Disperindagkop Batang Siapkan UMKM Jadi Eksportir

Rabu, 23 November 2022 Jumadi Dibaca 1.356 kali IKM UKM UMKM
Disperindagkop Batang Siapkan UMKM Jadi Eksportir
Batang Perlahan tapi pasti para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Batang mulai mengembangkan sayap, dengan meningkatkan kompetensi untuk menjadi seorang eksportir produk lokal ke mancanegara.

Batang Perlahan tapi pasti para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Batang mulai mengembangkan sayap, dengan meningkatkan kompetensi untuk menjadi seorang eksportir produk lokal ke mancanegara.

Sebagai bentuk dukungan, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Batang menggelar pelatihan bagi pelaku UMKM, dengan menghadirkan nara sumber dari Free Trade Agreement (FTA) Center Semarang.

Kepala Disperindagkop dan UKM Batang Subiyanto menyampaikan, pelatihan ini untuk mempersiapkan pelaku UMKM agar mampu mengembangkan usahanya hingga ke kancah internasional.

“Ini periode awal pelatihan, maka UMKM harus memahami dulu seluk beluk ekspor, sebelum terjun seutuhnya. Jadi walaupun produknya sudah bagus, tapi kalau pengetahuan ekspornya minim, juga tidak bisa terlaksana dengan maksimal,” katanya, usai membuka pelatihan materi ekspor bagi UMKM, di Hotel Sendang Sari, Kabupaten Batang, Rabu (23/11/2022).

Bagi calon eksportir, kemampuan yang tidak kalah pentingnya adalah memiliki jaringan yang luas.

“Contohnya Mas Ahda dengan Shuttlecock Indonesia, bisa langsung mengekspor ke konsumen mancanegara, karena jaringannya sudah internasional,” jelasnya.

Tenaga Ahli Pembiayaan dan Prosedur Ekspor FTA Center Semarang, Teguh Prihadi mengatakan, pelatihan ini diutamakan bagi mereka yang belum mengenal ekspor dan tata caranya. Demikian pula bagi mereka yang telah melangkah di bidang ekspor, akan ditingkatkan pangsa pasarnya.

“Sejak didirikan tahun 2020, sudah berhasil 520 UMKM di Jawa Tengah, 111 di antaranya berhasil jadi eksportir. Dengan materi implementasi perjanjian internasional, pembiayaan dan prosedur ekspor dan promosi,” terangnya.

Langkah awal sebelum terjun ke dunia ekspor, pelaku UMKM dibantu memperoleh sertifikasi produk. Hal itu dikarenakan di dunia internasional, sertifikasi produk sangat diperhatikan.

“Bagi mereka yang belum bisa mengekspor langsung produknya, akan dibantu untuk jadi pemasok produk ke salah satu eksportir. Seperti kopi, rumput laut dan makanan olahan yang diekspor ke Singapura, Tiongkok, India, Pakistan dan Dubai,” ungkapnya.

Ia mengimbau, baik kepada pelaku UMKM yang telah menjadi pengekspor maupun yang baru mengenal, agar selain menjaga kualitas barang, juga mengutamakan ketepatan waktu dalam pengiriman ke negara tujuan.

“Ini sangat penting karena terkadang masyarakat kita itu kalau dapat banyak dari luar negeri itu terkaget-kaget, sehingga kurang bisa menjaga kedisiplinan waktu pengiriman,” tegasnya.

Salah satu pelaku UMKM, produk shuttlecock, Ahda Al Faizu mengatakan, pelatihan ini bermanfaat bagi kami karena menambah keyakinan untuk meningkatkan kelas menjadi eksportir.

“Produk saya pembuatan shuttlecock yang produksinya sudah merambah ke 23 provinsi dan 5 negara yakni Australia, India, Singapura, Dubai dan Malaysia,” ujar dia.

Ia menerangkan, awal mula terjun ke ekspor karena sering berkomunikasi dengan kawan-kawan di mancanegara melalui media sosial.

“Pertamanya cuma coba-coba ngirim ke salah satu negara, ternyata mereka cocok dengan produk kami karena sudah sesuai dengan standar SNI, PBSI dan BWF,” imbuhnya.

Standar yang ditentukan dunia untuk kecepatan 78, berat antara 50-52 gram. Sedangkan standar nasional kecepatan 78 dengan berat 49 gram.

“Tapi tetap saja kami terkendala bahan baku, karena harus impor bulu angsa dari Tiongkok dan Taiwan, yang stoknya terbatas,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya 1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
Batang - Ribuan pelajar mempersembahkan tarian khas Kabupaten Batang Tari Babalu dalam rangka memecahkan rekor 1.000 penari Babalu di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026). Tari Babalu mampu memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), dengan menghadirkan ribuan pelajar yang telah berlatih sejak lama, sekaligus bukti kecintaan terhadap budaya khas Kabupaten Batang.
10 Apr 2026 Jumadi 16
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang 8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 91
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 97
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
10 Apr 2026 Jumadi 50
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
10 Apr 2026 Jumadi 14
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.
10 Apr 2026 Jumadi 16