Jaga Volume Air, Pranten Ditanami Ribuan Pohon

Senin, 06 Juni 2022 Jumadi Dibaca 1.093 kali Sosial
Jaga Volume Air, Pranten Ditanami Ribuan Pohon
Batang Banyaknya pohon yang ditebang dan dialih fungsikan menjadi lahan pertanian kentang oleh warga, membuat hutan lindung mengalami penggundulan. Jika terjadi pembiaran, dikhawatirkan volume air menurun serta rawan timbulnya bencana longsor.

Batang Banyaknya pohon yang ditebang dan dialih fungsikan menjadi lahan pertanian kentang oleh warga, membuat hutan lindung mengalami penggundulan. Jika terjadi pembiaran, dikhawatirkan volume air menurun serta rawan timbulnya bencana longsor.

Untuk mengatasinya, sejumlah komunitas peduli lingkungan melakukan penanaman ribuan pohon yang diharapkan mampu menjadi penahan longsor dan meningkatkan volume air.

Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Watu Jadi sekaligus perwakilan Manajemen Dharmawangsa Subur mengatakan, kondisi hutan terutama di Desa Pranten sebagian besar telah gundul karena dialih fungsikan menjadi lahan pertanian.

“Makanya teman-teman dari lintas komunitas yang peduli hutan, prihatin dengan kondisi ini. Yang paling dikhawatirkan adalah volume air yang mulai berkurang karena permukaan tanah bagian atas sudah gundul tanpa pohon sama sekali,” katanya, saat dihubungi melalui WhattsApp, Senin (6/6/2022).

Ia mengkhawatirkan rawan terjadi longsor saat hujan lebat. Jika longsor yang terjadi cukup besar tentu berdampak buruk bagi masyarakat.

“Kami berupaya menjaga kelestarian hutan dengan menanam pohon atau bibit pohon yang bisa bertahan di bawah tegakan. Ada 6 ribu pohon yang ditanam yakni kayu Puspa, Akasia, Damar dan tanaman kopi serta pohon Beringin untuk memperkuat aliran air,” jelasnya.

Untuk memanfaatkan hutan tidak selalu dengan melakukan penggundulan. Tapi dengan cara menanam yang baik, manfaatnya bisa dipetik di masa depan, dengan volume air yang mencukupi.

“Hutan lindung itu jika jumlah pohonnya sudah meningkat, bisa menjadi penyumbang oksigen. Satu pohon bisa menghasilkan sampai 250 ribu oksigen, itu lebih baik dibandingkan jika ditanami kentang,” tegasnya.

Pihak KTH akan terus berkoordinasi dengan warga setempat supaya dapat menjaga bibit pohon yang telah ditanam.

“Nantinya tiap tiga bulan sekali kami bersama lintas komunitas akan menggelar acara kemah sambil menjaga dan merawat. Kalau diketahui ada pohon yang hilang atau rusak, pelakunya akan dikenai sanksi,” tegasnya.

Ia berkeyakinan apabila warga Desa Pranten, Deles dan Bintoro Mulyo dapat menjaga kelestarian hutan, dengan menerapkan pola tanam yang baik, yakni tidak ditanami kentang, tentu dapat menjadi sumber oksigen dan air di wilayah bawah.

Administratur Perhutani KPH Pekalongan Timur, Untoro Tri Kurniawan mengatakan, kawasan hutan KPH Pekalongan Timur mencapai 18 ribu hektar. Sebagian memang dimanfaatkan oleh masyarakat untuk bercocok tanam, namun tidak sesuai peruntukannya.

“Yang disayangkan mereka mematikan pohon. Makanya perlu ada pemahaman kepada masyarakat,” tuturnya.

Perhutani sudah mempunyai program Perhutanan Sosial, di Desa Gerlang.

“Salah satu tanaman yang disarankan adalah kopi karena bisa menjaga daerah resapan  air tetap terjaga. Di lapangan masih ditemukan warga yang belum memiliki kesadaran tentang pentingnya menjaga kelestarian hutan,” ungkapnya.

Salah satu desa yang warganya mulai beralih dengan tidak lagi menanam kentang adalah Deles.

“Warga di sana sudah menanam alpukat dan kopi. Keduanya termasuk tanaman keras, jadi secara ekonomi dan kelestarian alam warga tetap mendapat manfaatnya,” ujar dia.

Ia menegaskan, warga tidak disarankan menanam kentang karena bertolak belakang dengan konsep konservasi.

