Batang - Kondisi geografis wilayah pantai, daratan dan pegunungan di Kabupaten Batang berpotensi sekaligus rawan bencana seperti letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami, banjir dan tanah longsor.
Batang - Kondisi
geografis wilayah pantai, daratan dan pegunungan di Kabupaten Batang berpotensi
sekaligus rawan bencana seperti letusan gunung berapi, gempa bumi,
tsunami, banjir dan tanah longsor.
Beberapa minggu lalu
pun masyarakat pesisir pantai dihadapi dengan bencana air rob yang masuk
kepemukiman dan sawah pertanian warga.
Hal itu disampaikan
Penjabat (Pj) Sekda Batang Ari Yudianto saat menerima kunjungan anggota Komisi
E DPRD Jawa Tengah di Aula Bupati, Kabupaten Batang, Jumat (5/8/2022).
Dengan kondisi Batang
yang berpotensi sekaligus rawan bencana, Pj Sekda Batang pun berharap adanya
dukungan budgeting dari anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah.
“Kita harap dukungan
DPRD Jateng untuk meminimalkan bencana rob yang kini terus meluas di kecamatan
kota Batang. Hal itu akibat dampak pembangunan tanggul laut Pekalongan,†jelasnya.
Dijelaskannya, wilayah
Kecamatan Batang dilalui beberapa sungai yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi
Jateng seperti Sungai Sambong, Gabus dan saluran irigasi yang jarang sekali
tersentuh perbaikan.
“Sungai itu jarang
sekali tersentuh, kami mau masuk takut ada temuan. Kami juga sering usulkan di
Musrenbang. Kondisi sungai sudah sedimentasi dan penyempitan yang berpotensi
bencana banjir dan rob tiap tahunnya,†ungkapnya.
Tidak hanya itu, garis
pantai di Batang sudah mundur 200 meter. Dulu pantai ada 200 meter sekarang
sudah berbatasan dengan air laut.
Sekretaris Komisi E
DPRD Jawa Tengah Sri Ruwiyati mengatakan, kebencanaan menjadi pokok
permasalahan di Jawa Tengah seperti bencana rob, dan bencana exstrim lain
karena cuaca tidak menentu.
“Kita hadir di Batang
ingin mengetahui upaya mitigasi bencana. Kita juga menginginkan data dan
masukan tentang penanganan kebencanaan,†terangnya.
Dengan mengetahui data
kebencanaan, para anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah bisa menggelontorkan
anggaran aspirasinya untuk mengatasi persolaan kebencanaan.
“Hampir semua anggota
komisi E dapil dari Batang, jadi peluangnya anggaran aspirasinya cukup besar digelontorkan
di Batang. Sehingga permasalahan kebencanaan pelan - pelan dapat terurai,†tegasnya.
Sementara itu, anggota
Komisi E DPRD Jawa Tengah, M Ridwan mengatakan, permasalahan rob tidak
bisa diatasi oleh Pemkab Batang dan Provinsi Jateng saja.
“Permasalahan bencana
di Batang harus kita kroyok. Tidak bisa dari satu sisi saja dari Pemkab saja,
karena anggaran terbatas. Pemerintah provinsi saja tidak bisa,†ujar dia.
Terkait upaya mitigasi
banjir rob yang melanda di Batang akan ada pembangunan sabuk pantai.
“Dana itu memang sangat
besar, dan yang punya dana itu pemerintah pusat dan saat ini sudah mulai
pembangunan di Pekalongan dan Batang, tapi di Batang baru beberapa kilometer
saja,†pungkasnya.
Oleh karena itu, kita
akan dorong pemerintah pusat agar sabuk pantai bisa sampai ke wilayah timur. Kalau
tidak, air akan mencari tempat yang rendah. Nanti pantai Sigandu bisa hilang.
(MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)