Ponpes Ar Roudloh di Batang Perketat Protokol Kesehatan

Senin, 26 Oktober 2020 Jumadi Dibaca 1.631 kali Kesehatan
Ponpes Ar Roudloh di Batang Perketat Protokol Kesehatan
Batang - Menyikapi instruksi dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, tentang Jogo Santri Jogo Kyai, sejumlah Pondok Pesantren menerapkan protokol kesehatan untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 di kalangan pesatren.

Batang - Menyikapi instruksi dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, tentang Jogo Santri Jogo Kyai, sejumlah Pondok Pesantren  menerapkan protokol kesehatan untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 di kalangan pesatren.

Salah satu pondok pesantren yang menerapkan jogo santri adalah Pondok Pesatren Ar Roudloh Desa Babadan Limpung.

Pembina Pondok Pesantren Ar Roudloh, Ustaz Ulil Huda mengemukakan, selama masa pandemi Covid-19, pihaknya selalu menjalin komunikasi intensif dengan Gubernur Ganjar Pranowo secara virtual dan  mengupayakan penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.

Di antaranya menerapkan 3M sebelum mengikuti kegiatan dalam lingkungan pesantren, seperti mencuci tangan, menjaga jarak aman dan memakai masker.

Sebelum ada pandemi pihak pondok memberikan waktu kunjung yang cukup leluasa, namun semenjak Covid-19, wali santri khususnya bagi santri yang berasal dari luar daerah seperti Pekalongan, Kendal, Provinsi Jawa Barat, Jawa Timur bahkan Sumatra tidak diperkenankan mengunjungi santri, demi meminimalkan penyebaran Covid-19.

“Bagi wali santri yang berasal dari Kota Batang tetap diperbolehkan berkunjung ke pesantren, hanya diberikan waktu kunjung sebulan sekali dan itu pun hanya 15 menit dengan menerapkan protokol kesehatan,” kata Ustaz Ulil Huda saat ditemui di Pondok Pesatren Ar Roudloh Desa Babadan, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, Senin (26/10/2020).

Ustaz menerangkan, meskipun wali santri berasal dari daerah lokal, namun sebelum memasuki area pondok tetap wajib mematuhi protokol kesehatan yaitu diukur suhu tubuhnya terlebih dahulu. Apabila suhu tubunya melebihi 38 derajat, maka diminta untuk kembali ke rumah dan tidak diperkenankan menemui santri.

“Pondok pesantren berupaya menaati peraturan yang ditetapkan Pemerintah semaksimal mungkin, selain berserah diri kepada Allah Ta’ala tetapi tetap berikhtiar secara lahir dengan menerapkan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Kalangan santri sendiri pun menanggapi positif, dengan adanya intruksi Jogo Santri dari Pemprov Jawa Tengah, salah satunya Ufi Al Gazani santri yang berasal dari Tersono.

Ia mengatakan sebelum ada pandemi kegiatan pengajian diikuti lebih dari 200 jamaah. Namun semenjak pandemi, jamaah yang mengikuti  dibatasi hanya 100 jamaah. Sedangkan para santri tetap mengikuti pengajian, namun tidak digabung dengan jamaah umum. hal itu untuk mencegah santri supaya tidak terpapar Covid-19.

Jogo santri merupakan upaya Pemprov Jawa Tengah untuk berjaga-jaga agar kalangan pesantren tidak terpapar Covid-19, karena mencegah lebih baik dari mengobati.

“Dulu sebelum ada Covid-19 bisa dikunjungi orang tua lebih sering, tapi sekarang kunjungannya sebulan sekali sesuai jadwal dari pesantren yaitu hari Senin, Jumat dan Sabtu,” katanya.

Ufi berpesan kepada sesama santri untuk tidak menganggap sebagai cobaan, tapi sebuah “riyadah” (menundukkan hawa nafsu). Dengan adanya protokol kesehatan orang tua pasti memaklumi karena informasi seputar Covid-19 dapat disaksikan melalui berbagai media.

“Pesantren menentukan hari dan jumlah kunjungan agar tidak terjadi kerumunan dan saat pengajian pun jumlah jamaah dibatasi,” terangnya.

Selama pandemi para santri tetap berhusnuzan (berpikiran positif) kepada Allah Ta’ala, untuk mengukur seberapa besar iman kita. Melalui pandemi ini kita dilatih untuk meningkatkan kesabaran, keteguhan dalam menjalani ketetapan Allah.

Ditemui secara terpisah, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kantor Kemenag Batang, Sugi Edi menyampaikan, Jogo Santri bertujuan untuk melindungi santri, pengasuh dan pengajar di lingkungan pondok masing-masing. Apabila tiap pondok dapat melaksanakan protokol kesehatan, maka para santri  terjaga kesehatannya, sehingga saat bersosialisasi dengan warga sekitar tetap aman.

“Pondok harus benar-benar menerapkan protokol kesehatan 3M dengan diimbangi pemeriksaan rutin dari Puskesmas maupun tim kesehatan, sehingga ada kerja sama dan santri mendapat fasilitas kesehatan yang baik,” ungkapnya.

