Batang Hari Pramuka Ke-61 menjadi peringatan paling istimewa bagi ketiga Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIB Batang. Pasalnya, sebagai wujud kepedulian terhadap kegiatan kepramukaan, mereka menunjukkan partisipasinya sebagai pengibar bendera di hadapan 700 peserta upacara.
Batang Hari Pramuka Ke-61
menjadi peringatan paling istimewa bagi ketiga Warga Binaan Pemasyarakatan
(WBP) Lapas Kelas IIB Batang. Pasalnya, sebagai wujud kepedulian terhadap
kegiatan kepramukaan, mereka menunjukkan partisipasinya sebagai pengibar
bendera di hadapan 700 peserta upacara.
Para WBP tersebut yakni
Nur Indiyas, Dwi Nurudin dan Andi Nur Hidayat.
Salah satu WBP, Andi
Nur Hidayat 26 tahun mengatakan, persiapan yang dilakukan cukup singkat yakni
dalam sehari hingga hari H pengibaran bendera.
“Sabtu kami baru
dikasih tahu, Minggu latihan dan hari ini langsung tampil. Latihan kami
maksimalkan karena sebelumnya sudah punya kompetensi dasar sebagai Tim Pengibar
Bendera saat di sekolah dulu, apalagi tiap upacara Senin pagi di Lapas selalu
jadi pengibar bendera,†katanya, usai mengibarkan bendera, Peringatan Hari
Pramuka Ke-61, di Lapangan Dracik Kampus, Proyonanggan, Kabupaten Batang, Senin
(15/8/2022).
Bagi ketiga WBP
tersebut, merupakan kesempatan yang sangat langka dapat berpartisipasi dalam
pengibaran bendera di hadapan banyak orang.
“Sempat merasa sedikit
tegang karena dilihat banyak peserta upacara. Tapi perasaan itu bisa
dikendalikan karena tiap selama di Lapas sudah terlatih,†ungkapnya.
Ia pun mengucapkan
syukur karena meskipun narapidana, namun keberadaan dan kiprahnya masih
diterima masyarakat.
“Saya sudah 1 tahun
berada di dalam Lapas dan menurut aturan akan bebas akhir Desember 2022,†tuturnya.
Kepala Lapas Kelas IIB
Batang, Rindra Wardhana mengatakan, pembinaan selalu diberikan kepada WBP,
salah satunya melalui kegiatan kepramukaan untuk membentuk karakter kepribadian
yang lebih kuat. Apalagi saat masa peralihan dari pandemi ke endemi.
“Mental mereka, kami
siapkan agar mampu beradaptasi ketika tiba waktunya kembali ke tengah
masyarakat,†harapnya.
Momentum ini sangat
tepat, jika mereka menjadi bagian dari kegiatan tersebut.
“Tiap Senin mereka
sudah biasa melaksanakan pengibaran bendera. Jadi gayung bersambut dengan
program Kwartir Ranting Batang yang menggelar peringatan Hari Pramuka,†jelasnya.
Sementara itu, Camat
Batang Luksono Pramudito mengapresiasi keikutsertaan WBP dalam pengibaran
bendera Hari Pramuka.
“Inilah dinamika
kehidupan, tidak berarti WBP itu selalu identik dengan hal negatif. Tapi
nyatanya ketiga WBP itu termasuk yang berkarakter karena dipupuk sejak dalam
Lapas, sehingga bisa menunjukkan kiprahnya dalam memperingati Hari Pramuka
dengan bertindak sebagai pengibar bendera,†ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)