Turunkan Angka TB Anak, Petugas Gencarkan Terapi

Selasa, 14 September 2021 Jumadi Dibaca 1.848 kali Kesehatan
Turunkan Angka TB Anak, Petugas Gencarkan Terapi
Batang - Para petugas kesehatan diminta menggencarkan terapi Profilaksis atau pencegahan Tuberkulosis (TB), untuk menurunkan angka penularannya, terutama pada anak yang memiliki kontak erat dengan penderita dewasa.

Batang - Para petugas kesehatan diminta menggencarkan terapi Profilaksis atau pencegahan Tuberkulosis (TB), untuk menurunkan angka penularannya, terutama pada anak yang memiliki kontak erat dengan penderita dewasa.

Untuk mengoptimalkan pencegahan penularan TB, Dinas Kesehatan Kabupaten Batang menghadirkan dr. M. Syarofil Anam spesialis anak menjadi narasumber utama, dalam kegiatan Sosialisasi dan Pencegahan TB Pada Anak, di Aula Hotel Mandarin, Kota Pekalongan, Selasa (14/9/2021).

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinas Kesehatan Batang, dr. Ida Susilaksmi menyampaikan, kegiatan ini untuk mengingatkan para petugas di puskesmas maupun rumah sakit, bahwa TB anak perlu mendapatkan perhatian khusus.

“Kasus TB pada anak itu 17% dari kasus dewasa. Berdasarkan data dari WHO, tahun 2019 Indonesia menempati peringkat ketiga dan tahun 2020 Indonesia menduduki peringkat kedua dunia setelah India, ini menjadi perhatian kita bersama,” jelasnya.

Lebih lanjut, dia menerangkan, TB dewasa di Kabupaten Batang tahun 2020, ditemukan 855 kasus, kemudian hingga bulan Juni 2021 ada 378 kasus.

“Untuk TB anak di tahun 2020 ditemukan 48 kasus. Hingga bulan Juni 2021 baru ditemukan 10 kasus TB anak,” katanya.

Sementara untuk terapi Profilaksis pada anak masih jauh dari yang diharapkan, yakni 0,02%. Padahal dengan imunitas anak yang rendah, sangat berisiko tertular TB dari penderita dewasa.

“Kerentanan untuk tertular sangat tinggi, apabila di dalam rumah dia tinggal bersama orang dewasa yang positif TB, walaupun gejalanya tidak khas. Namun tetap harus dilakukan terapi pencegahan, sebab jika tidak kemungkinan besar anak akan tertular,” ungkapnya.

Kesadaran masyarakat untuk berobat, terlebih di masa pandemi, sebagian besar oarang masih takut untuk pergi ke fasilitas pelayanan kesehatan, apalagi ke rumah sakit.

Sebagian orang juga beranggapan TB itu penyakit yang memalukan, jadi mereka menutup-nutupi seandainya dia terkena. Apalagi proses pengobatannya membutuhkan ketelatenan karena jangka panjang hingga 6 bulan.

“Semoga kedepan kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatannya semakin tinggi. Para petugas pun tidak patah semangat, untuk melakukan pelacakan pada kasus  atau kontak erat TB, sehingga wilayah Zero TB benar-benar terwujud di tahun 2030,” harapnya.

Sementara itu, dr. M. Syarofil Anam, spesialis anak dari Fakultas Kedokteran Undip Semarang, mengatakan, selama Pandemi Covid-19 terjadi penurunan kasus TB anak. Kejadian itu diduga akibat tidak terlaporkan.

“Semua konsentrasinya pada Covid-19, padahal kematian akibat TB itu tinggi sekali. Risiko pada anak usia di bawah 5 tahun, sangat tinggi, karena semakin muda anak, maka semakin mudah terkena TB yang berat,” terangnya.

TB berat bisa menyebabkan komplikasi hingga ke otak bahkan kejang. Penting bagi petugas kesehatan untuk mencari penderita TB pada anak sedini mungkin.

“Kalau temuan TB berat meningkat, yang akan mengakibatkan kecacatan anak, bahkan kematian bisa dihindari sedini mungkin,” tuturnya.

Pengobatan bagi penderita TB cenderung lama, minimal 6 bulan. Umumnya respons setelah meminum obat tersebut sangat bagus.

“Gejala yang timbul pada anak itu, batuk yang lama, berat badan turun meskipun makannya banyak, perilaku anak tidak aktif dan demam yang cukup lama,” imbuhnya.

Ia menegaskan, sebelum anak terkena TB, sebaiknya diobati sesegera mungkin. Pencegahan itu dapat dilakukan sejak anak berusia di bawah 5 tahun yang kontak langsung dengan penderita TB dewasa.

“Terapi untuk pencegahan pakai obat cuma satu jenis selama 6 bulan. Kalau buat penderita TB positif obat yang diberikan 3 jenis,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Kirab Budaya HUT Ke-60 Batang, Perkuat Akar Sejarah Kirab Budaya HUT Ke-60 Batang, Perkuat Akar Sejarah
Kirab Budaya HUT Ke-60 Batang, Perkuat Akar Sejarah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menggelar Kirab Budaya dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-60 dengan mengusung tema Kesultanan Yogyakarta, di Pendopo Kabupaten Batang Minggu (1242026).
12 Apr 2026 Jumadi 47
Sentuhan Kraton Yogyakarta di Tanah Batang, Kirab Budaya HUT Ke-60 Tampil Lebih Sakral Sentuhan Kraton Yogyakarta di Tanah Batang, Kirab Budaya HUT Ke-60 Tampil Lebih Sakral
Sentuhan Kraton Yogyakarta di Tanah Batang, Kirab Budaya HUT Ke-60 Tampil Lebih Sakral
Batang - Kabupaten Batang bersiap menghelat pesta rakyat yang tak biasa. Memperingati hari jadinya Ke-60, tradisi Kirab Budaya tahun ini tampil lebih kolosal dan sakral, membawa atmosfer keagungan Kasultanan Yogyakarta ke tanah Batang.
12 Apr 2026 Jumadi 30
Gubernur Jateng Dorong PPRT Batang Jadi Percontohan, Tekankan Peran Strategis RT Gubernur Jateng Dorong PPRT Batang Jadi Percontohan, Tekankan Peran Strategis RT
Gubernur Jateng Dorong PPRT Batang Jadi Percontohan, Tekankan Peran Strategis RT
Batang - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melakukan kunjungan dalam rangka Ziarah Kebangsaan sekaligus pembinaan Paguyuban Ketua Rukun Tetangga (PPRT) di Desa Gringgingsari, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Minggu (1242026).
12 Apr 2026 Jumadi 80
PBSI Batang Dikukuhkan, Targetkan Atlet Lolos 10 Besar Porprov PBSI Batang Dikukuhkan, Targetkan Atlet Lolos 10 Besar Porprov
PBSI Batang Dikukuhkan, Targetkan Atlet Lolos 10 Besar Porprov
Batang - Pengurus Provinsi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Jateng telah mengkuhkan, Suudi sebagai Ketua PBSI Batang untuk masa bakti 2025 - 2029. Pasca dikukuhkan, seluruh Pengkab PBSI Batang segera menggelar rapat kerja untuk menentukan target dan even yang dapat membawa atlet bulutangkis daerah menembus ke kancah provinsi maupun nasional.
11 Apr 2026 Jumadi 69
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 175
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
10 Apr 2026 Jumadi 118