Dwi Pamularsih Membuat Tas Bungkus Minuman Sachet dengan Tema Kemerdekaan

Rabu, 18 Agustus 2021 Jumadi Dibaca 1.375 kali IKM UKM UMKM
Dwi Pamularsih Membuat Tas Bungkus Minuman Sachet dengan Tema Kemerdekaan
Batang Seorang perajin limbah plastik Dwi Pamularsih (45) warga Desa Tenggulangharjo, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang. Yang berprofesi guru Taman Kanak (TK) mempunyai keahlian menyulap bungkus minuman sachet menjadi kerajinan bernilai ekonomis.

Batang Seorang perajin limbah plastik Dwi Pamularsih (45) warga Desa Tenggulangharjo, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang. Yang berprofesi guru Taman Kanak (TK) mempunyai keahlian menyulap bungkus minuman sachet menjadi kerajinan bernilai ekonomis.

Dalam Peringatan Ulang Tahun Ke-76 Republik Indonesia ini membuat kerajinan tas dengan bungkus minuman sachet berwarna merah dan putih seperti bendera sang saka Merah Putih yang merupakan identitas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Masa Pandemi COVID-19 penjualan kerajinan tas saya menurun yang awalnya sebulan bisa terjual 5 sampai 10 kerajinan tas tetapi masa pandemi ini sepi sebulan hanya 3 saja yang pesan. Karena itu memasuki bulan Agustus ini yang bertepatan Ulang Tahun Republik Indonesia saya terinspirasi untuk membuat kerajinan tas yang berwarna merah dan putih untuk memeriahkan bulan kemerdekaan,” katanya saat ditemui di Desa Tenggulangharjo, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, Selasa (17/8/2021).

Apalagi, Lanjut dia, stok sampah bungkus minuman sachet yang berwarna merah dan putih banyak, akhirnya saya buat disela kesibukan saya menjadi guru. Pembuatannya saya kerjakan saat saya pulang bekerja atau jika waktu luang saja.

Alhamdulillah, banyak teman-teman yang minat dan ingin beli kerajinan tas milik saya untuk pernak-pernik kemerdekaan bulan ini. Kata mereka ini kerajinan yang unik yang masih memperhatikan pola desain yang rapi. Mungkin banyak yang membuat seperti ini tapi yang menyesuaikan pola desain cuma sedikit.

“Untuk harga kerajinan tas bungkus minuman sachet yang warna merah dijual dengan harga Rp500.000,00 sedangkan yang warna putih karena kecil dijual sekitar Rp250.000,00. Penjualan kerajinan tas paling jauh di Kota Solo, karena waktu itu teman saya SMA minat dengan kerajinan yang saya buat,” jelasnya.

Pembuatan sebetulnya mudah dengan cara mengumpulkan bungkus minuman sachet kemudian dibersihkan menggunakan air setelah itu dikeringkan dahulu. Baru bungkusnya kita anyam dibentuk sesuai keinginan kita diperlukan kreativitas yang tinggi serta telaten saja untuk menyelesaikannya. Pembuatan satu kerajinan tas bungkus minumas sachet memerlukan sampah 50 bungkus minuman sachet jadi lumayan mengurangi limbah plastik yang sekarang semakin banyak.

“Selain itu saya juga bisa membuat kerajinan lain dari limbah seperti kain sisa perca dibuat pakaian dan tali yang tidak terpakai bisa jadi dompet bahkan tas juga. Limbah sampah yang saya gunakan untuk membuat kerajinan ini gratis diberikan oleh para pedagang warung jadi dapat memangkas modal yang saya keluarkan,” ujar dia. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Batang - Sebanyak 24 anak dari Kecamatan Subah dan sekitarnya mengikuti khitan massal gratis yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten  Batang dalam rangka memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Dinas Sosial, dan Kecamatan Subah.
25 Ags 2026 Jumadi 30
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
Batang - DPRD Kabupaten Batang bersama Pemerintah Kabupaten Batang mulai membahas tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) prioritas dalam rapat paripurna di Kantor DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 89
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Batang - Geliat investasi dan pesatnya kawasan industri di Kabupaten Batang tak cuma menuntut ekspansi ekonomi, tetapi juga kepastian hukum dan perlindungan alam. Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Batang resmi menyerahkan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) krusial kepada DPRD dalam Rapat Paripurna di DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 145
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Batang - Sebagai pejabat baru di Kabupaten Batang, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batang Ratih Andrawina Suminar langsung tancap gas membangun komunikasi antarlembaga. Langkah awal ini ditandai dengan kunjungan silaturahmi ke Gedung DPRD Batang, Kabupaten Batang Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 68
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
Batang - Upaya memperkuat tata kelola Perhutanan Sosial yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Batang terus didorong melalui kolaborasi multipihak. Salah satunya melalui Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Integrated Area Development (IAD) yang mengusung tema Penyusunan Integrated Area Development (IAD) Kabupaten Batang dalam Mewujudkan Tata Kelola Perhutanan Sosial yang Inklusif bagi Pemberdayaan KUPS Perempuan", di Ruang Rapat Pagilaran Bapperida Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 96
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Batang - Pelajar SMA Negeri 1 Bandar memulai Gelar Karya Projek Kokurikuler untuk kelas 10, setelah beberapa pekan mengikuti kegiatan pembelajaran. Mengusung tema Bhineka Tunggal Ika, gelar karya tersebut, menjadi ajang bagi siswa untuk mengekspresikan diri, melalui pertunjukan tari tradisional, lagu daerah, bazar makanan tradisional daerah, dan pop-up book budaya di halaman SMAN 1 Bandar, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 82