Batang - Kabupaten Batang meraih penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) dengan predikat Madya. Hal itu dikarenakan beberapa faktor, antara lain sarana prasarana penunjang yang dioptimalkan dan sinergi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun pihak pendukung lainnya.
Batang - Kabupaten Batang meraih penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) dengan predikat Madya. Hal itu dikarenakan beberapa faktor, antara lain sarana prasarana penunjang yang dioptimalkan dan sinergi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun pihak pendukung lainnya.
Penghargaan diberikan
secara virtual, oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
(PPPA), Bintang Puspayoga, di ruang Command Center Kabupaten Batang, Jumat
(22/7/2022).
Kepala Dinas
Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga
Berencana (DP3AP2KB) Batang Supriyono mengatakan, instansi terkait terus
bekerja sama untuk membantu mewujudkan Batang sebagai KLA, dengan peran
masing-masing.
Contohnya Dinas
Perhubungan sudah membangun jalur penyeberangan khusus bagi anak sekolah, Tim
Penggerak PKK sudah memperbanyak ruang penitipan anak, tidak hanya di
pasar-pasar saja, tapi di seluruh Puskesmas bahkan instansi lain, sehingga
pelayanan publik juga makin mudah dan nyaman.
“Terima kasih kepada
OPD maupun pihak-pihak yang mendukung terwujudnya KLA, yang semula berpredikat
Pratama kini meningkat menjadi Madya,†katanya saat ditemui, di Kantor DP3AP2KB
Kabupaten Batang, Senin (25/7/2022).
Kepala Bidang Pemberdayaan
Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) DP3AP2KB Batang Utariyah Budiastuti
menerangkan, melalui Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak
(P2TP2A), selalu memberikan tanggapan dan pendampingan apabila ada pengaduan
berkaitan dengan permasalahan seputar anak maupun perempuan.
“Kami memfasilitasi
tiap ada pengaduan dengan memberi solusi lalu mengkoordinasikannya kepada pihak
terkait,†tuturnya.
Namun P2TP2A lebih
mengoptimalkan pencegahan agar meminimalkan munculnya kasus-kasus seperti tindak
kekerasan yang menimpa anak dan perempuan, baik fisik, mental maupun seksual.
“Di tahun 2021 ada 43
kasus dan Januari hingga Juli 2022 ada 21 kasus yang semuanya kami lakukan
pendampingan dan dikoordinasikan pada pihak terkait yakni kepolisian, agar anak
juga mendapat perlindungan, serta rumah sakit untuk membantu proses visum,†jelasnya.
Keberhasilan Kabupaten
Batang meraih predikat Madya, tak lepas dari dukungan pihak lain, seperti peran
Corporate social Responsibility (CSR)
dari perusahaan daerah maupun swasta.
Kepala Cabang Batang Perusahaan
Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Sendang Kamulyan, Evi Rosanti mengatakan, peran
CSR juga penting untuk mendukung terwujudnya KLA di Batang hingga berhasil
meraih predikat Madya.
“Kami turut bangga
dengan penghargaan dan prestasi tersebut, karena PUDAM Sendang Kamulyan juga
ikut berpartisipasi hingga Batang mampu meningkatkan predikatnya sebagai
kabupaten yang terus berupaya memberikan rasa nyaman bagi anak,†ungkapnya.
Ia menegaskan, tidak
hanya berfokus pada penghargaannya namun realisasinya kepada anak yang
benar-benar menciptakan rasa aman sebagai tempat tinggal.
“Peran kami untuk
menciptakan generasi penerus yang sehat sudah diupayakan sejak 2016. Dengan
memberikan bantuan langsung kepada anak-anak yang berada di sekitar sumber mata
air,†terangnya.
Ia menerangkan, CSR diberikan
kepada anak-anak yang membutuhkan dan kaum perempuan agar nantinya terlahir
generasi penerus yang berkualitas.
“Selain bantuan fisik,
edukasi tentang pentingnya air bersih bagi perempuan dan anak-anak juga terus
disampaikan. Kualitas air terus dijaga, agar tidak tercemar oleh bakteri
Eschericia Coli, sehingga aman digunakan,†ujar dia.
Wakil Ketua Forum Anak
Kabupaten Batang (FANTA) Sukma Berlian Asri mengutarakan, prestasi yang diraih
Batang sudah baik. Namun perlu ditingkatkan lagi sarana prasarana penunjang
untuk anak agar nyaman ditinggali.
Untuk sarana prasarana
bagi anak sudah baik dan sesuai standar. Misalnya sarana pelayanan bagi anak
dibuat sesuai tinggi badan, agar nyaman.