OPD Terkait, Diminta Optimalkan Penganggaran Penanganan Stunting

Senin, 11 Oktober 2021 Jumadi Dibaca 554 kali Kesehatan
OPD Terkait, Diminta Optimalkan Penganggaran Penanganan Stunting
Batang - Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang) Kabupaten Batang meminta agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait tetap mengoptimalkan anggaran dalam menangani stunting.

Batang - Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang) Kabupaten Batang meminta agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait tetap mengoptimalkan anggaran dalam menangani stunting.

Kepala Bappelitbang Batang, Ari Yudianto menyampaikan, tahun 2022 meskipun belanja di OPD harus disesuai karena adanya pengurangan Dana Alokasi Umum (DAU) dari Pemerintah Pusat, namun dana untuk penanganan stunting jangan sampai ada pengurangan.

“Dana transfer dari Pemerintah Pusat hanya Rp49 miliar. Nanti mau tidak mau belanja di OPD harus menyesuaikan, maka apabila ada kegiatan yang masih bisa ditunda ya di tunda dulu, namun khusus pada penanganan stunting karena untuk kepentingan masyarakat dan ditargetkan menurun, jadi tidak bisa ditunda,” katanya, usai menjadi narasumber pada Pertemuan Penyusunan Regulasi Stunting di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Senin (11/10/2021).

Ia menambahkan, terkait dengan anggaran yang sangat terbatas, paling tidak OPD yang berkaitan langsung dengan penanganan stunting, diharapkan ada alokasi anggaran walaupun tidak terlalu besar, tetapi tetap ada intervensi untuk penanggulangan stunting.

Kepala Dinas Kesehatan Batang, dr. Didiet Wisnuhardanto menyampaikan, Kabupaten Batang memang mengalami penurunan angka stunting dari tahun ke tahun.

“Alhamdulillah ada penurunan di tahun 2020 sebesar 16%, tahun 2021 15,67%. Mudah-mudahan kedepan semakin menurun,” katanya.

Ia mengatakan, salah satu strategi menurunkan angka stunting dengan memberikan perhatian lebih kepada ibu hamil.

“Kami mempunyai program ibu hamil dimasukkan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kabupaten Batang mendapat kuota 3 ribu pasien hingga bulan Desember,” jelasnya.

Ia mengharapkan, JKN tersebut diberikan tepat sasaran yakni ibu hamil yang termasuk warga kurang mampu atau bagi mereka yang menunggak biaya JKN, yang disebabkan beberapa hal.

“Pengurusannya bisa lewat Puskesmas atau dengan surat pernyataan Kepala Dinas Kesehatan,” tegasnya.

Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga DP3AP2KB Batang Sri Eprileni menerangkan, jika diukur dari angka stunting nasional, sebenarnya Kabupaten Batang termasuk tidak terlalu tinggi. Namun untuk memotivasi OPD terkait karena 15,67% di bulan Februari masih cukup tinggi.

“Targetnya di tahun 2024 angka stunting di Kabupaten Batang bisa turun sampai 12%,” tegasnya.

Ia mengimbau, agar OPD terkait dapat melakukan pendataan terhadap kegiatan yang berkaitan dengan stunting.

Di sisi lain, Pemerintah Desa sangat berperan penting terhadap pencegahan stunting.

“OPD harus menginventaris kegiatan pencegahan stunting yang bisa direalisasikan di desa. Sehingga bisa memotivasi desa, untuk bersinergi mencegah terjadinya stunting,” tandasnya.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan Pemerintah Desa, Dispermades dan Kantor Kemenag yakni dapat melakukan pencegahan pernikahan anak.

“Desa berperan penting karena aparat desa yang tahu di desanya ada berapa ibu hamil dan bagaimana kondisinya,” ujar dia.

Salah satu OPD yang berperan penting untuk menyosialisasikan pencegahan stunting adalah Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo Batang Puji Setyowati mengutarakan, sebagian besar masyarakat menengah ke bawah lebih sering mendengarkan informasi yang berbalut hiburan melalui Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Abirawa FM.

