Batang - Pasca penyesuaian Harga Bahan Bakar Minyak (BBM), Penjabat (Pj) Bupati Batang Lani Dwi Rejeki meninjau beberapa komoditas bahan pokok yang mulai merangkak naik dari 1 persen hingga 10 persen per komoditas.
Batang - Pasca
penyesuaian Harga Bahan Bakar Minyak (BBM), Penjabat (Pj) Bupati Batang Lani
Dwi Rejeki meninjau beberapa komoditas bahan pokok yang mulai merangkak naik
dari 1 persen hingga 10 persen per komoditas.
Seperti Beras Sebelum
BBM naik, harganya Rp9.500 per kg, sekarang menjadi Rp11 ribu per kg,†kata
Salah Satu Pedagang, Sri Budi Astuti saat ditemui di Pasar Batang, Kabupaten
Batang, Selasa (6/9/2022).
Selain beras, tepung
terigu juga selalu mengalami kenaikan. Sebelum BBM naik tepung sudah naik,
apalagi ditambah BBM naik.
Pedagang lainnya,
Solihatun menyebut harga cabai juga naik. Contohnya cabai merah keriting dari
Rp55 ribu per kg menjadi Rp60 ribu per kg. Lalu, cabai setan dari Rp45 ribu
menjadi Rp50 ribu per kg.
“Bawang merah juga naik
dari Rp30 ribu per kg menjadi Rp35 ribu per kg. Alasan yang kirim karena BBM
naik,†ungkapnya.
Sementara itu, Pj
Bupati Batang Lani Dwi Rejeki mengakui, ada kenaikan sejumlah komoditas pasca
penyesuaian harga BBM. Ia menyebut, rata-rata kenaikan di kisaran 2 persen.
“Alhamdulillah
hitungannya di Pasar Batang masih stabil. Daya beli masyarakat juga masih
tinggi,†katanya.
Dari data dari
Disperindagkop Batang memang sejumlah komoditas mengalami kenaikan dengan
prosentase berbeda. Untuk kenaikan harga 1 persen dialami gula pasir, minyak
goreng hingga kacang hijau.
“Lalu komoditas lain
yaitu daging mengalami kenaikan 2 persen, telur ayam kampung 3 persen, garam
naik 5 persen, Kedelai impor naik 5 persen hingga tepung terigu naik 10
persen,†jelasnya.
Tetapi, lanjut dia, ada
juga yang mengalami penurunan seperti daging ayam kampung turun 10 persen,
daging ayam ras turun 7 persen, bawang putih turun 6 persen, dan telur ayam ras
turun 2 persen.
Ia mengatakan akan
terus memantau dampak kenaikan BBM bersama Forkompinda. (MC Batang,
Jateng/Roza/Jumadi)