Batang Lapas Kelas IIB Batang menyulap bekas Tempat Pembuangan Sampah (TPS) menjadi sarana berolahraga bernama Taman Berakhlak. Hal itu dikarenakan, banyaknya oknum tidak bertanggung jawab yang membuang sampah, di area yang berdekatan dengan rumah dinas petugas Lapas, sehingga menimbulkan aroma menyengat.
Batang Lapas Kelas
IIB Batang menyulap bekas Tempat Pembuangan Sampah (TPS) menjadi sarana
berolahraga bernama Taman Berakhlak. Hal itu dikarenakan, banyaknya oknum tidak
bertanggung jawab yang membuang sampah, di area yang berdekatan dengan rumah
dinas petugas Lapas, sehingga menimbulkan aroma menyengat.
Kepala Lapas Kelas IIB
Batang Rindra Wardhana mengatakan, pembuatan taman tersebut sengaja dipercepat
karena para petugas sudah sangat terganggu dengan aroma busuk yang disebabkan
tumpukan sampah.
“Jujur saja saya juga
kasihan sama teman-teman pegawai, di situ ada rumah dinas, dekatnya ada sampah.
Tentunya di waktu-waktu tertentu aroma busuk itu terbawa angin,†katanya, usai
mendampingi Kakanwil Kemenkumham Jateng, meresmikan Taman Berakhlak di
lingkungan Lapas Kelas IIB Kabupaten Batang, Sabtu (6/8/2022).
Sebelumnya, pihak Lapas
telah bersepakat bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan aparat desa setempat,
untuk menutup TPS tersebut dan mengubahnya menjadi sarana olahraga.
“Di sini kami lengkapi
dengan fasilitas olahraga mini. Semua warga bisa memanfaatkannya untuk push up,
sit up dan lainnya, agar badan lebih bugar serta menghilangkan stres,â€
tegasnya.
Kakanwil Kemenkumham
Jateng, A. Yuspahruddin mengapresiasi, langkah tersebut karena bagian dari
kreasi Kalapas bersama pegawainya, agar lingkungan lebih asri.
“Dulu tempat buang
sampah dari oknum yang tidak bertanggung jawab. Oleh Kalapas dijadikan taman,
diberi nama Taman Berakhlak,†terangnya.
Berakhlak di sini bisa
mengandung berbagai makna.
“Akronimnya bisa karena
berakhlaknya. Jadi orang harus berakhlak, jangan buang sampah sembarangan,
sehingga tempat itu kan jadi bersih,†ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)