PMK Tak Tulari Manusia, Pebisnis Peternakan Diminta Tetap Waspada

Kamis, 12 Mei 2022 Jumadi Dibaca 721 kali Sosial
PMK Tak Tulari Manusia, Pebisnis Peternakan Diminta Tetap Waspada
Batang Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang belum lama ini kembali menjangkiti hewan ternak khususnya berkuku belah, di beberapa wilayah Provinsi Jawa Timur, meski tidak dapat menular pada manusia, namun bagi para pebisnis peternakan, termasuk tukang jagal hingga instansi terkait masih menaruh kewaspadaan, agar tidak memasuki wilayah Kabupaten Batang.

Batang Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang belum lama ini kembali menjangkiti hewan ternak khususnya berkuku belah, di beberapa wilayah Provinsi Jawa Timur, meski tidak dapat menular pada manusia, namun bagi para pebisnis peternakan, termasuk tukang jagal hingga instansi terkait masih menaruh kewaspadaan, agar tidak memasuki wilayah Kabupaten Batang.

Beberapa daerah yang hewan ternaknya terpapar PMK antara lain: Gresik, Mojokerto dan Lumajang.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dislutkannak (Dislutkannak) Batang, Syam Manohara mengatakan, masyarakat tidak perlu merasa takut, karena tidak menular pada manusia, namun penularannya justru sangat masif pada hewan berkuku belah, seperti sapi, kerbau, kambing, domba, rusa dan babi.

“Seluruh elemen terkait seperti pengepul maupun tukang jagal, diminta mengoptimalkan pengawasan. Kalau sampai masuk ke regional masing-masing penularannya sangat masif, bahkan bisa lewat embusan udara jarak 10 kilometer,” katanya, usai menggelar Sosialisasi Pencegahan dan Pengendalian PMK, di Gedung Pramuka, Kabupaten Batang, Kamis (12/5/2022).

Di tahun 1985 Indonesia telah bebas dari PMK dan mendapat pengakuan internasional tahun 1990 silam.

“Tapi secara mendadak Kamis pekan lalu, PMK muncul kembali di Jawa Timur. Bahkan sekarang sudah masuk ke Jawa Tengah seperti Rembang, Boyolali, Klaten, Purbalingga, Banyumas dan petugas kemarin juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap sapi yang terjangkit di Pemalang, sedangkan hasil pemeriksaan masih harus menanti informasi dari tim laboratorium,” jelasnya.

Ia memastikan, para petugas kesehatan hewan di Kabupaten Batang sudah melakukan pemeriksaan di kantong-kantong potensial yang dimungkinkan rawan menjadi penularan virus.

“Alhamdulillah di Batang masih aman, tapi kami tetap melakukan pengawasan selama 24 jam. Sampai sekarang kami masih menunggu arahan dari Dirjen Penanganan Kesehatan Hewan Indonesia, tapi upaya Dislutkannak Batang saat ini menyosialisasikan bahaya PMK kepada pebisnis peternakan dan tukang jagal hewan ternak, agar tetap waspada,” tegasnya.

Metode diagnosa pada sapi yang terpapar PMK yakni kepincangan, kelenjar submandibula membengkak, nafsu makan menurun, lepuh pada area mulut, suhu tubuh 41⁰C dan produksi susu menurun pada sapi perah.

“Kalau ada gejala tersebut, segera melapor kepada Dislutkannak atau bisa ke tingkat kecamatan. Nanti oleh tim medis akan didiagnosis dan dilaporkan ke Laboratorium Uji Sampel Balai Besar Petrina Wates dan Pusvetma Surabaya, hasilnya dapat diketahui dua hari kemudian,” terangnya.

Apabila dinyatakan positif, suatu daerah itu diisolasi dengan tidak diizinkan mengeluarkan atau memasukkan hewan ternak.

“Dari laporan yang didapat, di Pemalang hasil sudah mengarah ke sana, tapi petugas masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dampak yang dirasakan justru di bidang perekonomian karena akan terjadi penurunan produktivitas hewan ternak.

“Penurunan produksi susu sampai 50 persen, kematian sapi usia muda bisa sampai 50 persen,” ujar dia.

Berdasarkan data, populasi sapi di Kabupaten Batang sebanyak 23 ribu ekor terdiri dari usia dewasa maupun muda.

“Diprediksikan bisa menyebabkan kematian sapi muda sebanyak 6 ribu ekor dan dewasa seribu ekor,” imbuhnya.

Untuk mencegah masuknya PMK ke Kabupaten Batang, maka dibutuhkan kerja sama dalam pencegahan oleh TNI/Polri, instansi terkait seperti Dislutkannak, Satpol PP, Disperindagkop dan UKM bersama pebisnis ternak. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Kirab Budaya HUT Ke-60 Batang, Perkuat Akar Sejarah Kirab Budaya HUT Ke-60 Batang, Perkuat Akar Sejarah
Kirab Budaya HUT Ke-60 Batang, Perkuat Akar Sejarah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menggelar Kirab Budaya dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-60 dengan mengusung tema Kesultanan Yogyakarta, di Pendopo Kabupaten Batang Minggu (1242026).
12 Apr 2026 Jumadi 87
Sentuhan Kraton Yogyakarta di Tanah Batang, Kirab Budaya HUT Ke-60 Tampil Lebih Sakral Sentuhan Kraton Yogyakarta di Tanah Batang, Kirab Budaya HUT Ke-60 Tampil Lebih Sakral
Sentuhan Kraton Yogyakarta di Tanah Batang, Kirab Budaya HUT Ke-60 Tampil Lebih Sakral
Batang - Kabupaten Batang bersiap menghelat pesta rakyat yang tak biasa. Memperingati hari jadinya Ke-60, tradisi Kirab Budaya tahun ini tampil lebih kolosal dan sakral, membawa atmosfer keagungan Kasultanan Yogyakarta ke tanah Batang.
12 Apr 2026 Jumadi 58
Gubernur Jateng Dorong PPRT Batang Jadi Percontohan, Tekankan Peran Strategis RT Gubernur Jateng Dorong PPRT Batang Jadi Percontohan, Tekankan Peran Strategis RT
Gubernur Jateng Dorong PPRT Batang Jadi Percontohan, Tekankan Peran Strategis RT
Batang - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melakukan kunjungan dalam rangka Ziarah Kebangsaan sekaligus pembinaan Paguyuban Ketua Rukun Tetangga (PPRT) di Desa Gringgingsari, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Minggu (1242026).
12 Apr 2026 Jumadi 104
PBSI Batang Dikukuhkan, Targetkan Atlet Lolos 10 Besar Porprov PBSI Batang Dikukuhkan, Targetkan Atlet Lolos 10 Besar Porprov
PBSI Batang Dikukuhkan, Targetkan Atlet Lolos 10 Besar Porprov
Batang - Pengurus Provinsi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Jateng telah mengkuhkan, Suudi sebagai Ketua PBSI Batang untuk masa bakti 2025 - 2029. Pasca dikukuhkan, seluruh Pengkab PBSI Batang segera menggelar rapat kerja untuk menentukan target dan even yang dapat membawa atlet bulutangkis daerah menembus ke kancah provinsi maupun nasional.
11 Apr 2026 Jumadi 85
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 178
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
10 Apr 2026 Jumadi 123