Turunkan Angka TB Anak, Petugas Gencarkan Terapi

Selasa, 14 September 2021 Jumadi Dibaca 1.850 kali Kesehatan
Turunkan Angka TB Anak, Petugas Gencarkan Terapi
Batang - Para petugas kesehatan diminta menggencarkan terapi Profilaksis atau pencegahan Tuberkulosis (TB), untuk menurunkan angka penularannya, terutama pada anak yang memiliki kontak erat dengan penderita dewasa.

Batang - Para petugas kesehatan diminta menggencarkan terapi Profilaksis atau pencegahan Tuberkulosis (TB), untuk menurunkan angka penularannya, terutama pada anak yang memiliki kontak erat dengan penderita dewasa.

Untuk mengoptimalkan pencegahan penularan TB, Dinas Kesehatan Kabupaten Batang menghadirkan dr. M. Syarofil Anam spesialis anak menjadi narasumber utama, dalam kegiatan Sosialisasi dan Pencegahan TB Pada Anak, di Aula Hotel Mandarin, Kota Pekalongan, Selasa (14/9/2021).

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinas Kesehatan Batang, dr. Ida Susilaksmi menyampaikan, kegiatan ini untuk mengingatkan para petugas di puskesmas maupun rumah sakit, bahwa TB anak perlu mendapatkan perhatian khusus.

“Kasus TB pada anak itu 17% dari kasus dewasa. Berdasarkan data dari WHO, tahun 2019 Indonesia menempati peringkat ketiga dan tahun 2020 Indonesia menduduki peringkat kedua dunia setelah India, ini menjadi perhatian kita bersama,” jelasnya.

Lebih lanjut, dia menerangkan, TB dewasa di Kabupaten Batang tahun 2020, ditemukan 855 kasus, kemudian hingga bulan Juni 2021 ada 378 kasus.

“Untuk TB anak di tahun 2020 ditemukan 48 kasus. Hingga bulan Juni 2021 baru ditemukan 10 kasus TB anak,” katanya.

Sementara untuk terapi Profilaksis pada anak masih jauh dari yang diharapkan, yakni 0,02%. Padahal dengan imunitas anak yang rendah, sangat berisiko tertular TB dari penderita dewasa.

“Kerentanan untuk tertular sangat tinggi, apabila di dalam rumah dia tinggal bersama orang dewasa yang positif TB, walaupun gejalanya tidak khas. Namun tetap harus dilakukan terapi pencegahan, sebab jika tidak kemungkinan besar anak akan tertular,” ungkapnya.

Kesadaran masyarakat untuk berobat, terlebih di masa pandemi, sebagian besar oarang masih takut untuk pergi ke fasilitas pelayanan kesehatan, apalagi ke rumah sakit.

Sebagian orang juga beranggapan TB itu penyakit yang memalukan, jadi mereka menutup-nutupi seandainya dia terkena. Apalagi proses pengobatannya membutuhkan ketelatenan karena jangka panjang hingga 6 bulan.

“Semoga kedepan kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatannya semakin tinggi. Para petugas pun tidak patah semangat, untuk melakukan pelacakan pada kasus  atau kontak erat TB, sehingga wilayah Zero TB benar-benar terwujud di tahun 2030,” harapnya.

Sementara itu, dr. M. Syarofil Anam, spesialis anak dari Fakultas Kedokteran Undip Semarang, mengatakan, selama Pandemi Covid-19 terjadi penurunan kasus TB anak. Kejadian itu diduga akibat tidak terlaporkan.

“Semua konsentrasinya pada Covid-19, padahal kematian akibat TB itu tinggi sekali. Risiko pada anak usia di bawah 5 tahun, sangat tinggi, karena semakin muda anak, maka semakin mudah terkena TB yang berat,” terangnya.

TB berat bisa menyebabkan komplikasi hingga ke otak bahkan kejang. Penting bagi petugas kesehatan untuk mencari penderita TB pada anak sedini mungkin.

“Kalau temuan TB berat meningkat, yang akan mengakibatkan kecacatan anak, bahkan kematian bisa dihindari sedini mungkin,” tuturnya.

Pengobatan bagi penderita TB cenderung lama, minimal 6 bulan. Umumnya respons setelah meminum obat tersebut sangat bagus.

“Gejala yang timbul pada anak itu, batuk yang lama, berat badan turun meskipun makannya banyak, perilaku anak tidak aktif dan demam yang cukup lama,” imbuhnya.

Ia menegaskan, sebelum anak terkena TB, sebaiknya diobati sesegera mungkin. Pencegahan itu dapat dilakukan sejak anak berusia di bawah 5 tahun yang kontak langsung dengan penderita TB dewasa.

