Dewan Siap Jembatani INASBA Masuk PPPK

Minggu, 20 November 2022 Jumadi Dibaca 734 kali Sosial
Dewan Siap Jembatani INASBA Masuk PPPK
Batang Komisi A DPRD Jawa Tengah membuka kesempatan audiensi sejumlah perwakilan Ikatan Non ASN Kabupaten Batang (INASBA), agar ada kejelasan kesejahteraan dengan menjadi bagian dari Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Batang Komisi A DPRD Jawa Tengah membuka kesempatan audiensi sejumlah perwakilan Ikatan Non ASN Kabupaten Batang (INASBA), agar ada kejelasan kesejahteraan dengan menjadi bagian dari Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Audiensi bersama Ketua Komisi A DPRD Jawa Tengah Mohammad Saleh, diikuti 75 perwakilan tenaga non ASN Kabupaten Batang, baik dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga kelurahan atau desa.

Mohammad Saleh menyampaikan, kebutuhan PPPK tidak hanya dari unsur pendidikan dan kesehatan saja, namun juga dari lingkup instansi pemerintah daerah.

“PPPK ini tidak hanya diisi para tenaga pendidik dan kesehatan, tetapi para tenaga teknis. Nyatanya banyak teman-teman non ASN yang mengabdikan dirinya sebagai tenaga teknologi informasi di seluruh OPD,” katanya, usai menjadi narasumber utama, dalam audiensi bersama perwakilan INASBA, di kafe Pura-Pura Ngopi, Rowobelang, Kabupaten Batang, Sabtu (19/11/2022) malam.

Ia menegaskan, teknologi informasi merupakan sektor potensial, maka kejelasan nasib dan kesejahteraan dengan diangkat sebagai PPPK patut diutamakan. Dari hasil diskusi, ternyata banyak ditemukan kendala teknis. Salah satunya proses pendataan tenaga non ASN, yang masih menyisakan masalah.

“Ada yang datanya hilang karena sistem, ada juga mereka yang tidak terdata karena Surat Keputusan (SK) tidak masuk sebagai tenaga kontrak dan lainnya,” jelasnya.

Ia memastikan, sebagai langkah nyata, akan berkoordinasi dengan rekan-rekan anggota Komisi II DPR RI.

“Kami upayakan agar INASBA ini bisa menyampaikan aspirasinya langsung atau diberi akses berdialog saat teman-teman DPR RI melaksanakan kunjungan kerja ke daerah,” ungkapnya.

Di sisi lain, kesejahteraan para tenaga non ASN juga masih menjadi permasalahan utama.

“Untuk menyikapi penyetaraan gaji, kami akan mengirim surat. Bisa berbentuk surat dari gubernur kepada bupati/walikota untuk membuat kebijakan agar ada penyetaraan gaji dengan standar minimum yang mendekati Upah Minimum Kabupaten (UMK),” tegasnya.

Ketua INASBA Sukoningsih mengatakan, para tenaga non ASN tetap mengharapkan agar dapat dimasukkan sebagai PPPK.

“Rata-rata sudah mengabdi belasan tahun, yakni 17 tahun bahkan lebih dan yang termuda dua tahun,” terangnya.

Ia mengharapkan, PPPK diutamakan bagi tenaga non ASN yang telah lama mengabdi, bukan kepada mereka yang belum pernah mengabdi atau pelamar baru.

Dalam sistem penggajian pun, para tenaga non ASN, diharapkan dapat disamakan dengan Upah Minimum Provinsi (UMP).

“Jumlah kami ada 5 ribu orang dan tersebar di seluruh OPD bahkan kelurahan,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya 1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
Batang - Ribuan pelajar mempersembahkan tarian khas Kabupaten Batang Tari Babalu dalam rangka memecahkan rekor 1.000 penari Babalu di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026). Tari Babalu mampu memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), dengan menghadirkan ribuan pelajar yang telah berlatih sejak lama, sekaligus bukti kecintaan terhadap budaya khas Kabupaten Batang.
10 Apr 2026 Jumadi 73
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang 8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 121
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 126
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
10 Apr 2026 Jumadi 72
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
10 Apr 2026 Jumadi 37
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.
10 Apr 2026 Jumadi 43