Pj Bupati Batang Optimis Dapat Turunkan Angka Stunting

Rabu, 20 Juli 2022 Jumadi Dibaca 934 kali Pemerintahan
Pj Bupati Batang Optimis Dapat Turunkan Angka Stunting
Batang - Dalam mendukung percepatan penurunan Stunting di Kabupaten Batang. Penjabat (Pj) Bupati Batang Lani Dwi Rejeki mengukuhkan Sebanyak 100 Tim Percepatan Penurunan Stunting yang terdiri dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), organisasi lintas sektor, organisasi kemasyarakatan, usaha dan akademisi di Aula Bupati, Kabupaten Batang, Rabu (20/7/2022).

Batang - Dalam mendukung percepatan penurunan Stunting di Kabupaten Batang. Penjabat (Pj) Bupati Batang Lani Dwi Rejeki mengukuhkan Sebanyak 100 Tim Percepatan Penurunan Stunting yang terdiri dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), organisasi lintas sektor, organisasi kemasyarakatan, usaha dan akademisi di Aula Bupati, Kabupaten Batang, Rabu (20/7/2022).

Pj Bupati Batang Lani Dwi Rejeki mengatakan, bahwa kegiatan ini menjadi komitmen bersama untuk penurunan Stunting di Kabupaten Batang yang nantinya dapat direalisasikan dengan baik.

Dijelaskannya, stunting merupakan permasalahan kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama dan infeksi berulang, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek dari standar yang telah ditetapkan oleh menteri kesehatan.

“Stunting tidak sekedar anak yang terhambat pertumbuhannya namun juga terhambat perkembangan otaknya sehingga kemampuan untuk berfikir menjadi sangat kurang dan pada akhirnya menjadi kurang produktif, pendek, dan mudah sakit,” jelasnya.

Angka stunting di Kabupaten Batang masih cukup tinggi untuk itu, kegiatan ini diadakan dalam rangka membentuk tim percepatan penurunan stunting di Kabupaten Batang. Salah satu fokus pemerintah saat ini adalah pencegahan stunting, upaya ini bertujuan agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan maksimal. Disertai dengan kemampuan emosional, sosial, dan fisik yang siap untuk belajar serta mampu berkompetisi di tingkat global.

“Stunting sendiri menjadi agenda pembangunan nasional dan Kabupaten Batang menjadi kabupaten prioritas dalam intervensi penurunan stunting, berdasarkan hasil studi gizi Indonesia tahun 2021 yang dilaksanakan oleh kementerian kesehatan angka prevalensi stunting di Indonesia tahun 2021 sebesar 24,4%,” terangnya.

kemudian pada tahun yang sama di Kabupaten Batang mencapai 21,7% sedangkan privalensi di Jawa Tengah sebesar 20,9% artinya angka stunting di Kabupaten Batang lebih rendah secara nasional namun lebih tinggi dari Jawa Tengah ini yang perlu bersama-sama untuk bersinergi melaksanakan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Batang.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Batang Supriyono menambahkan, Kabupaten Batang menempati peringkat 21,1 % berada di tengah-tengah Provinsi Jawa Tengah. Jawa sendiri secara nasional dibawah angka 24 %.

“Progres penurunan stunting di Jawa Tengah selama dua tahun cukup bagus di angka 6,7% sedangkan rata-rata nasional diturunkan hanya 3,4%. Ada dua kabupaten yang mempunyai perhatian lebih, karena stunting mereka yang terbanyak yaitu Kabupaten Wonosobo, dan Kabupaten Brebes,” ungkapnya.

Untuk kabupaten di Jawa Tengah yang mempunyai perkembangan luar biasa adalah Kabupaten Grobogan yang awalnya peringkat terbawah 29% stuntingnya, tetapi sekarang bisa teratas dengan 9% stuntingnya.

Maka dari itu, lanjut da, kita sedang belajar dari sana ternyata yang digarap peningkatan jambanisasi jadi disana tidak ada masyarakat yang buang air di sungai, sehingga setiap rumah harus sudah mempunyai jamban sendiri.

“Kabupaten Batang sendiri sebetulnya sudah ada desa yang berhasil menurunkan angka stunting sampai nol di wilayahnya yaitu Desa Depok. Pemerintah Daerah telah melaksanakan studi banding terkait stunting disana,” ujar dia.

Fokus saat ini yang akan dilakukan mensosialisasikan terhadap pencegahan dan penanganan status stunting dengan para remaja, calon pengantin, calon ibu, dan pasangan usia muda. Selain itu, Pemkab Batang dapat bekerjasama dengan TNI dan POLRI secara khususnya.

