Jaga Volume Air, Pranten Ditanami Ribuan Pohon

Senin, 06 Juni 2022 Jumadi Dibaca 1.086 kali Sosial
Jaga Volume Air, Pranten Ditanami Ribuan Pohon
Batang Banyaknya pohon yang ditebang dan dialih fungsikan menjadi lahan pertanian kentang oleh warga, membuat hutan lindung mengalami penggundulan. Jika terjadi pembiaran, dikhawatirkan volume air menurun serta rawan timbulnya bencana longsor.

Batang Banyaknya pohon yang ditebang dan dialih fungsikan menjadi lahan pertanian kentang oleh warga, membuat hutan lindung mengalami penggundulan. Jika terjadi pembiaran, dikhawatirkan volume air menurun serta rawan timbulnya bencana longsor.

Untuk mengatasinya, sejumlah komunitas peduli lingkungan melakukan penanaman ribuan pohon yang diharapkan mampu menjadi penahan longsor dan meningkatkan volume air.

Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Watu Jadi sekaligus perwakilan Manajemen Dharmawangsa Subur mengatakan, kondisi hutan terutama di Desa Pranten sebagian besar telah gundul karena dialih fungsikan menjadi lahan pertanian.

“Makanya teman-teman dari lintas komunitas yang peduli hutan, prihatin dengan kondisi ini. Yang paling dikhawatirkan adalah volume air yang mulai berkurang karena permukaan tanah bagian atas sudah gundul tanpa pohon sama sekali,” katanya, saat dihubungi melalui WhattsApp, Senin (6/6/2022).

Ia mengkhawatirkan rawan terjadi longsor saat hujan lebat. Jika longsor yang terjadi cukup besar tentu berdampak buruk bagi masyarakat.

“Kami berupaya menjaga kelestarian hutan dengan menanam pohon atau bibit pohon yang bisa bertahan di bawah tegakan. Ada 6 ribu pohon yang ditanam yakni kayu Puspa, Akasia, Damar dan tanaman kopi serta pohon Beringin untuk memperkuat aliran air,” jelasnya.

Untuk memanfaatkan hutan tidak selalu dengan melakukan penggundulan. Tapi dengan cara menanam yang baik, manfaatnya bisa dipetik di masa depan, dengan volume air yang mencukupi.

“Hutan lindung itu jika jumlah pohonnya sudah meningkat, bisa menjadi penyumbang oksigen. Satu pohon bisa menghasilkan sampai 250 ribu oksigen, itu lebih baik dibandingkan jika ditanami kentang,” tegasnya.

Pihak KTH akan terus berkoordinasi dengan warga setempat supaya dapat menjaga bibit pohon yang telah ditanam.

“Nantinya tiap tiga bulan sekali kami bersama lintas komunitas akan menggelar acara kemah sambil menjaga dan merawat. Kalau diketahui ada pohon yang hilang atau rusak, pelakunya akan dikenai sanksi,” tegasnya.

Ia berkeyakinan apabila warga Desa Pranten, Deles dan Bintoro Mulyo dapat menjaga kelestarian hutan, dengan menerapkan pola tanam yang baik, yakni tidak ditanami kentang, tentu dapat menjadi sumber oksigen dan air di wilayah bawah.

Administratur Perhutani KPH Pekalongan Timur, Untoro Tri Kurniawan mengatakan, kawasan hutan KPH Pekalongan Timur mencapai 18 ribu hektar. Sebagian memang dimanfaatkan oleh masyarakat untuk bercocok tanam, namun tidak sesuai peruntukannya.

“Yang disayangkan mereka mematikan pohon. Makanya perlu ada pemahaman kepada masyarakat,” tuturnya.

Perhutani sudah mempunyai program Perhutanan Sosial, di Desa Gerlang.

“Salah satu tanaman yang disarankan adalah kopi karena bisa menjaga daerah resapan  air tetap terjaga. Di lapangan masih ditemukan warga yang belum memiliki kesadaran tentang pentingnya menjaga kelestarian hutan,” ungkapnya.

Salah satu desa yang warganya mulai beralih dengan tidak lagi menanam kentang adalah Deles.

“Warga di sana sudah menanam alpukat dan kopi. Keduanya termasuk tanaman keras, jadi secara ekonomi dan kelestarian alam warga tetap mendapat manfaatnya,” ujar dia.

Ia menegaskan, warga tidak disarankan menanam kentang karena bertolak belakang dengan konsep konservasi.

“Khusus sayuran masih diperbolehkan asal ditanam di antara pohon-pohon penopang berukuran besar, dengan jarak yang ditentukan,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Kirab Budaya HUT Ke-60 Batang, Perkuat Akar Sejarah Kirab Budaya HUT Ke-60 Batang, Perkuat Akar Sejarah
Kirab Budaya HUT Ke-60 Batang, Perkuat Akar Sejarah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menggelar Kirab Budaya dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-60 dengan mengusung tema Kesultanan Yogyakarta, di Pendopo Kabupaten Batang Minggu (1242026).
12 Apr 2026 Jumadi 76
Sentuhan Kraton Yogyakarta di Tanah Batang, Kirab Budaya HUT Ke-60 Tampil Lebih Sakral Sentuhan Kraton Yogyakarta di Tanah Batang, Kirab Budaya HUT Ke-60 Tampil Lebih Sakral
Sentuhan Kraton Yogyakarta di Tanah Batang, Kirab Budaya HUT Ke-60 Tampil Lebih Sakral
Batang - Kabupaten Batang bersiap menghelat pesta rakyat yang tak biasa. Memperingati hari jadinya Ke-60, tradisi Kirab Budaya tahun ini tampil lebih kolosal dan sakral, membawa atmosfer keagungan Kasultanan Yogyakarta ke tanah Batang.
12 Apr 2026 Jumadi 50
Gubernur Jateng Dorong PPRT Batang Jadi Percontohan, Tekankan Peran Strategis RT Gubernur Jateng Dorong PPRT Batang Jadi Percontohan, Tekankan Peran Strategis RT
Gubernur Jateng Dorong PPRT Batang Jadi Percontohan, Tekankan Peran Strategis RT
Batang - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melakukan kunjungan dalam rangka Ziarah Kebangsaan sekaligus pembinaan Paguyuban Ketua Rukun Tetangga (PPRT) di Desa Gringgingsari, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Minggu (1242026).
12 Apr 2026 Jumadi 97
PBSI Batang Dikukuhkan, Targetkan Atlet Lolos 10 Besar Porprov PBSI Batang Dikukuhkan, Targetkan Atlet Lolos 10 Besar Porprov
PBSI Batang Dikukuhkan, Targetkan Atlet Lolos 10 Besar Porprov
Batang - Pengurus Provinsi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Jateng telah mengkuhkan, Suudi sebagai Ketua PBSI Batang untuk masa bakti 2025 - 2029. Pasca dikukuhkan, seluruh Pengkab PBSI Batang segera menggelar rapat kerja untuk menentukan target dan even yang dapat membawa atlet bulutangkis daerah menembus ke kancah provinsi maupun nasional.
11 Apr 2026 Jumadi 81
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 178
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
10 Apr 2026 Jumadi 122