Batang Para santri yatim menjadi prioritas Badan Amil dan Zakat Nasional (Baznas) untuk mendapat perhatian, baik pendidikan maupun sarana penunjang lainnya. Para santri yatim dari 15 kecamatan mendapat bantuan pendidikan.
Batang Para santri
yatim menjadi prioritas Badan Amil dan Zakat Nasional (Baznas) untuk mendapat
perhatian, baik pendidikan maupun sarana penunjang lainnya. Para santri yatim
dari 15 kecamatan mendapat bantuan pendidikan.
Beberapa bantuan yang
diberikan Baznas yakni 16 paket Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Rp320 juta, 235
paket mustahik bantuan pendidikan santri Rp112.500.000 dan 11 paket alat bantu
disabilitas Rp14 juta.
Wakil Pimpinan III,
Bidang Keuangan dan Pelaporan Baznas Batang, Slamet Siswadi menyampaikan, tahun
2022 Baznas berhasil mengumpulkan dana hingga lebih dari Rp2 miliar. 70 persen
di antaranya pentasyarufan dilakukan oleh Kemang dan Pemkab Batang dan 30 persen
lainnya langsung oleh Baznas.
“Pentasyarufan oleh
Baznas bertujuan untuk pengentasan kemiskinan, untuk mendukung program
pemerintah. Bantuan diberikan kepada fakir miskin dan sabilillah,†jelasnya usai
Upacara Hari Santri Nasional, di halaman Pendopo, Kabupaten Batang, Sabtu
(22/10/2022)..
Bantuan lainnya berupa
BPJS Ketenagakerjaan yang diberikan kepada guru RA, MI, MTs dan MA serta ponpes
dan madrasah diniyah.
“Jumlah yang menerima
592 guru dengan besaran Rp100 juta,†ungkapnya.
Sebagai bentuk
pemberdayaan bagi umat yakni pemberian bantuan pelatihan budidaya jamur untuk
zakat produktif.
“Sasarannya 20 petani
fakir miskin yang tersebar di Kecamatan Bawang, Bandar dan Limpung dengan
besaran anggaran Rp90 juta. Tiap petani diberi bantuan modal Rp4 jutaâ€
terangnya.
Ia menambahkan, dalam
waktu dekat Baznas juga akan memberikan bantuan pelatihan tata boga di
Kecamatan Blado, Pecalungan, Bandar dan Reban.
“Sasarannya 40 pelaku
UMKM sebesar Rp110 juta berbentuk pelatihan dan bantuan modal,†ujar dia. (MC
Batang, Jateng/Heri/Jumadi)