Batang - Sejumlah pelajar dari SMAN 1 Wonotunggal menjadi sasaran Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Batang untuk di edukasi tentang perpajakan.
Batang - Sejumlah
pelajar dari SMAN 1 Wonotunggal menjadi sasaran Kantor Pelayanan Pajak (KPP)
Pratama Batang untuk di edukasi tentang perpajakan.
Program kegiatan Pajak
Bertutur itu dilaksnakan serentak secara nasional di seluruh unit kerja
Direktorat Jendarl Pajak (DPJ) dengan tema “Generasi Muda Sadar Pajak,
Berkreasi Membangun Negeriâ€.
Pajak Berturur sebagai
upaya menanamkan nilai‑nilai
kesadaran pajak yang dilakukan oleh pegawai DJP kepada peserta didik (sekolah
tingkat dasar, menengah dan perguruan tinggi).
Kegiatan ini dihadiri
oleh 40 perwakilan Siswa - Siswi dan beberapa guru pendamping di
lingkungan SM N 1 Wonotunggal.
Pajak Bertutur 2022,
tidak hanya tentang kesadaran pajak dan peran pajak untuk pembangunan.
Sebelumnya diisi dengan games interaktif, quiz, dan permainan menarik lainnya
untuk menambah semarak kegiatan yang diikuti oleh siswa-siswi tingkat SMA
tersebut.
“Kegiatan Pajak
Bertutur ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran pajak, manfaat pajak, dan
peran pajak bagi pembangunan bangsa,†kata Kepala KPP Pratama Batang Artiek
Purnawestri saat ditemui usai menjadi Narasumber di SMAN 1 Wonotunggal, Kecamatan
Wonotunggal, Kabupaten Batang, Kamis (18/8/2022).
Kalau sejak awal, ada
pemahaman tentang pentingnya pajak. Materi tentang pajak umum dan paling utama
mengenai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), karena pajak bagian
dari APBN. Sehingga ketika sudah menjadi wajib pajak akan patuh dan sadar
kewajibannya.
“Jadi akan terbangun
sukarela melakukan pembayaran pajak. Ini semacam pendidikan dini,†tegasnya.
Ia pun menyebutkan
kepatuhan wajib pajak di Kabupaten Batang sudah mencapai 95,6 persen. Jadi
masih ada sekitar empat persen yang belum patuh.
“Secara aturan memang
Maret 2022 kemarin seharusnya sudah 100 persen. Tapi masih ada yang ketinggalan.
Ini masih ada waktu bagi wajib pajak untuk segera malaporkan,†jelasnya.
Program inklusi
kesadaran pajak bagi generasi muda ini diharapkan menjadi penggerak bagi
masyarakat sekitar akan pentingnya pajak untuk pembangunan bangsa.
“Kegiatan ini kita
harapkan ada peningkatkan partisipasi masyarakat dan pemangku kepentingan dalam
pembelajaran kesadaran pajak pada dunia pendidikan,†tandasnya
Sementara itu, Kepala
Sekolah SMAN 1 Wonotunggal Marcha Solicha, menyambut baik dan merasa beruntung
dengan menjalin mitra pihak pajak, karena edukasi bagi para pelajar untuk sadar
dan patuh pajak.
“Yang kita harapkan
edukasi ini dari sumbernya langsung. Jadi pihak guru ingin memberikan edukasi
tapi ini langsung dari ekpertnya, jadi lebih mengena,†ungkapnya.
Apalagi pengajarnya
usianya tidak terpaut jauh dengan para siswa dan sisiwi. Sehingga lebih mengena
dan menarik dengan metode kekinina anak zaman sekarang.
“Ini juga menjadi
motivasi para pelajar agar punya keinginan seperti mereka dan bagaimana nanti
kami menerapkan ilmu yang disampaikan oleh pihak pajak. Sehingga bisa membangun
negeri dengan sadar dan patuh pajak,†terangnya.
Ia juga berharap,
kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda tahunan di SMAN 1 Wonotunggal.
“Bila perlu tiap tahun
ada edukasi dan sosialisasi tentang pajak. Sehingga dari generasi ke generasi
terjalin terus,†pungkasnya.
Dalam kesempatan yang
sama, Bintan pelajar SMAN Wonotunggal merasa senang mengikuti kegiatan Pajak
Berturur.
“Saya senang ikut
kegiatan ini. Jadi kita paham tentang pajak. Karena pajak adalah kontribusi
wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan usaha
dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran
rakyat,†ujar dia. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)