“Khusus sayuran masih diperbolehkan asal ditanam di antara pohon-pohon penopang berukuran besar, dengan jarak yang ditentukan,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

BKPSDM Batang Sebut Metode Non-Klasikal Batang Corpu Bisa Hemat Anggaran Hingga 4 Kali Lipat BKPSDM Batang Sebut Metode Non-Klasikal Batang Corpu Bisa Hemat Anggaran Hingga 4 Kali Lipat
BKPSDM Batang Sebut Metode Non-Klasikal Batang Corpu Bisa Hemat Anggaran Hingga 4 Kali Lipat
Batang - Penerapan metode non-klasikal dalam program Batang Corporate University (Batang Corpu) diklaim mampu memangkas anggaran pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batang hingga empat kali lipat dibandingkan metode konvensional. Langkah ini diambil sebagai solusi atas terbatasnya anggaran daerah yang selama ini membuat mayoritas ASN belum mendapatkan hak pengembangan kompetensi mereka secara maksimal.
19 Jun 2026 Jumadi 31
5.000 Rumah di Kawasan Penyangga KITB Bakal Nikmati Air Bersih pada 2028 5.000 Rumah di Kawasan Penyangga KITB Bakal Nikmati Air Bersih pada 2028
5.000 Rumah di Kawasan Penyangga KITB Bakal Nikmati Air Bersih pada 2028
Batang - Perumda Air Minum Sendang Kamulyan Kabupaten Batang tengah bersiap mengambil peran besar dalam mendukung operasional Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). Melalui usulan panjang yang akhirnya diakomodasi oleh pemerintah pusat, pasokan air bersih bagi masyarakat di wilayah penyangga kawasan industri tersebut kini mulai menemui titik terang.
19 Jun 2026 Jumadi 39
Langkah Batang Menuju Pasar Global, Ketika Produk Lokal Dilirik UKM IKM Nusantara Langkah Batang Menuju Pasar Global, Ketika Produk Lokal Dilirik UKM IKM Nusantara
Langkah Batang Menuju Pasar Global, Ketika Produk Lokal Dilirik UKM IKM Nusantara
Batang - Potensi ekonomi Kabupaten Batang tampaknya kian seksi di mata para pelaku usaha nasional. Deretan produk unggulan, pesona wisata yang apik, hingga grafik pertumbuhan ekonomi yang terus mendaki, sukses mencuri perhatian organisasi UKM IKM Nusantara. Mereka kini bersiap pasang badan untuk menjembatani produk-produk asli Batang agar bisa melenggang ke pasar yang jauh lebih luas.
18 Jun 2026 Jumadi 112
Bupati Batang: Ruang Publik untuk Masyarakat, Bukan Tempat Berjualan Bupati Batang: Ruang Publik untuk Masyarakat, Bukan Tempat Berjualan
Bupati Batang: Ruang Publik untuk Masyarakat, Bukan Tempat Berjualan
Batang - Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menegaskan bahwa seluruh ruang terbuka publik, fasilitas umum (fasum), dan fasilitas sosial (fasos) di Kabupaten Batang tidak boleh digunakan sebagai lokasi berjualan maupun diperjualbelikan sebagai lapak usaha. Penegasan tersebut disampaikan usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) pembangunan trotoar dan penataan kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Alun-Alun Bandar, Kabupaten Batang, Kamis (1862026).
18 Jun 2026 Jumadi 80
Pemkab Batang Salurkan BLT DBHCHT 2026, Bantu Ringankan Beban Masyarakat Pemkab Batang Salurkan BLT DBHCHT 2026, Bantu Ringankan Beban Masyarakat
Pemkab Batang Salurkan BLT DBHCHT 2026, Bantu Ringankan Beban Masyarakat
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Sosial (Dinsos), mulai menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2026 kepada masyarakat penerima manfaat di sejumlah kecamatan. Penyaluran bantuan secara simbolis dilakukan di Aula Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, Kamis (1862026).
18 Jun 2026 Jumadi 110
Pantau Kemanfaatan MBG, BPJS Kesehatan Cek Kesehatan Pelajar Batang Pantau Kemanfaatan MBG, BPJS Kesehatan Cek Kesehatan Pelajar Batang
Pantau Kemanfaatan MBG, BPJS Kesehatan Cek Kesehatan Pelajar Batang
Batang - BPJS Kesehatan Cabang Pekalongan bekerja sama dengan Puskesmas Batang 3 menggelar cek kesehatan gratis sekaligus pemantauan gizi bagi penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG), di SMA Negeri 2 Batang, Kabupaten Batang, Kamis (1862026). Pantauan dilakukan untuk mengetahui sejauh mana nilai kemanfaatan program tersebut bagi penerima, dengan memperhatikan Indeks Masa Tubuh (IMT).
18 Jun 2026 Jumadi 132