Nglarisi Dodolan, Bantu UMKM Batang Bangkit dari PPKM

Senin, 23 Agustus 2021 Jumadi Dibaca 979 kali IKM UKM UMKM
Nglarisi Dodolan, Bantu UMKM Batang Bangkit dari PPKM
Batang - Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) kini mendapat angin segar melalui program “Nglarisi Dodolan” yang dicanangkan oleh Bupati Batang Wihaji, untuk membantu mereka bangkit dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Batang - Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) kini mendapat angin segar melalui program “Nglarisi Dodolan” yang dicanangkan oleh Bupati Batang Wihaji, untuk membantu mereka bangkit dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Program tersebut ditujukan bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemda, termasuk BUMD dan BUMN, untuk membeli produk UMKM secara langsung.

“Nglarisi Dodolan ini supaya bisa membantu perekonomian UMKM yang terdampak secara ekonomi. Untuk mengetahui perkembangannya kami akan memberikan laporan tiap bulan sekali,” kata Kepala Disperindagkop dan UKM Subiyanto, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (23/8/2021).

Dijelaskannya, program Nglarisi Dodolan tak hanya di lingkup Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemda saja, namun juga tersebar melalui peran koordinator di masing-masing kecamatan.

“Jadwal ditentukan langsung oleh para pelaku UMKM untuk menjajakan produknya berkeliling ke OPD bahkan kantor kecamatan. Kalau di Kota Batang sudah berkeliling ke beberapa OPD di antaranya Disperindag, Dinkes, Dislutkannak, DP3AP2KB,” jelasnya.

Rencananya, dalam waktu dekat para pelaku UMKM akan menggelar dagangannya di lingkungan kantor Bupati.

“Nanti mereka mau menggelar dagangannya di depan kantor Bagian Prokompim yang berdekatan dengan Disparpora dan PKK, di depan Diskominfo yang bersebelahan dengan Dispermades, di depan BKD serta di Jalan Veteran depan Satpol PP,” terangnya.

Ia menerangkan, apabila dilakukan dalam satu titik, dikhawatirkan akan menimbulkan kerumunan.

“Para UMKM akan membawa 300 jenis produk makanan dan 100 jenis produk non makanan berupa kerajinan tangan. Tiap dua atau tiga hari sekali mereka akan membuka lapak di lingkungan Setda, tapi tetap saya minta untuk menjaga protokol kesehatan, sehingga tidak menimbulkan kerumunan,” tegasnya.

Ia menambahkan, produk-produk yang dijajakan harus memenuhi beberapa kualifikasi yakni telah mendapatkan izin Produk Industri Rumah Tangga (PIRT), memiliki label halal.

“Kalau produk makanan jangan yang asal-asalan, artinya memiliki standar kesehatan. Jadi konsumen yang membeli merasa aman dan nyaman serta tidak menimbulkan efek penyakit bagi tubuhnya. Kalau non makanan harus produk yang dibutuhkan masyarakat seperti masker, mukena, kerudung, peci, busana muslim dan lainnya,” tuturnya.

Pelaku UMKM pengolahan ikan, Agus Junaedi menuturkan, produk olahannya dapat dikolaborasikan antar UMKM dari masing-masing kecamatan.

“Ini ada produk dari Kecamatan Bawang dan Reban. Semua produk kami bawa, ada makanan siap saji, kopi dan lainnya,” katanya.

Program ini akan diintensifkan hingga perekonomian para UMKM menggeliat kembali. Kegiatan ini sangat membantu, karena antusias mereka tinggi, mulai dari menyiapkan bahan, memproduksi hingga memasarkan langsung ke konsumen.

“Harganya masih bersahabat, untuk roti Rp15.000 - Rp20.000,00, minuman segar Rp8.000 - Rp15.000,00, olahan ikan Rp15.000 - Rp20.000,00,” ungkapnya.

Omset para pelaku UMKM juga sudah meningkat sedikit demi sedikit. Produknya juga dapat dipesan secara online melalui katalog UMKM Batang yang diinisiasi oleh Disperindagkop dan UKM.

“Semua produk dan harga serta nomor telepon yang bisa dihubungi silakan dilihat di katalog tersebut,” jelasnya.

Salah satu OPD yang menjadi sasaran para pelaku UMKM adalah Dislutkannak. Saat ditemui, usai meninjau program Nglarisi Dodolan, di halaman kantornya, Pelaksana Tugas Dislutkannak, Wondhi Ruki Trisnanto mengatakan, dibukanya lapak di OPD bisa membantu agar produk mereka lebih cepat terjual di masa pandemi.

“Jumlah ASN di sini ada 60 orang yang bisa membantu membeli produk UMKM. Ya ini bisa dilanjut dengan produk-produk olahan makanan lainnya yang lebih variatif,” harapnya.

Salah satu ASN, Narti mengapresiasi program tersebut karena mendekatkan konsumen dengan produk-produk yang diinginkan.