Penjagaan terhadap para santri sudah dilakukan sebelum calon santri berangkat dan mendaftar ke pondok dengan menunjukkan surat keterangan sehat dari tim Covid-19.

Pihak pondok pun tidak serta merta memasukkan, tetapi dilakukan karantina selama 7-14 hari, demi memastikan calon santri tidak terpapar Covid-19. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Konsumsi Manis Berlebih, Waspada Diabetes Mengintai Gen Z Konsumsi Manis Berlebih, Waspada Diabetes Mengintai Gen Z
Konsumsi Manis Berlebih, Waspada Diabetes Mengintai Gen Z
Batang - Budaya generasi z yang sering mengonsumsi minuman cepat saji dengan kadar manis berlebih, dinilai rawan jadi pemicu timbulnya Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti diabetes melitus. Hal tersebut saat ini menjadi fokus dari pendidik maupun pemerhati kesehatan, dengan mengupayakan pemeriksaan kesehatan rutin maupun pembatasan konsumsi.
19 Jun 2026 Jumadi 44
5.000 Rumah di Kawasan Penyangga KITB Bakal Nikmati Air Bersih pada 2028 5.000 Rumah di Kawasan Penyangga KITB Bakal Nikmati Air Bersih pada 2028
5.000 Rumah di Kawasan Penyangga KITB Bakal Nikmati Air Bersih pada 2028
Batang - Perumda Air Minum Sendang Kamulyan Kabupaten Batang tengah bersiap mengambil peran besar dalam mendukung operasional Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). Melalui usulan panjang yang akhirnya diakomodasi oleh pemerintah pusat, pasokan air bersih bagi masyarakat di wilayah penyangga kawasan industri tersebut kini mulai menemui titik terang.
19 Jun 2026 Jumadi 87
BKPSDM Batang Sebut Metode Non-Klasikal Batang Corpu Bisa Hemat Anggaran Hingga 4 Kali Lipat BKPSDM Batang Sebut Metode Non-Klasikal Batang Corpu Bisa Hemat Anggaran Hingga 4 Kali Lipat
BKPSDM Batang Sebut Metode Non-Klasikal Batang Corpu Bisa Hemat Anggaran Hingga 4 Kali Lipat
Batang - Penerapan metode non-klasikal dalam program Batang Corporate University (Batang Corpu) diklaim mampu memangkas anggaran pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batang hingga empat kali lipat dibandingkan metode konvensional. Langkah ini diambil sebagai solusi atas terbatasnya anggaran daerah yang selama ini membuat mayoritas ASN belum mendapatkan hak pengembangan kompetensi mereka secara maksimal.
19 Jun 2026 Jumadi 88
BNN Batang Kemas Edukasi Antinarkoba Berbasis Jelajah Ruang BNN Batang Kemas Edukasi Antinarkoba Berbasis Jelajah Ruang
BNN Batang Kemas Edukasi Antinarkoba Berbasis Jelajah Ruang
Batang - Badan Narkotika Nasional BNN Kabupaten (BNNK) Batang terus berinovasi dalam menyosialisasikan bahaya penyalahgunaan narkoba, dengan mengemas kunjungan berbasis jelajah ruang. Kegiatan ini menjadi pengembangan BNN dalam mengedukasi pelajar yang dibalut dalam program Motivasi Edukasi Generasi Antinarkoba (MEGA), dengan memberikan kesempatan siswa melihat langsung contoh alat peraga berkaitan dengan bahaya narkoba maupun metode pencegahannya.
19 Jun 2026 Jumadi 83
Dolanan Anak, Solusi Media Pembelajaran yang Interaktif dan Menyenangkan Dolanan Anak, Solusi Media Pembelajaran yang Interaktif dan Menyenangkan
Dolanan Anak, Solusi Media Pembelajaran yang Interaktif dan Menyenangkan
Batang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang, menggagas program inovatif berjudul KETAN BUDAYA (Kolaborasi Pelestarian Budaya) dengan mengangkat Dolanan Anak atau Permainan Tradisional sebagai kurikulum pembelajaran Sekolah Dasar (SD).
19 Jun 2026 Jumadi 107
Langkah Batang Menuju Pasar Global, Ketika Produk Lokal Dilirik UKM IKM Nusantara Langkah Batang Menuju Pasar Global, Ketika Produk Lokal Dilirik UKM IKM Nusantara
Langkah Batang Menuju Pasar Global, Ketika Produk Lokal Dilirik UKM IKM Nusantara
Batang - Potensi ekonomi Kabupaten Batang tampaknya kian seksi di mata para pelaku usaha nasional. Deretan produk unggulan, pesona wisata yang apik, hingga grafik pertumbuhan ekonomi yang terus mendaki, sukses mencuri perhatian organisasi UKM IKM Nusantara. Mereka kini bersiap pasang badan untuk menjembatani produk-produk asli Batang agar bisa melenggang ke pasar yang jauh lebih luas.
18 Jun 2026 Jumadi 166