Batang Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati tiap tahunnya, tak lepas dari sejarah kelam Pemberontakan Gerakan 30 September 1965.
Batang Peringatan
Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati tiap tahunnya, tak lepas dari sejarah
kelam Pemberontakan Gerakan 30 September 1965.
Penjabat (Pj) Bupati
Batang Lani Dwi Rejeki mengimbau agar generasi muda tidak melupakan Hari
Kesaktian Pancasila yang diawali peristiwa Pemberontakan Gerakan 30 September
1965.
Generasi muda harus
mengingat bahwa seluruh bangsa Indonesia selalu waspada akan bahaya PKI.
Menyikapi wacana
pembuatan versi baru film G30S/PKI, Pj Bupati mengharapkan apabila film
tersebut jadi dibuat ulang, agar tidak menghilangkan sejarah asli G30S/PKI.
“Tidak diubah atau
dimodifikasi kalau pun mau dibuat versi yang baru,†tegasnya, saat ditemui,
usai mengikuti Upacara Hari Kesaktian Pancasila, di Comand Center, Kabupaten
Batang, Sabtu (1/10/2022).
Ia mengharapkan kalau
pun akan dibuat versi terbaru, namun untuk sejarah tetap tidak bisa diubah.
“Peristiwanya tidak
diubah, tetap seperti situasi nyatanya saat terjadi,†ungkapnya.
Ia menambahkan, seluruh
generasi muda dapat menjaga keutuhan NKRI dan tetap waspada terhadap bahaya
PKI.
Sementara itu, Dandim
0736/Batang Letkol Inf Ahmad Alam Budiman menyampaikan, bahwa PKI memang pernah
ada.
“PKI itu bukan berita
bohong, sejarah sudah membuktikan dengan gugurnya Tujuh Pahlawan Revolusi. Maka
sebagai generasi muda wajib mengetahui sejarah,†tegasnya.
Dandim menanggapi
apabila akan dibuat film G30S/PKI, namun tetap berpedoman pada sejarah
sebenarnya.
“Semua sejarah yang ada
harus disampaikan kepada generasi muda,†tandasnya.
Ia menambahkan,
Pancasila merupakan dasar negara dan ideologi bangsa.
“Jadi ideologi
Pancasila tidak boleh diubah,†ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)