Ponpes Ar Roudloh di Batang Perketat Protokol Kesehatan

Senin, 26 Oktober 2020 Jumadi Dibaca 1.629 kali Kesehatan
Ponpes Ar Roudloh di Batang Perketat Protokol Kesehatan
Batang - Menyikapi instruksi dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, tentang Jogo Santri Jogo Kyai, sejumlah Pondok Pesantren menerapkan protokol kesehatan untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 di kalangan pesatren.

Batang - Menyikapi instruksi dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, tentang Jogo Santri Jogo Kyai, sejumlah Pondok Pesantren  menerapkan protokol kesehatan untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 di kalangan pesatren.

Salah satu pondok pesantren yang menerapkan jogo santri adalah Pondok Pesatren Ar Roudloh Desa Babadan Limpung.

Pembina Pondok Pesantren Ar Roudloh, Ustaz Ulil Huda mengemukakan, selama masa pandemi Covid-19, pihaknya selalu menjalin komunikasi intensif dengan Gubernur Ganjar Pranowo secara virtual dan  mengupayakan penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.

Di antaranya menerapkan 3M sebelum mengikuti kegiatan dalam lingkungan pesantren, seperti mencuci tangan, menjaga jarak aman dan memakai masker.

Sebelum ada pandemi pihak pondok memberikan waktu kunjung yang cukup leluasa, namun semenjak Covid-19, wali santri khususnya bagi santri yang berasal dari luar daerah seperti Pekalongan, Kendal, Provinsi Jawa Barat, Jawa Timur bahkan Sumatra tidak diperkenankan mengunjungi santri, demi meminimalkan penyebaran Covid-19.

“Bagi wali santri yang berasal dari Kota Batang tetap diperbolehkan berkunjung ke pesantren, hanya diberikan waktu kunjung sebulan sekali dan itu pun hanya 15 menit dengan menerapkan protokol kesehatan,” kata Ustaz Ulil Huda saat ditemui di Pondok Pesatren Ar Roudloh Desa Babadan, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, Senin (26/10/2020).

Ustaz menerangkan, meskipun wali santri berasal dari daerah lokal, namun sebelum memasuki area pondok tetap wajib mematuhi protokol kesehatan yaitu diukur suhu tubuhnya terlebih dahulu. Apabila suhu tubunya melebihi 38 derajat, maka diminta untuk kembali ke rumah dan tidak diperkenankan menemui santri.

“Pondok pesantren berupaya menaati peraturan yang ditetapkan Pemerintah semaksimal mungkin, selain berserah diri kepada Allah Ta’ala tetapi tetap berikhtiar secara lahir dengan menerapkan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Kalangan santri sendiri pun menanggapi positif, dengan adanya intruksi Jogo Santri dari Pemprov Jawa Tengah, salah satunya Ufi Al Gazani santri yang berasal dari Tersono.

Ia mengatakan sebelum ada pandemi kegiatan pengajian diikuti lebih dari 200 jamaah. Namun semenjak pandemi, jamaah yang mengikuti  dibatasi hanya 100 jamaah. Sedangkan para santri tetap mengikuti pengajian, namun tidak digabung dengan jamaah umum. hal itu untuk mencegah santri supaya tidak terpapar Covid-19.

Jogo santri merupakan upaya Pemprov Jawa Tengah untuk berjaga-jaga agar kalangan pesantren tidak terpapar Covid-19, karena mencegah lebih baik dari mengobati.

“Dulu sebelum ada Covid-19 bisa dikunjungi orang tua lebih sering, tapi sekarang kunjungannya sebulan sekali sesuai jadwal dari pesantren yaitu hari Senin, Jumat dan Sabtu,” katanya.

Ufi berpesan kepada sesama santri untuk tidak menganggap sebagai cobaan, tapi sebuah “riyadah” (menundukkan hawa nafsu). Dengan adanya protokol kesehatan orang tua pasti memaklumi karena informasi seputar Covid-19 dapat disaksikan melalui berbagai media.

“Pesantren menentukan hari dan jumlah kunjungan agar tidak terjadi kerumunan dan saat pengajian pun jumlah jamaah dibatasi,” terangnya.

Selama pandemi para santri tetap berhusnuzan (berpikiran positif) kepada Allah Ta’ala, untuk mengukur seberapa besar iman kita. Melalui pandemi ini kita dilatih untuk meningkatkan kesabaran, keteguhan dalam menjalani ketetapan Allah.

Ditemui secara terpisah, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kantor Kemenag Batang, Sugi Edi menyampaikan, Jogo Santri bertujuan untuk melindungi santri, pengasuh dan pengajar di lingkungan pondok masing-masing. Apabila tiap pondok dapat melaksanakan protokol kesehatan, maka para santri  terjaga kesehatannya, sehingga saat bersosialisasi dengan warga sekitar tetap aman.

