Batang - Bupati Batang Wihaji mengharapkan kontribusi para santri asal Kabupaten Batang yang saat ini masih menuntut ilmu di berbagai pondok pesantren, di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang.
Batang - Bupati Batang Wihaji mengharapkan
kontribusi para santri asal Kabupaten Batang yang saat ini masih menuntut ilmu
di berbagai pondok pesantren, di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang.
Ia mengatakan, Kabupaten Batang akan menjadi kota
industri dan pusat perantauan dari berbagai daerah.
“Sebelum banyak pendatang, sebaiknya warga Batang
mempersiapkan diri dalam menyambut KIT. Jadi warga Batang bisa kerja dan
menghidupi keluarganya,†katanya, saat memberangkatkan santri Pondok Pesantren
Lirboyo di PSC 119 Dinas Kesehatan, Kabupaten Batang, Senin (24/5/2021).
Bagi santri yang ingin berwirausaha, ia juga
memberikan kesempatan untuk menjadi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang
produktif, karena turunan bisnis dari keberadaan KIT Batang sangat beragam.
“Masa depan Batang ada di warganya, termasuk para
santri dalam kurun waktu 5-10 tahun mendatang. Diperkirakan ada 100 ribu hingga
300 ribu warga Batang maupun luar-luar daerah yang nanti akan kerja di sana,†tegasnya.
Ia menegaskan, para santri lulusan SMA maupun
Madrasah Aliyah (MA) dapat berperan dalam dunia industri, termasuk menjadi
bagian dari pabrik Nestle yang nantinya membutuhkan banyak pasokan susu sapi.
“Jadi bagi para santri yang hobi menggembala sapi
bisa ikut menyuplai kebutuhan susu yang nantinya akan diproduksi oleh Nestle
menjadi produk Milo, Bear Brand dan Nescafe,†jelasnya.
Ia menambahkan, bahkan yang ingin melanjutkan ke
jenjang perkuliahan Kabupaten Batang sudah mempersiapkan kampus-kampus yang
berkualitas.
“Banyak alumni-alumni pondok pesantren yang sekarang
ini menjadi tokoh dan ikut membangun negara, mulai Wakil Presiden sampai para
menteri,†ujar dia. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)