Batang - Bupati Batang Wihaji bersama Forkopimda usai menjalani vaksinasi tahap 2, menyampaikan agar masyarakat yang akan divaksin tidak perlu mengkhawatirkan terhadap efek ringan yang sering timbul pasca vaksinasi, karena hal itu hanya bersifat sementara.
Batang - Bupati Batang Wihaji bersama Forkopimda
usai menjalani vaksinasi tahap 2, menyampaikan agar masyarakat yang akan
divaksin tidak perlu mengkhawatirkan terhadap efek ringan yang sering timbul
pasca vaksinasi, karena hal itu hanya bersifat sementara.
“Alhamdulillah setelah divaksin yang pertama tidak
ada masalah, hanya merasa sedikit mengantuk saja. Ini sudah divaksin yang
kedua, InsyaAllah baik-baik saja,â€
kata Bupati Batang Wihaji usai divaksin di Ruang Kenanga, RSUD Kalisari Batang,
Kabupaten Batang, Senin (8/2/2021).
Ia memotivasi warga Batang agar tetap memiliki
semangat dan rasa optimis yang tinggi bahwa vaksinasi dapat mencegah terpapar
COVID-19, namun tetap diimbangi dengan penerapan disiplin protokol kesehatan.
“Jangan takut, InsyaAllah
ini bagian dari ikhtiar kita dan negara, untuk lebih baik di masa depan,†katanya.
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Batang Muchlasin
mengatakan, setelah 14 hari divaksin maka harus dilakukan vaksinasi kedua
kepada Bupati beserta Forkopimda dan dilanjutkan seluruh tenaga kesehatan
(nakes) yang telah terdaftar.
“Sasarannya masih sama, ada 2.448 nakes yang siap
divaksin. Jumlah vaksinnya pun cukup dan dimulai hari ini semua, kecuali Klinik
Dokkes Polres Batang dan Klinik Pratama 36 Batang dimulai besok, karena sasarannya
sedikit,†jelasnya.
Dijelaskannya, vaksinasi dilakukan di sejumlah
fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) untuk meminimalkan timbulya
kecemasan.
“Efek dari vaksinasi kemarin memang ada yang
merasakan efek samping ringan, seperti sedikit pusing dan mengantuk, tapi
alhamdulillah tidak mengakibatkan masalah lain,†terangnya.
Untuk tahap kedua jumlah nakes yang divaksin
mengalami peningkatan hingga 3.000 orang. Hal itu disebabkan adanya 300 nakes
yang kemarin harus menunda vaksinasi, ada pula karena mereka belum terdaftar
dalam Sistem Satu Data.
“Kalau vaksinasi yang kedua ini ada yang belum
lolos, akan ditunda lagi dan bisa diikutkan bersama Pejabat Publik di akhir
Februari mendatang,†tandasnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)