“Pondok harus benar-benar menerapkan protokol kesehatan 3M dengan diimbangi pemeriksaan rutin dari Puskesmas maupun tim kesehatan, sehingga ada kerja sama dan santri mendapat fasilitas kesehatan yang baik,” ungkapnya.

Penjagaan terhadap para santri sudah dilakukan sebelum calon santri berangkat dan mendaftar ke pondok dengan menunjukkan surat keterangan sehat dari tim Covid-19.

Pihak pondok pun tidak serta merta memasukkan, tetapi dilakukan karantina selama 7-14 hari, demi memastikan calon santri tidak terpapar Covid-19. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Wakil Bupati Batang Bersama HNSI Fokus Benahi Tambat Labuh Wakil Bupati Batang Bersama HNSI Fokus Benahi Tambat Labuh
Wakil Bupati Batang Bersama HNSI Fokus Benahi Tambat Labuh
Batang - Hiruk-pikuk dermaga dan deru mesin kapal menjadi latar belakang penting saat para pengurus Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Batang mengadakan Musyawarah Cabang (Muscab) di Pelabuhan Batang, Kabupaten Batang, Senin (1342026). Bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan sebagai wadah pencarian solusi atas jeritan para penjaga samudra.
13 Apr 2026 Jumadi 40
Pengumpulan Minyak Jelantah di Batang Raih Rekor MURI, Hasilkan Cuan Rp90 Juta Untuk Bioavtur Pengumpulan Minyak Jelantah di Batang Raih Rekor MURI, Hasilkan Cuan Rp90 Juta Untuk Bioavtur
Pengumpulan Minyak Jelantah di Batang Raih Rekor MURI, Hasilkan Cuan Rp90 Juta Untuk Bioavtur
Batang Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Setda Batang M Fathoni menegaskan bahwa aksi pengumpulan minyak goreng bekas atau jelantah di lingkungan Sekretariat Daerah bukan sekadar mengejar angka. Gerakan ini merupakan langkah nyata Pemerintah Kabupaten Batang dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung pemanfaatan energi terbarukan.
13 Apr 2026 Jumadi 117
HUT Ke-60 Pemkab Batang, Dinsos Salurkan Bansos HUT Ke-60 Pemkab Batang, Dinsos Salurkan Bansos
HUT Ke-60 Pemkab Batang, Dinsos Salurkan Bansos
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menggelar kegiatan anjangsana atau bakti sosial dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun  Ke-60 Kabupaten Batang, di Aula Desa Tragung, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Senin (1342026).
13 Apr 2026 Jumadi 92
Layanan KB Implan Gratis Hadir di Anjangsana HUT Ke-60 Batang, Sasar Ibu Usia Subur Layanan KB Implan Gratis Hadir di Anjangsana HUT Ke-60 Batang, Sasar Ibu Usia Subur
Layanan KB Implan Gratis Hadir di Anjangsana HUT Ke-60 Batang, Sasar Ibu Usia Subur
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menghadirkan layanan Keluarga Berencana (KB) implan gratis dalam kegiatan anjangsana dan bakti sosial di Balai Desa Tragung, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Senin (1342026).
13 Apr 2026 Jumadi 65
Semarak HUT Ke-60 Batang, PWI Tebar Kepedulian Lewat Anjangsana Bansos Semarak HUT Ke-60 Batang, PWI Tebar Kepedulian Lewat Anjangsana Bansos
Semarak HUT Ke-60 Batang, PWI Tebar Kepedulian Lewat Anjangsana Bansos
Batang - Kegiatan anjangsana dan bakti sosial dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang tak hanya diisi oleh pemerintah daerah, tetapi juga mendapat dukungan dari insan pers. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) bersama sejumlah media turut ambil bagian dalam penyaluran bantuan kepada masyarakat.
13 Apr 2026 Jumadi 68
Sentuhan Kraton Yogyakarta di Tanah Batang, Kirab Budaya HUT Ke-60 Tampil Lebih Sakral Sentuhan Kraton Yogyakarta di Tanah Batang, Kirab Budaya HUT Ke-60 Tampil Lebih Sakral
Sentuhan Kraton Yogyakarta di Tanah Batang, Kirab Budaya HUT Ke-60 Tampil Lebih Sakral
Batang - Kabupaten Batang bersiap menghelat pesta rakyat yang tak biasa. Memperingati hari jadinya Ke-60, tradisi Kirab Budaya tahun ini tampil lebih kolosal dan sakral, membawa atmosfer keagungan Kasultanan Yogyakarta ke tanah Batang.
12 Apr 2026 Jumadi 115