“Saya beli roti, tapi produk lain juga ada seperti terasi sama madu. Ya harganya lumayan bersaing dengan lainnya,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

 

Berita Lainnya

BNN Batang Kemas Edukasi Antinarkoba Berbasis Jelajah Ruang BNN Batang Kemas Edukasi Antinarkoba Berbasis Jelajah Ruang
BNN Batang Kemas Edukasi Antinarkoba Berbasis Jelajah Ruang
Batang - Badan Narkotika Nasional BNN Kabupaten (BNNK) Batang terus berinovasi dalam menyosialisasikan bahaya penyalahgunaan narkoba, dengan mengemas kunjungan berbasis jelajah ruang. Kegiatan ini menjadi pengembangan BNN dalam mengedukasi pelajar yang dibalut dalam program Motivasi Edukasi Generasi Antinarkoba (MEGA), dengan memberikan kesempatan siswa melihat langsung contoh alat peraga berkaitan dengan bahaya narkoba maupun metode pencegahannya.
19 Jun 2026 Jumadi 34
5.000 Rumah di Kawasan Penyangga KITB Bakal Nikmati Air Bersih pada 2028 5.000 Rumah di Kawasan Penyangga KITB Bakal Nikmati Air Bersih pada 2028
5.000 Rumah di Kawasan Penyangga KITB Bakal Nikmati Air Bersih pada 2028
Batang - Perumda Air Minum Sendang Kamulyan Kabupaten Batang tengah bersiap mengambil peran besar dalam mendukung operasional Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). Melalui usulan panjang yang akhirnya diakomodasi oleh pemerintah pusat, pasokan air bersih bagi masyarakat di wilayah penyangga kawasan industri tersebut kini mulai menemui titik terang.
19 Jun 2026 Jumadi 56
BKPSDM Batang Sebut Metode Non-Klasikal Batang Corpu Bisa Hemat Anggaran Hingga 4 Kali Lipat BKPSDM Batang Sebut Metode Non-Klasikal Batang Corpu Bisa Hemat Anggaran Hingga 4 Kali Lipat
BKPSDM Batang Sebut Metode Non-Klasikal Batang Corpu Bisa Hemat Anggaran Hingga 4 Kali Lipat
Batang - Penerapan metode non-klasikal dalam program Batang Corporate University (Batang Corpu) diklaim mampu memangkas anggaran pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batang hingga empat kali lipat dibandingkan metode konvensional. Langkah ini diambil sebagai solusi atas terbatasnya anggaran daerah yang selama ini membuat mayoritas ASN belum mendapatkan hak pengembangan kompetensi mereka secara maksimal.
19 Jun 2026 Jumadi 48
Dolanan Anak, Solusi Media Pembelajaran yang Interaktif dan Menyenangkan Dolanan Anak, Solusi Media Pembelajaran yang Interaktif dan Menyenangkan
Dolanan Anak, Solusi Media Pembelajaran yang Interaktif dan Menyenangkan
Batang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang, menggagas program inovatif berjudul KETAN BUDAYA (Kolaborasi Pelestarian Budaya) dengan mengangkat Dolanan Anak atau Permainan Tradisional sebagai kurikulum pembelajaran Sekolah Dasar (SD).
19 Jun 2026 Jumadi 38
Bupati Batang: Ruang Publik untuk Masyarakat, Bukan Tempat Berjualan Bupati Batang: Ruang Publik untuk Masyarakat, Bukan Tempat Berjualan
Bupati Batang: Ruang Publik untuk Masyarakat, Bukan Tempat Berjualan
Batang - Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menegaskan bahwa seluruh ruang terbuka publik, fasilitas umum (fasum), dan fasilitas sosial (fasos) di Kabupaten Batang tidak boleh digunakan sebagai lokasi berjualan maupun diperjualbelikan sebagai lapak usaha. Penegasan tersebut disampaikan usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) pembangunan trotoar dan penataan kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Alun-Alun Bandar, Kabupaten Batang, Kamis (1862026).
18 Jun 2026 Jumadi 90
Langkah Batang Menuju Pasar Global, Ketika Produk Lokal Dilirik UKM IKM Nusantara Langkah Batang Menuju Pasar Global, Ketika Produk Lokal Dilirik UKM IKM Nusantara
Langkah Batang Menuju Pasar Global, Ketika Produk Lokal Dilirik UKM IKM Nusantara
Batang - Potensi ekonomi Kabupaten Batang tampaknya kian seksi di mata para pelaku usaha nasional. Deretan produk unggulan, pesona wisata yang apik, hingga grafik pertumbuhan ekonomi yang terus mendaki, sukses mencuri perhatian organisasi UKM IKM Nusantara. Mereka kini bersiap pasang badan untuk menjembatani produk-produk asli Batang agar bisa melenggang ke pasar yang jauh lebih luas.
18 Jun 2026 Jumadi 125