Batang - Sebanyak 24 siswa Kejar Paket A Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIB Batang mengkuti Tes Pennilaian Akhir semester I di Lapas Batang, Senin (13/12/2021).
Batang
- Sebanyak 24 siswa Kejar Paket A Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas
IIB Batang mengkuti Tes Pennilaian Akhir semester I di Lapas Batang, Senin
(13/12/2021).
Salah
seorang pengajar kejar Paket Arie Rusmiyati dari Pusat Kegiatan Belajar
Masyarakat Wahana ilmu yang mendampingi peserta ujian mengatakan, ujian
semester I tersebut menggunakan setara daring dari Kemendikbud.
“Ujian
semester I tersebut tersebut menggunakan setara daring dari Kemendikbud.
Peserta tes tinggal memasukkan username dan pasword yang telah diberikan,†jelasnya.
Arie
menambahkan nantinya pihak Dinas pendidikan dapat bisa melihat nilai
masing-masing peserta. Kesulitan yang dihadapi para peserta dalam mengikuti
ujian daring tersebut.
Menurutnya
para peserta yang kebanyakan sudah berusia lanjut dan belum pernah menggunakan Komputer
(PC) mengalami kesulitan dalam mengoperasikannya. Untuk itu pihaknya mambantu
peserta dalam memasukkan username dan pasword.
“Kendalanya
kebanyakan peserta sudah berusia lanjut dan belum pernah menggunakan PC
mengalami kesulitan dalam mengoperasikannya. Ditambah ujian ini dilaksanakan
serentak se-Kabupaten Batang sehingga jaringan bisa lambat,†terangnya.
Ia juga meminta WBP yang
hendak bebas tidak risau. Bagi WBP yang bebas sebelum menyelesaikan pendidikan
Kejar Paket A dapat meneruskan belajar ditempat lain dengan membawa surat
pindah.
“WBP yang bebas bisa
melanjutkan belajar kejar paket dengan menggunakan surat pindah karena sudah
terdaftar di Dapodik,†tegasnya.
Sementara itu, Kepala lapas
Kelas IIB Batang Rindra Wardhana melalui Kepala Seksi Pembinaan Napi dan Anak
Didik (Kasi Binadik) Satriya Dinda Wicaksono menjelaskan pihaknya menyediakan
ruang khusus dan 12 perangkat komputer (PC) untuk pelaksanan ujian tersebut
yang terhubung dengan jaringan internet.
“Kegiatan belajar Kejar
Paket A dilaksanakan tiga kali seminggu kamis jumat sabtu. Para peserta sangat
antusias bahkan minta seminggu berangkat terus. Namun karena keterbatasan
tenaga pengajar maka seminggu hanya dilaksanakan tiga kali,†terangnya.
Tujuan terselenggaranya
program kejar paket ini adalah agar para WBP yang bahkan belum sempat menyenyam
bangku pendidikan dapat mengikuti program ini. Diharapkan setelah bebas nanti,
para peserta kejar paket tersebut dapat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang
yang lebih tinggi.
“Selain itu kegiatan ini
juga kami adakan dalam rangka mendukung program pemerintah untuk menurunkan
angka penduduk buta huruf di Indonesia sehingga menjadi bekal hidup untuk diri
beserta keluarganya di masa depan nanti,†ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)