Batang - Para orang tua wajib mewaspadai terjadinya gejala jantung rematik pada anak usia dini 5 tahun hingga remaja 15 tahun. Penyakit tersebut mayoritas menjangkiti usia produktif yang disebabkan adanya bakteri infeksi radang tenggorokan yang dibawa ke pembuluh darah lalu menempel pada jaringan jantung.
Batang - Para orang tua wajib mewaspadai terjadinya
gejala jantung rematik pada anak usia dini 5 tahun hingga remaja 15 tahun.
Penyakit tersebut mayoritas menjangkiti usia produktif yang disebabkan adanya
bakteri infeksi radang tenggorokan yang dibawa ke pembuluh darah lalu menempel
pada jaringan jantung.
dr. Bima Suryaatmadja, spesialis jantung dan
pembuluh darah menyarankan, apabila terdeteksi melalui beberapa gejala segera
memeriksakan diri ke dokter spesialis.
“Kalau masih anak-anak bisa dibawa ke spesialis anak
atau spesialis jantung, karena penanganannya dilakukan lebih awal, potensi
untuk sembuh lebih besar,†katanya, saat ditemui di RS QIM Kabupaten Batang,
bertepatan dengan Hari Jantung Sedunia, Rabu (29/9/2021).
Ia menegaskan, untuk mencegah jantung rematik, perlu
dilakukan langkah pencegahan dengan menjaga higienitas mulut dan
tenggorokannya.
“Kalau memang mengalami radang tenggorokan, minum
obat sesuai dosis anjuran dokter. Terutama obat antibiotik harus diminum secara
berkelanjutan hingga sepekan, walaupun gejalanya sudah menghilang,†jelasnya.
Ia menyarankan, agar anak terhindar dari penyakit
jantung rematik, orang tua harus membiasakan pola hidup sehat sejak dini.
“Terapkan olahraga teratur sejak muda, seperti
bersepeda atau lari. Manfaat lainnya bisa menjaga berat badan tetap ideal,
mencegah obesitas, hindari merokok dan pola makan yang sehat untuk menjaga
kadar kolestrol tetap normal,†terangnya.
Ia menambahkan, peringatan Hari Jantung Sedunia tahun
ini masih bersamaan dengan Pandemi Covid-19.
“Masyarakat yang dekat dengan dunia digital
hendaknya ikut menyosialisasikan informasi positif seputar jantung, bukan
menyebarkan berita hoaks. Penyakit jantung ini tetap harus dikontrol,
mendapatkan pengobatan optimal sama sebelum pandemi, jika sampai terpapar
Covid-19 bisa dikategorikan risiko tinggi, jadi vaksinasi tetap sebagai langkah
pencegahan pandemi,†ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)