Ia berharap, kepada masyarakat Kabupaten Batang bisa bersama-sama menangani stunting sesuai program Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yakni “Nginceng Wong Meteng”. Jadi kita harus siap melakukan pemantauan dari kesiapan pengantin sampai bayi melahirkan. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Kadisdikbud Batang Minta, Makanan MBG Dicantumkan Batas Jam Konsumsi Kadisdikbud Batang Minta, Makanan MBG Dicantumkan Batas Jam Konsumsi
Kadisdikbud Batang Minta, Makanan MBG Dicantumkan Batas Jam Konsumsi
Batang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang meminta seluruh pihak sekolah untuk tidak menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG). Imbauan ini disampaikan guna mengantisipasi kekhawatiran masyarakat yang dinilai masih memendam trauma pascadugaan kasus keracunan makanan.
30 Sep 2026 Jumadi 54
DPUPR Batang Siapkan Rp3,8 Miliar Perbaiki Jalan Depok-Juragan DPUPR Batang Siapkan Rp3,8 Miliar Perbaiki Jalan Depok-Juragan
DPUPR Batang Siapkan Rp3,8 Miliar Perbaiki Jalan Depok-Juragan
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menyiapkan anggaran Rp3,8 miliar untuk memperbaiki dua ruas jalan yang banyak dikeluhkan masyarakat, yakni Jalan Depok-Juragan dan Bakalan-Ujungnegoro.
30 Sep 2026 Jumadi 123
Perusahaan Alat Kesehatan Jepang Kunjungi LPK Ar Rasyid Batang, Jajaki Potensi SDM Perusahaan Alat Kesehatan Jepang Kunjungi LPK Ar Rasyid Batang, Jajaki Potensi SDM
Perusahaan Alat Kesehatan Jepang Kunjungi LPK Ar Rasyid Batang, Jajaki Potensi SDM
Batang Perusahaan alat kesehatan asal Jepang, melakukan kunjungan ke Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Ar Rasyid di Kabupaten Batang. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan menjajaki peluang kerja sama dalam pengembangan sumber daya manusia serta peningkatan kompetensi tenaga kerja.
30 Sep 2026 Jumadi 117
Ketua PGRI Batang Dorong Guru PPPK Diangkat PNS Tanpa Tes Ketua PGRI Batang Dorong Guru PPPK Diangkat PNS Tanpa Tes
Ketua PGRI Batang Dorong Guru PPPK Diangkat PNS Tanpa Tes
Batang Angin segar berembus bagi ribuan guru dan tenaga kependidikan (tendik) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Batang. Kebijakan pemerintah pusat yang membuka ruang alih status PPPK menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) serta kepastian anggaran gaji dari pusat membawa harapan baru setelah puluhan tahun mengabdi.
30 Sep 2026 Jumadi 203
Hadirkan Guru Tamu, SMK Bhakti Praja Batang Siapkan Mental Siswa sebelum Magang Hadirkan Guru Tamu, SMK Bhakti Praja Batang Siapkan Mental Siswa sebelum Magang
Hadirkan Guru Tamu, SMK Bhakti Praja Batang Siapkan Mental Siswa sebelum Magang
Batang - Mengenalkan budaya kerja perlu ditanamkan sejak remaja, khususnya bagi kalangan pelajar jenjang SMK yang merupakan institusi pendidikan untuk mencetak calon-calon tenaga kerja profesional. Salah satu upaya yang diintensifkan oleh SMK Bhakti Praja Batang, yakni dengan menghadirkan guru tamu berkompeten, untuk membekali siswa sebelum memasuki masa pemagangan maupun unia kerja yang sesungguhnya.
30 Sep 2026 Jumadi 46
Budayakan Transaksi Digital, SMK Bhakti Praja Fasilitasi Pelajar Mobile Banking Budayakan Transaksi Digital, SMK Bhakti Praja Fasilitasi Pelajar Mobile Banking
Budayakan Transaksi Digital, SMK Bhakti Praja Fasilitasi Pelajar Mobile Banking
Batang - Di tengah canggihnya teknologi masyarakat dituntut untuk berupaya menyesuaikan, termasuk sistem pembayaran yang berbasis digital di hampir seluruh kegiatan perekonomian. Menilik pentingnya pemanfaatan digitalisasi sistem pembayaran, SMK Bhakti Praja menggandeng Bank Jateng Cabang Batang untuk memberikan layanan pembuatan fasilitas Bima Mobile, bagi 441 siswa.
30 Sep 2026 Jumadi 38