Batang - Pemerintah Kabupaten Batang bersama Korwil III KPK Republik Indonesia menggelar rapat Monitoring Center for Prevention (MCP) atau monitoring capaian kinerja program pencegahan korupsi di Aula Bupati, Kabupaten Batang, Rabu (25/5/2022).
Batang -
Penilaian MCP mencakup
8 area intervensi, yaitu Perencanaan dan Penganggaran Anggaran Pendapatan dan
Belanja Daerah (APBD), Pengadaan Barang dan Jasa, Perizinan, Pengawasan APIP,
Manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN), Optimalisasi Pajak Daerah, Manajemen
Aset Daerah dan Tata Kelola Keuangan Daerah.
Penjabat (Pj) Bupati
Batang Lani Dwi Rejeki mengatakan, bahwa MCP Kabupaten Batang tahun 2021
presentase capaian sebesar 94,02 menempati peringkat 11 di Jawa Tengah. Capaian
ini melebihi tahun 2020 dengan presentase sebesar 90,06 meskipun peringkatnya
menurun.
“Capaian pada tahun
2021 yang meningkat ini karena ada pendampingan langsung dari Korwil III KPK RI
yang kebetulan Ketuanya Brigjen Pol
Bachtiar Ujang Purnama putra Kabupaten Batang sendiri, jadi beliau berikan
pengawasan yang lebih ketat,†jelasnya.
Dijelaskannya, pada
tahun 2021 kemarin masing-masing area intervensi yang nilainya 100 hanya ada
dua yaitu manajemen ASN dan tata kelola keuangan daerah. Untuk area yang
lainnya kurang maksimal nilainya.
Pada tahun ini optimis
Kabupaten Batang akan ada peningkatan MCP, karena sudah memulai upload
data-data tinggal menunggu verifikasi saja.
“Kegiatan rapat
koordinasi dan evaluasi seperti ini dapat dilakukan secara rutin untuk memantau
perkembangan capaian serta menentukan langkah percepatan pemenuhan
indikator-indikator yang telah ditetapkan pada delapan area intervensi MCP KPK,â€
ungkapnya.
Sementara, Ketua Korwil
Wilayah III KPK Republik Indonesia Brigjen Pol Bachtiar Ujang Purnama menyampaikan,
nilai 94,02 persen MCP Kabupaten Batang itu benar-benar sangat luar biasa
meskipun daerah lain mengejar lebih keras lagi jadi nilainya lebih dari Kabupaten
Batang.
“Nilai MCP di wilayah Jawa
Tengah ini memang sudah banyak daerah yang mencapai nilai 90 bahkan ada 19
daerah pada tahun 2021 jauh sekali dibandingkan tahun 2020 hanya ada 5 daerah
saja,†terangnya.
Kabupaten Batang cukup
signifikan kenaikan nilainya melihat persaingan sudah sangat ketat bahkan
Provinsi Semarang juga kalah tinggi dengan Kabupaten Semarang yang mempunyai
nilai paling tinggi 97 MCP nya.
“Mudah-mudahan dan saya
yakin untuk tahun 2022 Kabupaten Batang dengan ritme kerja yang bagus pada
tahun sebelumnya pasti kedepan akan semakin bagus,†ujar dia. (MC Batang,
Jateng/Roza/Jumadi)