Batang - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kabupaten Batang yang ke-55 Tahun, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Batang, memberikan Layanan Program Keluarga Berencana (KB) Gratis kepada masyarakat di Halaman Pendapa, Kabupaten Batang, Selasa (6/4/2021).
Batang - Dalam rangka
memperingati Hari Ulang Tahun Kabupaten Batang yang ke-55 Tahun, Dinas
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan
Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Batang, memberikan Layanan Program Keluarga
Berencana (KB) Gratis kepada masyarakat di Halaman Pendapa, Kabupaten Batang,
Selasa (6/4/2021).
Kepala Bidang Keluarga
Berencana DP3AP2KB Kabupaten Batang Singgih Pujiyono mengatakan, kegiatan ini diikuti
oleh 40 peserta dari Kecamatan Batang yang bertujuan untuk meningkatkan
kreativitas di bidang KB dalam melayani masyarakat, khususnya masyarakat
menengah ke bawah.
“Dalam pelaksanaannya, kita
dibantu oleh tim medis dari Puskesmas Batang I dan Puskesmas Batang III, ada
dua macam pelayanan KB yang diberikan, yakni KB IUD (Intra Uterine Device) dan KB Implan (susuk),†jelasnya.
KB IUD (Intra Uterine Device) merupakan jenis
KB yang dilakukan dengan memasangkan sebuah alat kontrasepsi berbahan plastik yang
berbentuk seperti huruf “T†dan dipasang dalam rahim perempuan untuk mencegah
kehamilan maksimal 8 tahun. Masyarakat biasa menyebutnya dengan KB spiral.
“Sedangkan, KB Implan
(susuk) adalah KB yang dilakukan dengan memasukkan alat kontrasepsi menyerupai
tabung plastik kecil dan fleksibel yang berisi hormon untuk mencegah kehamilan selama
3 tahun sejak pertama kali dipasang. Tabung kecil ini dimasukkan (diimplan) ke
dalam kulit lengan atas,†imbuhnya.
Jika dilakukan dengan
benar, kedua jenis KB ini bisa efektif sampai 90% untuk mencegah kehamilan.
Singgih menambahkan,
untuk kriterianya, calon peserta harus dalam keadaan sehat, tidak dalam keadaan
hamil, dan bagi yang memiliki riwayat penyakit darah tinggi, kami sarankan
untuk ikuti pelayanan KB IUD.
“Bagi masyarakat yang
memenuhi kriteria, nantinya akan didata dengan menyerahkan fotokopi identitas
diri berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK). Setelah itu,
bisa memilih jenis KB yang diinginkan,†terangnya.
Salah satu peserta KB Gratis
Dita mengatakan, alasan mengikuti KB dikarenakan agar program kehamilan bisa
lebih terencana dengan baik.
“Tadi ikut KB IUD,
alasannya biar lebih terencana, anak pertama ada jeda dengan anak berikutnya, sehingga
bisa memberikan ASI ekslusif karena KB IUD tidak terlalu berpengaruh pada ASI,â€
ujar dia. (MC Batang, Jateng/Siska/Jumadi)