Nglarisi Dodolan, Bantu UMKM Batang Bangkit dari PPKM

Senin, 23 Agustus 2021 Jumadi Dibaca 986 kali IKM UKM UMKM
Nglarisi Dodolan, Bantu UMKM Batang Bangkit dari PPKM
Batang - Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) kini mendapat angin segar melalui program “Nglarisi Dodolan” yang dicanangkan oleh Bupati Batang Wihaji, untuk membantu mereka bangkit dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Batang - Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) kini mendapat angin segar melalui program “Nglarisi Dodolan” yang dicanangkan oleh Bupati Batang Wihaji, untuk membantu mereka bangkit dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Program tersebut ditujukan bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemda, termasuk BUMD dan BUMN, untuk membeli produk UMKM secara langsung.

“Nglarisi Dodolan ini supaya bisa membantu perekonomian UMKM yang terdampak secara ekonomi. Untuk mengetahui perkembangannya kami akan memberikan laporan tiap bulan sekali,” kata Kepala Disperindagkop dan UKM Subiyanto, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (23/8/2021).

Dijelaskannya, program Nglarisi Dodolan tak hanya di lingkup Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemda saja, namun juga tersebar melalui peran koordinator di masing-masing kecamatan.

“Jadwal ditentukan langsung oleh para pelaku UMKM untuk menjajakan produknya berkeliling ke OPD bahkan kantor kecamatan. Kalau di Kota Batang sudah berkeliling ke beberapa OPD di antaranya Disperindag, Dinkes, Dislutkannak, DP3AP2KB,” jelasnya.

Rencananya, dalam waktu dekat para pelaku UMKM akan menggelar dagangannya di lingkungan kantor Bupati.

“Nanti mereka mau menggelar dagangannya di depan kantor Bagian Prokompim yang berdekatan dengan Disparpora dan PKK, di depan Diskominfo yang bersebelahan dengan Dispermades, di depan BKD serta di Jalan Veteran depan Satpol PP,” terangnya.

Ia menerangkan, apabila dilakukan dalam satu titik, dikhawatirkan akan menimbulkan kerumunan.

“Para UMKM akan membawa 300 jenis produk makanan dan 100 jenis produk non makanan berupa kerajinan tangan. Tiap dua atau tiga hari sekali mereka akan membuka lapak di lingkungan Setda, tapi tetap saya minta untuk menjaga protokol kesehatan, sehingga tidak menimbulkan kerumunan,” tegasnya.

Ia menambahkan, produk-produk yang dijajakan harus memenuhi beberapa kualifikasi yakni telah mendapatkan izin Produk Industri Rumah Tangga (PIRT), memiliki label halal.

“Kalau produk makanan jangan yang asal-asalan, artinya memiliki standar kesehatan. Jadi konsumen yang membeli merasa aman dan nyaman serta tidak menimbulkan efek penyakit bagi tubuhnya. Kalau non makanan harus produk yang dibutuhkan masyarakat seperti masker, mukena, kerudung, peci, busana muslim dan lainnya,” tuturnya.

Pelaku UMKM pengolahan ikan, Agus Junaedi menuturkan, produk olahannya dapat dikolaborasikan antar UMKM dari masing-masing kecamatan.

“Ini ada produk dari Kecamatan Bawang dan Reban. Semua produk kami bawa, ada makanan siap saji, kopi dan lainnya,” katanya.

Program ini akan diintensifkan hingga perekonomian para UMKM menggeliat kembali. Kegiatan ini sangat membantu, karena antusias mereka tinggi, mulai dari menyiapkan bahan, memproduksi hingga memasarkan langsung ke konsumen.

“Harganya masih bersahabat, untuk roti Rp15.000 - Rp20.000,00, minuman segar Rp8.000 - Rp15.000,00, olahan ikan Rp15.000 - Rp20.000,00,” ungkapnya.

Omset para pelaku UMKM juga sudah meningkat sedikit demi sedikit. Produknya juga dapat dipesan secara online melalui katalog UMKM Batang yang diinisiasi oleh Disperindagkop dan UKM.

“Semua produk dan harga serta nomor telepon yang bisa dihubungi silakan dilihat di katalog tersebut,” jelasnya.

Salah satu OPD yang menjadi sasaran para pelaku UMKM adalah Dislutkannak. Saat ditemui, usai meninjau program Nglarisi Dodolan, di halaman kantornya, Pelaksana Tugas Dislutkannak, Wondhi Ruki Trisnanto mengatakan, dibukanya lapak di OPD bisa membantu agar produk mereka lebih cepat terjual di masa pandemi.

“Jumlah ASN di sini ada 60 orang yang bisa membantu membeli produk UMKM. Ya ini bisa dilanjut dengan produk-produk olahan makanan lainnya yang lebih variatif,” harapnya.

Salah satu ASN, Narti mengapresiasi program tersebut karena mendekatkan konsumen dengan produk-produk yang diinginkan.

“Saya beli roti, tapi produk lain juga ada seperti terasi sama madu. Ya harganya lumayan bersaing dengan lainnya,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

 

Berita Lainnya

Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Batang - Sebanyak 24 anak dari Kecamatan Subah dan sekitarnya mengikuti khitan massal gratis yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten  Batang dalam rangka memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Dinas Sosial, dan Kecamatan Subah.
25 Ags 2026 Jumadi 30
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
Batang - DPRD Kabupaten Batang bersama Pemerintah Kabupaten Batang mulai membahas tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) prioritas dalam rapat paripurna di Kantor DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 88
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Batang - Geliat investasi dan pesatnya kawasan industri di Kabupaten Batang tak cuma menuntut ekspansi ekonomi, tetapi juga kepastian hukum dan perlindungan alam. Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Batang resmi menyerahkan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) krusial kepada DPRD dalam Rapat Paripurna di DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 144
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Batang - Sebagai pejabat baru di Kabupaten Batang, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batang Ratih Andrawina Suminar langsung tancap gas membangun komunikasi antarlembaga. Langkah awal ini ditandai dengan kunjungan silaturahmi ke Gedung DPRD Batang, Kabupaten Batang Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 68
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
Batang - Upaya memperkuat tata kelola Perhutanan Sosial yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Batang terus didorong melalui kolaborasi multipihak. Salah satunya melalui Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Integrated Area Development (IAD) yang mengusung tema Penyusunan Integrated Area Development (IAD) Kabupaten Batang dalam Mewujudkan Tata Kelola Perhutanan Sosial yang Inklusif bagi Pemberdayaan KUPS Perempuan", di Ruang Rapat Pagilaran Bapperida Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 96
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Batang - Pelajar SMA Negeri 1 Bandar memulai Gelar Karya Projek Kokurikuler untuk kelas 10, setelah beberapa pekan mengikuti kegiatan pembelajaran. Mengusung tema Bhineka Tunggal Ika, gelar karya tersebut, menjadi ajang bagi siswa untuk mengekspresikan diri, melalui pertunjukan tari tradisional, lagu daerah, bazar makanan tradisional daerah, dan pop-up book budaya di halaman SMAN 1 Bandar, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 82