“Terapi untuk pencegahan pakai obat cuma satu jenis selama 6 bulan. Kalau buat penderita TB positif obat yang diberikan 3 jenis,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Lindungi Pekerja Informal, BPJS Ketenagakerjaan Batang Serahkan Santunan JKM dan JKK Lindungi Pekerja Informal, BPJS Ketenagakerjaan Batang Serahkan Santunan JKM dan JKK
Lindungi Pekerja Informal, BPJS Ketenagakerjaan Batang Serahkan Santunan JKM dan JKK
Batang - Program BPJS Ketenagakerjaan melindungi pekerja informal atau Bukan Penerima Upah (BPU) melalui kepesertaan mandiri dengan pilihan iuran sangat terjangkau. Iuran termurahnya mulai dari Rp16.800,00 hingga Rp36.800,00 per bulan, dan tersedia subsidi potongan iuran 50 untuk program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) selama bulan April Desember 2026.
18 Jun 2026 Jumadi 27
Bupati Batang: Ruang Publik untuk Masyarakat, Bukan Tempat Berjualan Bupati Batang: Ruang Publik untuk Masyarakat, Bukan Tempat Berjualan
Bupati Batang: Ruang Publik untuk Masyarakat, Bukan Tempat Berjualan
Batang - Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menegaskan bahwa seluruh ruang terbuka publik, fasilitas umum (fasum), dan fasilitas sosial (fasos) di Kabupaten Batang tidak boleh digunakan sebagai lokasi berjualan maupun diperjualbelikan sebagai lapak usaha. Penegasan tersebut disampaikan usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) pembangunan trotoar dan penataan kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Alun-Alun Bandar, Kabupaten Batang, Kamis (1862026).
18 Jun 2026 Jumadi 37
Pemkab Batang Salurkan BLT DBHCHT 2026, Bantu Ringankan Beban Masyarakat Pemkab Batang Salurkan BLT DBHCHT 2026, Bantu Ringankan Beban Masyarakat
Pemkab Batang Salurkan BLT DBHCHT 2026, Bantu Ringankan Beban Masyarakat
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Sosial (Dinsos), mulai menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2026 kepada masyarakat penerima manfaat di sejumlah kecamatan. Penyaluran bantuan secara simbolis dilakukan di Aula Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, Kamis (1862026).
18 Jun 2026 Jumadi 34
Langkah Batang Menuju Pasar Global, Ketika Produk Lokal Dilirik UKM IKM Nusantara Langkah Batang Menuju Pasar Global, Ketika Produk Lokal Dilirik UKM IKM Nusantara
Langkah Batang Menuju Pasar Global, Ketika Produk Lokal Dilirik UKM IKM Nusantara
Batang - Potensi ekonomi Kabupaten Batang tampaknya kian seksi di mata para pelaku usaha nasional. Deretan produk unggulan, pesona wisata yang apik, hingga grafik pertumbuhan ekonomi yang terus mendaki, sukses mencuri perhatian organisasi UKM IKM Nusantara. Mereka kini bersiap pasang badan untuk menjembatani produk-produk asli Batang agar bisa melenggang ke pasar yang jauh lebih luas.
18 Jun 2026 Jumadi 33
Ratusan Pelajar Ramaikan Turnamen Mobile Legends Kapolres Batang Cup 2026 Ratusan Pelajar Ramaikan Turnamen Mobile Legends Kapolres Batang Cup 2026
Ratusan Pelajar Ramaikan Turnamen Mobile Legends Kapolres Batang Cup 2026
Batang - Ratusan pelajar dan generasi muda Kabupaten Batang menunjukkan kemampuan strategi dan kerja sama tim dalam ajang Mobile Legends Kapolres Batang Cup 2026 yang digelar di Pendopo Kabupaten Batang, Kamis (1862026). Turnamen esports tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara Ke-80 dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat.
18 Jun 2026 Jumadi 24
Pantau Kemanfaatan MBG, BPJS Kesehatan Cek Kesehatan Pelajar Batang Pantau Kemanfaatan MBG, BPJS Kesehatan Cek Kesehatan Pelajar Batang
Pantau Kemanfaatan MBG, BPJS Kesehatan Cek Kesehatan Pelajar Batang
Batang - BPJS Kesehatan Cabang Pekalongan bekerja sama dengan Puskesmas Batang 3 menggelar cek kesehatan gratis sekaligus pemantauan gizi bagi penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG), di SMA Negeri 2 Batang, Kabupaten Batang, Kamis (1862026). Pantauan dilakukan untuk mengetahui sejauh mana nilai kemanfaatan program tersebut bagi penerima, dengan memperhatikan Indeks Masa Tubuh (IMT).
18 Jun 2026 Jumadi 73