Batang - Pemerintah Kabupaten Batang memperingati 1 Muharram 1444 Hijriah melakukan penjamasan Pusaka Tombak Abirawa di Pendopo Kabupaten Batang, Jumat (29/7/2022) malam.
Batang - Pemerintah
Kabupaten Batang memperingati 1 Muharram 1444 Hijriah melakukan penjamasan
Pusaka Tombak Abirawa di Pendopo Kabupaten Batang, Jumat (29/7/2022) malam.
Penjamasan ini
merupakan tradisi Kabupaten Batang pada setiap tahunnya yang digelar tepat pada
malam satu suro. Ada 70 pusaka yang dijamas berdiri dari 55 tombak, 14 Keris,
dan 1 pedang yang merupakan peninggalan Kanjeng Sunan Raden Sayid Nur Rochma
pendiri Kabupaten Batang.
Penjabat (Pj) Bupati
Batang Lani Dwi Rejeki mengatakan,
penjamasan Pusaka Tombak Abirawa mengandung maksud melestarikan
kebudayaan asli Kabupaten Batang yang sudah ada sejak zaman nenek moyang kita dahulu.
“Sekaligus, kita
sebagai generasi penerus harus terus melestarikan budaya jawa khususnya
Kabupaten Batang,†tegasnya.
Selain itu, nguri-nguri
budaya juga untuk mengenang para leluhur yang sudah berjuang mendirikan
Kabupaten Batang.
Bahwa, lanjut dia,
Kirab Pusaka dan penjamasan Pusaka Tombak Abirawa ini semata-mata sebagai
kegiatan budaya yang rutin dilakukan setiap tahunnya oleh Pemkab Batang bersama
ahli waris keluarga Tombak Abirawa.
“Penjamasan pusaka juga
salah satu cara merawat benda-benda pusaka. Dalam tradisi jawa penjamasan
pusaka menjadi kegiatan spiritual yang cukup sakral dan dilakukan dalam waktu
tertentu saja,†jelasnya.
Penjamasan pusaka
dilakukan hanya satu tahun sekali saja di malam satu suro seperti yang
dilakukan saat ini Penjamasan sendiri yang berarti memandikan dan mensucikan
benda pusaka sebagai wujud terima kasih bentuk menghargai peninggalan budaya
leluhur.
“Penjamasan merupakan
budaya Jawa yang harus dilestarikan, bukan syirik tapi untuk mempromosikan
khasanah wisata budaya yang ada di Kabupaten Batang,†ungkapnya.
Ia juga menceritakan,
bahwa pusaka tersebut asal usulnya dari Kabupaten Lamongan Jawa Timur. Tombak
ini merupakan peninggalan pendiri Kabupaten Batang yaitu, Kanjeng Sunan Raden
Sayid Nur Rochma.
Ia berharap, tradisi budaya penjamasan Pusaka
Tombak Abirawa akan selalu ada yang ke depannya dikemas menarik dan masuk dalam
kalender wisata Kabupaten Batang. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)