DHC BPK 45 Ajak Milenial Manfaatkan Teknologi untuk Kejuangan

Senin, 07 November 2022 Jumadi Dibaca 1.806 kali Sosial
DHC BPK 45 Ajak Milenial Manfaatkan Teknologi untuk Kejuangan
Batang Generasi milenial yang hidup di era kemudahan teknologi informasi, menjadi perhatian Dewan Harian Cabang Badan Pembudayaan Kejuangan (DHC BPK) 45, agar pemuda mengingat dan memiliki semangat kejuangan yang telah digelorakan para pendiri bangsa ketika mempertahankan kemerdekaan.

Batang Generasi milenial yang hidup di era kemudahan teknologi informasi, menjadi perhatian Dewan Harian Cabang Badan Pembudayaan Kejuangan (DHC BPK) 45, agar pemuda mengingat dan memiliki semangat kejuangan yang telah digelorakan para pendiri bangsa ketika mempertahankan kemerdekaan.

Ketua DHC BPK 45 Batang Sutadi menyampaikan, kemajuan teknologi informasi yang makin pesat terkadang membuat sebagian kalangan lupa akan nilai-nilai kejuangan. Maka hal ini menjadi tugas dari DHC BPK 45 untuk terus mengingatkan nilai kejuangan tersebut yang dilandasi oleh Pancasila, UUD 1945, kebhinnekaan di dalam wadah NKRI.

“Seluruh komponen bangsa harus bersinergi untuk terus menggelorakan semangat kejuangan yang telah diwariskan oleh para pejuang dan pendiri bangsa,” katanya, saat membuka kegiatan Sosialisasi Jiwa Semangat Nilai Kejuangan 45, di aula SMKN 1 Kandeman, Kabupaten Batang, Senin (7/11/2022).

 Ia mengharapkan, melalui sosialisasi ini menghindari padamnya semangat kejuangan dari generasi milenial untuk mempertahankan jati diri bangsa Indonesia yang telah ada sejak sebelum kemerdekaan dikumandangkan.

Badan Pembudayaan Kejuangan 45 merupakan mitra pemerintah dalam mengawal pembangunan nasional.

“Fokus kami untuk membangun karakter bangsa. Sasarannya seluruh komponen bangsa, tapi khusus hari ini kami berfokus pada anak didik di jenjang SMA/SMK Negeri se-Kabupaten Batang dan ke depan juga akan merambah ke institusi pendidikan swasta,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Batang, Agung Wisnu Barata menerangkan, DHC BPK 45 sangat erat kaitannya sejarah perjuangan bangsa.

“Jadi yang diharapkan nilai-nilai kejuangan yang pernah diamalkan oleh para pendahulu bangsa, diketahui generasi milenial lalu diimplementasikan dalam kehidupan secara kekinian,” jelasnya.

Kepala SMKN 1 Kandeman Agus Surono menambahkan, generasi milenial harus menjadi pionir di lingkungan pendidikan dan masyarakat karena di masa depan akan menjadi penerus bangsa yang harus hadir untuk bangsanya.

“Milenial harus mencintai bangsa dulu sebelum menyukai budaya asing. Harus disaring dulu, mana saja yang sesuai dengan nilai karakter bangsa,” tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Salah satu peserta didik dari SMAN 1 Wonotunggal, Raditya Putra Nugraha menyampaikan, kemajuan teknologi sekarang makin memudahkan masuknya budaya asing ke Tanah air.

“Kita harus bisa memilah-milah budaya yang masuk. Jangan langsung terima saja, pilih yang masih sesuai kearifan lokal,” ujar dia.

Ia mendukung digelarnya acara ini karena bisa memunculkan semangat nasionalisme dan patriotisme kembali bagi generasi milenial. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya 1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
1.000 Penari Babalu Pecahkan Rekor MURI, Bukti Gen Z Cinta Budaya
Batang - Ribuan pelajar mempersembahkan tarian khas Kabupaten Batang Tari Babalu dalam rangka memecahkan rekor 1.000 penari Babalu di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026). Tari Babalu mampu memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), dengan menghadirkan ribuan pelajar yang telah berlatih sejak lama, sekaligus bukti kecintaan terhadap budaya khas Kabupaten Batang.
10 Apr 2026 Jumadi 74
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang 8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 122
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 127
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
10 Apr 2026 Jumadi 76
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
10 Apr 2026 Jumadi 37
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.
10 Apr 2026 Jumadi 44