Komisi E DPRD Provinsi Jateng Siap Gelontorkan Dana Bencana Rob di Batang

Jumat, 05 Agustus 2022 Jumadi Dibaca 944 kali Pemerintahan
Komisi E DPRD Provinsi Jateng Siap Gelontorkan Dana Bencana Rob di Batang
Batang - Kondisi geografis wilayah pantai, daratan dan pegunungan di Kabupaten Batang berpotensi sekaligus rawan bencana seperti letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami, banjir dan tanah longsor.

Batang - Kondisi geografis wilayah pantai, daratan dan pegunungan di Kabupaten Batang berpotensi sekaligus rawan bencana seperti letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami, banjir dan tanah longsor.

Beberapa minggu lalu pun masyarakat pesisir pantai dihadapi dengan bencana air rob yang masuk kepemukiman dan sawah pertanian warga. 

Hal itu disampaikan Penjabat (Pj) Sekda Batang Ari Yudianto saat menerima kunjungan anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah di Aula Bupati, Kabupaten Batang, Jumat (5/8/2022). 

Dengan kondisi Batang yang berpotensi sekaligus rawan bencana, Pj Sekda Batang pun berharap adanya dukungan budgeting dari anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah. 

“Kita harap dukungan DPRD Jateng untuk meminimalkan bencana rob yang kini terus meluas di kecamatan kota Batang. Hal itu akibat dampak pembangunan tanggul laut Pekalongan,” jelasnya. 

Dijelaskannya, wilayah Kecamatan Batang dilalui beberapa sungai yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jateng seperti Sungai Sambong, Gabus dan saluran irigasi yang jarang sekali tersentuh perbaikan. 

“Sungai itu jarang sekali tersentuh, kami mau masuk takut ada temuan. Kami juga sering usulkan di Musrenbang. Kondisi sungai sudah sedimentasi dan penyempitan yang berpotensi bencana banjir dan rob tiap tahunnya,” ungkapnya. 

Tidak hanya itu, garis pantai di Batang sudah mundur 200 meter. Dulu pantai ada 200 meter sekarang sudah berbatasan dengan air laut. 

Sekretaris Komisi E DPRD Jawa Tengah Sri Ruwiyati mengatakan, kebencanaan menjadi pokok permasalahan di Jawa Tengah seperti bencana rob, dan bencana exstrim lain karena cuaca tidak menentu. 

“Kita hadir di Batang ingin mengetahui upaya mitigasi bencana. Kita juga menginginkan data dan masukan tentang penanganan kebencanaan,” terangnya. 

Dengan mengetahui data kebencanaan, para anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah bisa menggelontorkan anggaran aspirasinya untuk mengatasi persolaan kebencanaan. 

“Hampir semua anggota komisi E dapil dari Batang, jadi peluangnya anggaran aspirasinya cukup besar digelontorkan di Batang. Sehingga permasalahan kebencanaan pelan - pelan dapat terurai,” tegasnya.

Sementara itu, anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah, M Ridwan mengatakan, permasalahan rob tidak bisa diatasi oleh Pemkab Batang dan Provinsi Jateng saja. 

“Permasalahan bencana di Batang harus kita kroyok. Tidak bisa dari satu sisi saja dari Pemkab saja, karena anggaran terbatas. Pemerintah provinsi saja tidak bisa,” ujar dia. 

Terkait upaya mitigasi banjir rob yang melanda di Batang akan ada pembangunan sabuk pantai. 

“Dana itu memang sangat besar, dan yang punya dana itu pemerintah pusat dan saat ini sudah mulai pembangunan di Pekalongan dan Batang, tapi di Batang baru beberapa kilometer saja,” pungkasnya.

