Penjamasan Tombak Abirawa Batang Malam Satu Suro

Sabtu, 30 Juli 2022 Jumadi Dibaca 1.786 kali Pemerintahan
Penjamasan Tombak Abirawa Batang Malam Satu Suro
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang memperingati 1 Muharram 1444 Hijriah melakukan penjamasan Pusaka Tombak Abirawa di Pendopo Kabupaten Batang, Jumat (29/7/2022) malam.

Batang - Pemerintah Kabupaten Batang memperingati 1 Muharram 1444 Hijriah melakukan penjamasan Pusaka Tombak Abirawa di Pendopo Kabupaten Batang, Jumat (29/7/2022) malam.

Penjamasan ini merupakan tradisi Kabupaten Batang pada setiap tahunnya yang digelar tepat pada malam satu suro. Ada 70 pusaka yang dijamas berdiri dari 55 tombak, 14 Keris, dan 1 pedang yang merupakan peninggalan Kanjeng Sunan Raden Sayid Nur Rochma pendiri Kabupaten Batang.

Penjabat (Pj) Bupati Batang Lani Dwi Rejeki mengatakan,  penjamasan Pusaka Tombak Abirawa mengandung maksud melestarikan kebudayaan asli Kabupaten Batang yang sudah ada sejak zaman  nenek moyang kita dahulu.

“Sekaligus, kita sebagai generasi penerus harus terus melestarikan budaya jawa khususnya Kabupaten Batang,” tegasnya.

Selain itu, nguri-nguri budaya juga untuk mengenang para leluhur yang sudah berjuang mendirikan Kabupaten Batang.

Bahwa, lanjut dia, Kirab Pusaka dan penjamasan Pusaka Tombak Abirawa ini semata-mata sebagai kegiatan budaya yang rutin dilakukan setiap tahunnya oleh Pemkab Batang bersama ahli waris keluarga Tombak Abirawa.

“Penjamasan pusaka juga salah satu cara merawat benda-benda pusaka. Dalam tradisi jawa penjamasan pusaka menjadi kegiatan spiritual yang cukup sakral dan dilakukan dalam waktu tertentu saja,” jelasnya.

Penjamasan pusaka dilakukan hanya satu tahun sekali saja di malam satu suro seperti yang dilakukan saat ini Penjamasan sendiri yang berarti memandikan dan mensucikan benda pusaka sebagai wujud terima kasih bentuk menghargai peninggalan budaya leluhur.

“Penjamasan merupakan budaya Jawa yang harus dilestarikan, bukan syirik tapi untuk mempromosikan khasanah wisata budaya yang ada di Kabupaten Batang,” ungkapnya.

Ia juga menceritakan, bahwa pusaka tersebut asal usulnya dari Kabupaten Lamongan Jawa Timur. Tombak ini merupakan peninggalan pendiri Kabupaten Batang yaitu, Kanjeng Sunan Raden Sayid Nur Rochma.

Ia berharap, tradisi budaya penjamasan Pusaka Tombak Abirawa akan selalu ada yang ke depannya dikemas menarik dan masuk dalam kalender wisata Kabupaten Batang. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Ketua PGRI Batang Dorong Guru PPPK Diangkat PNS Tanpa Tes Ketua PGRI Batang Dorong Guru PPPK Diangkat PNS Tanpa Tes
Ketua PGRI Batang Dorong Guru PPPK Diangkat PNS Tanpa Tes
Batang Angin segar berembus bagi ribuan guru dan tenaga kependidikan (tendik) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Batang. Kebijakan pemerintah pusat yang membuka ruang alih status PPPK menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) serta kepastian anggaran gaji dari pusat membawa harapan baru setelah puluhan tahun mengabdi.
30 Sep 2026 Jumadi 147
DPUPR Batang Siapkan Rp3,8 Miliar Perbaiki Jalan Depok-Juragan DPUPR Batang Siapkan Rp3,8 Miliar Perbaiki Jalan Depok-Juragan
DPUPR Batang Siapkan Rp3,8 Miliar Perbaiki Jalan Depok-Juragan
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menyiapkan anggaran Rp3,8 miliar untuk memperbaiki dua ruas jalan yang banyak dikeluhkan masyarakat, yakni Jalan Depok-Juragan dan Bakalan-Ujungnegoro.
30 Sep 2026 Jumadi 104
Perusahaan Alat Kesehatan Jepang Kunjungi LPK Ar Rasyid Batang, Jajaki Potensi SDM Perusahaan Alat Kesehatan Jepang Kunjungi LPK Ar Rasyid Batang, Jajaki Potensi SDM
Perusahaan Alat Kesehatan Jepang Kunjungi LPK Ar Rasyid Batang, Jajaki Potensi SDM
Batang Perusahaan alat kesehatan asal Jepang, melakukan kunjungan ke Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Ar Rasyid di Kabupaten Batang. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan menjajaki peluang kerja sama dalam pengembangan sumber daya manusia serta peningkatan kompetensi tenaga kerja.
30 Sep 2026 Jumadi 96
Enam Tahun Tenggelam akibat Rob, Lahan Tambak di Batang Kembali Hidup Lewat Nila Salin Enam Tahun Tenggelam akibat Rob, Lahan Tambak di Batang Kembali Hidup Lewat Nila Salin
Enam Tahun Tenggelam akibat Rob, Lahan Tambak di Batang Kembali Hidup Lewat Nila Salin
Batang Puluhan hektare lahan di kawasan pesisir Kabupaten Batang yang dulunya tenggelam dan mangkrak akibat hempasan rob, kini bersiap 'hidup' kembali. Pemerintah Kabupaten Batang meluncurkan strategi baru untuk membangkitkan perekonomian warga pesisir lewat budidaya ikan nila salin.
29 Sep 2026 Jumadi 146
Kelompok Pemuda Desa Hutan di Batang Berhasil Olah Kopi Lokal Jadi Komoditas Ekspor Kelompok Pemuda Desa Hutan di Batang Berhasil Olah Kopi Lokal Jadi Komoditas Ekspor
Kelompok Pemuda Desa Hutan di Batang Berhasil Olah Kopi Lokal Jadi Komoditas Ekspor
Batang - Semangat bedol desa mbangun desa yang digaungkan oleh kelompok pemuda di kawasan lereng pegunungan Desa Bawang perlahan tapi pasti mulai membuahkan hasil manis. Berawal dari niat memberdayakan potensi lokal, hamparan tanaman kopi peninggalan era kolonial Belanda kini bertransformasi menjadi komoditas ekspor kelas dunia yang menggerakkan roda perekonomian warga desa hutan.
29 Sep 2026 Jumadi 105
Tak Perlu Lagi Jauh-Jauh ke Tegal, Kini Bisa Tukar Uang Rusak di Pegadaian Tak Perlu Lagi Jauh-Jauh ke Tegal, Kini Bisa Tukar Uang Rusak di Pegadaian
Tak Perlu Lagi Jauh-Jauh ke Tegal, Kini Bisa Tukar Uang Rusak di Pegadaian
Batang - Puluhan lembar Rupiah yang telah bertahun-tahun mendekam di dasar laci meja pedagang itu kondisinya sudah mengenaskan. Sebagian lusuh melipat, sebagian lagi koyak dipatuk usia dan kelembapan. Bagi Saadah (57), uang-uang itu dulunya bak 'fosil' yang membisu tak bisa diputar untuk kembalian, apalagi dipakai belanja.
29 Sep 2026 Jumadi 89