“Jadi kami mengoptimalkan keberadaan radio Abirawa untuk menyosialisasi pencegahan stunting, lewat spot-spot siaran,” ungkapnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi) 

Berita Lainnya

BKPSDM Batang Sebut Metode Non-Klasikal Batang Corpu Bisa Hemat Anggaran Hingga 4 Kali Lipat BKPSDM Batang Sebut Metode Non-Klasikal Batang Corpu Bisa Hemat Anggaran Hingga 4 Kali Lipat
BKPSDM Batang Sebut Metode Non-Klasikal Batang Corpu Bisa Hemat Anggaran Hingga 4 Kali Lipat
Batang - Penerapan metode non-klasikal dalam program Batang Corporate University (Batang Corpu) diklaim mampu memangkas anggaran pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batang hingga empat kali lipat dibandingkan metode konvensional. Langkah ini diambil sebagai solusi atas terbatasnya anggaran daerah yang selama ini membuat mayoritas ASN belum mendapatkan hak pengembangan kompetensi mereka secara maksimal.
19 Jun 2026 Jumadi 38
5.000 Rumah di Kawasan Penyangga KITB Bakal Nikmati Air Bersih pada 2028 5.000 Rumah di Kawasan Penyangga KITB Bakal Nikmati Air Bersih pada 2028
5.000 Rumah di Kawasan Penyangga KITB Bakal Nikmati Air Bersih pada 2028
Batang - Perumda Air Minum Sendang Kamulyan Kabupaten Batang tengah bersiap mengambil peran besar dalam mendukung operasional Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). Melalui usulan panjang yang akhirnya diakomodasi oleh pemerintah pusat, pasokan air bersih bagi masyarakat di wilayah penyangga kawasan industri tersebut kini mulai menemui titik terang.
19 Jun 2026 Jumadi 46
Langkah Batang Menuju Pasar Global, Ketika Produk Lokal Dilirik UKM IKM Nusantara Langkah Batang Menuju Pasar Global, Ketika Produk Lokal Dilirik UKM IKM Nusantara
Langkah Batang Menuju Pasar Global, Ketika Produk Lokal Dilirik UKM IKM Nusantara
Batang - Potensi ekonomi Kabupaten Batang tampaknya kian seksi di mata para pelaku usaha nasional. Deretan produk unggulan, pesona wisata yang apik, hingga grafik pertumbuhan ekonomi yang terus mendaki, sukses mencuri perhatian organisasi UKM IKM Nusantara. Mereka kini bersiap pasang badan untuk menjembatani produk-produk asli Batang agar bisa melenggang ke pasar yang jauh lebih luas.
18 Jun 2026 Jumadi 117
Bupati Batang: Ruang Publik untuk Masyarakat, Bukan Tempat Berjualan Bupati Batang: Ruang Publik untuk Masyarakat, Bukan Tempat Berjualan
Bupati Batang: Ruang Publik untuk Masyarakat, Bukan Tempat Berjualan
Batang - Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menegaskan bahwa seluruh ruang terbuka publik, fasilitas umum (fasum), dan fasilitas sosial (fasos) di Kabupaten Batang tidak boleh digunakan sebagai lokasi berjualan maupun diperjualbelikan sebagai lapak usaha. Penegasan tersebut disampaikan usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) pembangunan trotoar dan penataan kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Alun-Alun Bandar, Kabupaten Batang, Kamis (1862026).
18 Jun 2026 Jumadi 82
Pemkab Batang Salurkan BLT DBHCHT 2026, Bantu Ringankan Beban Masyarakat Pemkab Batang Salurkan BLT DBHCHT 2026, Bantu Ringankan Beban Masyarakat
Pemkab Batang Salurkan BLT DBHCHT 2026, Bantu Ringankan Beban Masyarakat
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Sosial (Dinsos), mulai menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2026 kepada masyarakat penerima manfaat di sejumlah kecamatan. Penyaluran bantuan secara simbolis dilakukan di Aula Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, Kamis (1862026).
18 Jun 2026 Jumadi 121
Pantau Kemanfaatan MBG, BPJS Kesehatan Cek Kesehatan Pelajar Batang Pantau Kemanfaatan MBG, BPJS Kesehatan Cek Kesehatan Pelajar Batang
Pantau Kemanfaatan MBG, BPJS Kesehatan Cek Kesehatan Pelajar Batang
Batang - BPJS Kesehatan Cabang Pekalongan bekerja sama dengan Puskesmas Batang 3 menggelar cek kesehatan gratis sekaligus pemantauan gizi bagi penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG), di SMA Negeri 2 Batang, Kabupaten Batang, Kamis (1862026). Pantauan dilakukan untuk mengetahui sejauh mana nilai kemanfaatan program tersebut bagi penerima, dengan memperhatikan Indeks Masa Tubuh (IMT).
18 Jun 2026 Jumadi 137