Batang - Rindra dan Ringga dua orang petugas Lapas Batang yang mempunyai hobi memasak, hingga menghasilkan menu-menu sehat yang ke depan bisa bernilai ekonomis.
Batang - Rindra dan
Ringga dua orang petugas Lapas Batang yang mempunyai hobi memasak, hingga
menghasilkan menu-menu sehat yang ke depan bisa bernilai ekonomis.
Bagi keduanya memasak
merupakan tantangan tersendiri yang bisa sejenak melepaskan kepenatan mereka
dalam kegiatan sehari-hari.
Kepala Lapas Batang
Rindra Wardhana menyampaikan, gagasan awalnya dari melihat kondisi kegiatan
pembinaan yang monoton, maka Ringga meminta izin untuk sedikit merombak ruang
kegiatan kerja menjadi ruang produksi kuliner.
“Gayung bersambut dan
akhirnya menjadi seperti saat ini, berbagai menu telah dihasilkan. Keragaman
menu kami hasilkan dengan mengikuti pelatihan-pelatihan yang digelar oleh pakar
kuliner berkompeten, dengan mengikutsertakan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP)
yang berbakat di bidang kuliner,†katanya, saat ditemui, di ruang dapur Lapas Batang,
Kabupaten Batang, Jumat (9/9/2022).
Meski dengan peralatan
yang sederhana sudah menghasilkan beberapa menu dan kue.
“Antara lain kue prol
tape, makaroni skutel, bolu manis, sambal bajak, sayur asem, kering tempe,
tahu-tempe bacem,†jelasnya.
Ia memastikan, ke depan
ada rencana untuk menjual ke konsumen hasil karya WBP.
“Menu-menunya
diutamakan bagi konsumen yang sedang menjalani program diet. Contohnya menu
makaroni skutel dan prol tape dengan tambahan oatmeal,†terangnya.
Kasubsi Kegiatan Kerja,
Ringga menerangkan, berupaya mengembangkan potensi yang dimiliki Lapas Batang
di bidang kuliner.
“Saya berinisiatif
untuk membuat kegiatan kuliner, karena memang hobi saya memasak,†ungkapnya.
Kebetulan di ruang pembinaan kerja ada sedikit
ruang kosong yang bisa dimanfaatkan dengan diubah menjadi dapur mini.
Ia menambahkan, untuk
sementara hasil produksi masih dinikmati internal sambil mencari pangsa pasar
dan komposisi yang tepat untuk semua masakan. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)