir menyampaikan, sebelum KITB beroperasi, KPA bersama pihak terkait mengedukasi warga setempat, untuk memahami informasi penularan HIV/AIDS secara benar, agar dapat mencegah penularannya di kalangan muda.

“Ada tiga desa yang jadi fokus kami, yakni Kedawung, Ketanggan dan Sawangan. Tingkat kerawanan cukup tinggi, karena nantinya setelah KITB beroperasi akan banyak pekerja asing atau luar daerah, dengan kebudayaan berbeda, akan membawa pengaruh bagi warga setempat, seperti peningkatan jumlah tempat hiburan, yang berdampak bagi kehidupan sosial,” katanya, usai menggelar Sosialisasi HIV/AIDS di Balai Desa Ketanggan, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Kamis (1/12/2022).

Untuk mencegah penularan HIV/AIDS, di tiga desa tersebut, maupun wilayah sekitar KITB, KPA akan terus bersinergi dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) pemerhati pencegahan HIV/AIDS.

“Kami bersama tim penjangkau dan kader-kader akan mengintensifkan pemeriksaan atau tes HIV/AIDS bagi warga yang terindikasi. Bagi yang positif akan dilakukan penanganan lebih lanjut dengan diberikan obat Anti-Retroviral (ARV),” jelasnya.

Ke depan dimungkinkan akan dilakukan hal serupa khusus di perusahaan-perusahaan, pasca beroperasinya KITB.

“Kami harus berkoordinasi dulu dengan stakeholelder terkait sebelum melakukan tes HIV/AIDS kepada karyawan,” tegasnya.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Batang Wawan Nurdiansyah mengatakan, Pemkab Batang terus mendukung pencegahan penularan HIV/AIDS dengan mengalokasikan anggaran untuk KPA, bersumber dari hibah.

“Besaran dana yang dialokasikan tiap tahunnya sebesar Rp100 juta. Untuk penambahan besaran anggaran di tahun 2023 masih melihat perkembangan, apabila dengan Hadirnya KITB ini jumlah penderita HIV/AIDS meningkat, bukan tidak mungkin anggaran akan ditambah dengan tetap memperhatikan  kegiatan yang dinilai tepat guna,” terangnya.

Sementara itu, Camat Gringsing Adhi Baskoro mengimbau, apabila terdapat warga yang terindikasi mengidap HIV/AIDS diberikan pendampingan hingga bersedia rutin mengonsumsi obat ARV, agar imunitas tetap baik.

“Hal itu juga sebagai wujud solidaritas antar warga yang empati terhadap mereka yang mengidap HIV/AIDS,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya 1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
Batang - Ribuan pelajar mempersembahkan tarian khas Kabupaten Batang Tari Babalu dalam rangka memecahkan rekor 1.000 penari Babalu di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026). Tari Babalu mampu memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), dengan menghadirkan ribuan pelajar yang telah berlatih sejak lama, sekaligus bukti kecintaan terhadap budaya khas Kabupaten Batang.
10 Apr 2026 Jumadi 73
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang 8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 121
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 126
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
10 Apr 2026 Jumadi 72
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
10 Apr 2026 Jumadi 37
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.
10 Apr 2026 Jumadi 43