Bupati Batang Minta Anak Terdampak Longsor Tetap Belajar Meski Sekolah Ditutup
Batang - Bupati Batang M. Faiz Kurniawan meminta kegiatan belajar mengajar bagi anak-anak terdampak bencana tanah longsor, tetap berjalan meski sekolah sementara ditutup. Hal itu disampaikan Faiz saat meninjau lokasi terdampak longsor di Dukuh Rejosari, Desa Pranten, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Rabu (28/1/2026).
Batang - Bupati Batang M. Faiz Kurniawan meminta kegiatan belajar mengajar bagi anak-anak terdampak bencana tanah longsor, tetap berjalan meski sekolah sementara ditutup. Hal itu disampaikan Faiz saat meninjau lokasi terdampak longsor di Dukuh Rejosari, Desa Pranten, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Rabu (28/1/2026).
Ia mengatakan, sejak
Jumat lalu Sekolah Dasar di wilayah tersebut diliburkan karena dampak longsor
dan faktor keselamatan. Saya titip Pak Kades, sementara jangan sampai
pelajarannya kosong. Tolong dipanggil kepala sekolahnya, kalau bisa manfaatkan
kantor desa, musala, atau masjid sebagai areal belajar mengajar sementara.
Menurut dia, langkah
darurat itu penting agar anak-anak tidak tertinggal pelajaran selama proses
pembersihan material longsor dan pemulihan akses menuju sekolah berlangsung.
“Pemerintah daerah
berharap aktivitas belajar di ruang kelas dapat kembali normal dalam waktu
dekat, seiring prakiraan cuaca yang mulai membaik. Insyaallah minggu depan,
berdasarkan BMKG, intensitas hujan sudah melandai. Harapannya nanti sudah
benar-benar cerah dan bisa kembali ke kelas,” jelasnya.
Namun, selama kondisi
belum memungkinkan, ia menegaskan agar guru tetap memantau kegiatan belajar
siswa, baik melalui pembelajaran di rumah maupun pemanfaatan fasilitas umum.
“Kalau terpaksa di rumah
tetap harus dikontrol oleh para guru. Tapi opsi terbaiknya sebenarnya
memanfaatkan kantor desa, masjid, dan musala sebagai ruang belajar mengajar.
Dulu kita juga biasa belajar di tempat-tempat ibadah,” tegasnya.
Selain soal pendidikan,
Faiz juga menyinggung upaya mitigasi bencana jangka panjang. Ia menyebut Pemkab
Batang sebenarnya sudah memiliki peta wilayah rawan longsor dengan kategori
potensi tinggi, sedang, dan rendah.
“Kita sudah punya peta areal
yang potensi longsor. Tetapi tentu yang perlu diwaspadai, masyarakat harus
selalu dalam kondisi waspada saat musim hujan seperti ini,” terangnya.
Ia menambahkan, secara
tata ruang, kawasan yang memiliki potensi longsor tinggi seharusnya tidak
diperuntukkan sebagai permukiman.
“Tata ruang seharusnya
memang tidak pernah memberikan izin kepada areal yang berpotensi longsor
sebagai areal hunian. Nanti ini akan kita cek lagi,” pungkasnya.
Pemerintah daerah
memastikan pemantauan kondisi lapangan terus dilakukan, sekaligus mendorong
percepatan pemulihan pasca-bencana agar aktivitas warga, termasuk pendidikan
anak-anak, bisa segera kembali normal. (MC Batang, Jateng/Roza/Siska)