Oleh karena itu, kita akan dorong pemerintah pusat agar sabuk pantai bisa sampai ke wilayah timur. Kalau tidak, air akan mencari tempat yang rendah. Nanti pantai Sigandu bisa hilang. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)

Berita Lainnya

Ketua PGRI Batang Dorong Guru PPPK Diangkat PNS Tanpa Tes Ketua PGRI Batang Dorong Guru PPPK Diangkat PNS Tanpa Tes
Ketua PGRI Batang Dorong Guru PPPK Diangkat PNS Tanpa Tes
Batang Angin segar berembus bagi ribuan guru dan tenaga kependidikan (tendik) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Batang. Kebijakan pemerintah pusat yang membuka ruang alih status PPPK menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) serta kepastian anggaran gaji dari pusat membawa harapan baru setelah puluhan tahun mengabdi.
30 Sep 2026 Jumadi 139
DPUPR Batang Siapkan Rp3,8 Miliar Perbaiki Jalan Depok-Juragan DPUPR Batang Siapkan Rp3,8 Miliar Perbaiki Jalan Depok-Juragan
DPUPR Batang Siapkan Rp3,8 Miliar Perbaiki Jalan Depok-Juragan
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menyiapkan anggaran Rp3,8 miliar untuk memperbaiki dua ruas jalan yang banyak dikeluhkan masyarakat, yakni Jalan Depok-Juragan dan Bakalan-Ujungnegoro.
30 Sep 2026 Jumadi 104
Perusahaan Alat Kesehatan Jepang Kunjungi LPK Ar Rasyid Batang, Jajaki Potensi SDM Perusahaan Alat Kesehatan Jepang Kunjungi LPK Ar Rasyid Batang, Jajaki Potensi SDM
Perusahaan Alat Kesehatan Jepang Kunjungi LPK Ar Rasyid Batang, Jajaki Potensi SDM
Batang Perusahaan alat kesehatan asal Jepang, melakukan kunjungan ke Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Ar Rasyid di Kabupaten Batang. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan menjajaki peluang kerja sama dalam pengembangan sumber daya manusia serta peningkatan kompetensi tenaga kerja.
30 Sep 2026 Jumadi 95
Enam Tahun Tenggelam akibat Rob, Lahan Tambak di Batang Kembali Hidup Lewat Nila Salin Enam Tahun Tenggelam akibat Rob, Lahan Tambak di Batang Kembali Hidup Lewat Nila Salin
Enam Tahun Tenggelam akibat Rob, Lahan Tambak di Batang Kembali Hidup Lewat Nila Salin
Batang Puluhan hektare lahan di kawasan pesisir Kabupaten Batang yang dulunya tenggelam dan mangkrak akibat hempasan rob, kini bersiap 'hidup' kembali. Pemerintah Kabupaten Batang meluncurkan strategi baru untuk membangkitkan perekonomian warga pesisir lewat budidaya ikan nila salin.
29 Sep 2026 Jumadi 134
Kelompok Pemuda Desa Hutan di Batang Berhasil Olah Kopi Lokal Jadi Komoditas Ekspor Kelompok Pemuda Desa Hutan di Batang Berhasil Olah Kopi Lokal Jadi Komoditas Ekspor
Kelompok Pemuda Desa Hutan di Batang Berhasil Olah Kopi Lokal Jadi Komoditas Ekspor
Batang - Semangat bedol desa mbangun desa yang digaungkan oleh kelompok pemuda di kawasan lereng pegunungan Desa Bawang perlahan tapi pasti mulai membuahkan hasil manis. Berawal dari niat memberdayakan potensi lokal, hamparan tanaman kopi peninggalan era kolonial Belanda kini bertransformasi menjadi komoditas ekspor kelas dunia yang menggerakkan roda perekonomian warga desa hutan.
29 Sep 2026 Jumadi 102
Tak Perlu Lagi Jauh-Jauh ke Tegal, Kini Bisa Tukar Uang Rusak di Pegadaian Tak Perlu Lagi Jauh-Jauh ke Tegal, Kini Bisa Tukar Uang Rusak di Pegadaian
Tak Perlu Lagi Jauh-Jauh ke Tegal, Kini Bisa Tukar Uang Rusak di Pegadaian
Batang - Puluhan lembar Rupiah yang telah bertahun-tahun mendekam di dasar laci meja pedagang itu kondisinya sudah mengenaskan. Sebagian lusuh melipat, sebagian lagi koyak dipatuk usia dan kelembapan. Bagi Saadah (57), uang-uang itu dulunya bak 'fosil' yang membisu tak bisa diputar untuk kembalian, apalagi dipakai belanja.
29 Sep 2026 Jumadi 88