Batang - Penjabat (Pj) Bupati Batang Lani Dwi Rejeki menghadiri pelepasan ekspor perdana PT. Java Wood Industri (JWI) ke Amerika di Halaman PT. JWI Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, Jumat (17/6/2022).
Batang - Penjabat (Pj)
Bupati Batang Lani Dwi Rejeki menghadiri pelepasan ekspor perdana PT. Java Wood
Industri (JWI) ke Amerika di Halaman PT. JWI Kecamatan Banyuputih, Kabupaten
Batang, Jumat (17/6/2022).
Perusahaan penghasil
lembaran kayu lapis atau plywood itu mengekspor perdana sebanyak 3.800 plywood.
Pj Bupati Batang Lani
Dwi Rejeki sangat mengapresiasi sekali
kepada PT. JWI yang telah melakukan ekspor perdana.
“Momentum ekspor
perdana perusahaan yang ada di Kabupaten Batang merupakan pertanda ada
pertumbuhan geliat perekonomian,†jelasnya.
Apalagi perusahan ini
mengambil bahan baku kayu sengon dari hutan rakyat lokal Kabupaten Batang
sampai 95%.
Pemerintah daerah
sendiri, lanjut dia, mendukung penuh dengan memfasilitasi kemudahan dalam
melakukan perizinan.
“Semoga adanya
perusahaan yang dapat memulai hal positif baru dengan berhasil mengekspor
menjadikan pemicu perusahaan lainnya di
Kabupaten Batang dapat mengikuti jejaknya,†harapnya.
Direktur PT. JWI Huang
Yangjiang mengatakan, ekspor perdana ini
nilainya mencapai 200 ribu US dollar dan akan berkelanjutan.
“Tebal plywood yang
dikirim 21 milimeter dengan total plywood setara 231,8925 m3. Hanya butuh
seminggu untuk menyelesaikan pesanan itu,†terangnya
Plywood baru bisa di
ekspor saat sudah masuk dalam industri
berikat yang didapatkan pada bulan Januari 2022. PT JWI mampu memproduksi 200
hingga 210 kontainer tiap bulan. Untuk bahan baku, kami menggunakan dari kayu
lokal.
Sementara Kepala Kantor
Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C (KPPBCTMP C) Tegal
Yudi Hendrawan menyebutkan, banyak manfaat menjadi industri berikat. Antara
lain penundaan bea masuk, hingga tidak dipungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
bila diekspor.
“Ekspor perdana PT. JWI
merupakan keberhasilan sinergi Bea Cukai dan Pemerintah daerah. Artinya, PT JWI
berhasil memanfaatkan fasilitas Negara,†ungkapnya.
Di Kabupaten Batang ada empat perusahaan yang
sudah masuk kawasan berikat. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)