Ponpes Ar Roudloh di Batang Perketat Protokol Kesehatan

Senin, 26 Oktober 2020 Jumadi Dibaca 1.646 kali Kesehatan
Ponpes Ar Roudloh di Batang Perketat Protokol Kesehatan
Batang - Menyikapi instruksi dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, tentang Jogo Santri Jogo Kyai, sejumlah Pondok Pesantren menerapkan protokol kesehatan untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 di kalangan pesatren.

Batang - Menyikapi instruksi dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, tentang Jogo Santri Jogo Kyai, sejumlah Pondok Pesantren  menerapkan protokol kesehatan untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 di kalangan pesatren.

Salah satu pondok pesantren yang menerapkan jogo santri adalah Pondok Pesatren Ar Roudloh Desa Babadan Limpung.

Pembina Pondok Pesantren Ar Roudloh, Ustaz Ulil Huda mengemukakan, selama masa pandemi Covid-19, pihaknya selalu menjalin komunikasi intensif dengan Gubernur Ganjar Pranowo secara virtual dan  mengupayakan penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.

Di antaranya menerapkan 3M sebelum mengikuti kegiatan dalam lingkungan pesantren, seperti mencuci tangan, menjaga jarak aman dan memakai masker.

Sebelum ada pandemi pihak pondok memberikan waktu kunjung yang cukup leluasa, namun semenjak Covid-19, wali santri khususnya bagi santri yang berasal dari luar daerah seperti Pekalongan, Kendal, Provinsi Jawa Barat, Jawa Timur bahkan Sumatra tidak diperkenankan mengunjungi santri, demi meminimalkan penyebaran Covid-19.

“Bagi wali santri yang berasal dari Kota Batang tetap diperbolehkan berkunjung ke pesantren, hanya diberikan waktu kunjung sebulan sekali dan itu pun hanya 15 menit dengan menerapkan protokol kesehatan,” kata Ustaz Ulil Huda saat ditemui di Pondok Pesatren Ar Roudloh Desa Babadan, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, Senin (26/10/2020).

Ustaz menerangkan, meskipun wali santri berasal dari daerah lokal, namun sebelum memasuki area pondok tetap wajib mematuhi protokol kesehatan yaitu diukur suhu tubuhnya terlebih dahulu. Apabila suhu tubunya melebihi 38 derajat, maka diminta untuk kembali ke rumah dan tidak diperkenankan menemui santri.

“Pondok pesantren berupaya menaati peraturan yang ditetapkan Pemerintah semaksimal mungkin, selain berserah diri kepada Allah Ta’ala tetapi tetap berikhtiar secara lahir dengan menerapkan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Kalangan santri sendiri pun menanggapi positif, dengan adanya intruksi Jogo Santri dari Pemprov Jawa Tengah, salah satunya Ufi Al Gazani santri yang berasal dari Tersono.

Ia mengatakan sebelum ada pandemi kegiatan pengajian diikuti lebih dari 200 jamaah. Namun semenjak pandemi, jamaah yang mengikuti  dibatasi hanya 100 jamaah. Sedangkan para santri tetap mengikuti pengajian, namun tidak digabung dengan jamaah umum. hal itu untuk mencegah santri supaya tidak terpapar Covid-19.

Jogo santri merupakan upaya Pemprov Jawa Tengah untuk berjaga-jaga agar kalangan pesantren tidak terpapar Covid-19, karena mencegah lebih baik dari mengobati.

“Dulu sebelum ada Covid-19 bisa dikunjungi orang tua lebih sering, tapi sekarang kunjungannya sebulan sekali sesuai jadwal dari pesantren yaitu hari Senin, Jumat dan Sabtu,” katanya.

Ufi berpesan kepada sesama santri untuk tidak menganggap sebagai cobaan, tapi sebuah “riyadah” (menundukkan hawa nafsu). Dengan adanya protokol kesehatan orang tua pasti memaklumi karena informasi seputar Covid-19 dapat disaksikan melalui berbagai media.

“Pesantren menentukan hari dan jumlah kunjungan agar tidak terjadi kerumunan dan saat pengajian pun jumlah jamaah dibatasi,” terangnya.

Selama pandemi para santri tetap berhusnuzan (berpikiran positif) kepada Allah Ta’ala, untuk mengukur seberapa besar iman kita. Melalui pandemi ini kita dilatih untuk meningkatkan kesabaran, keteguhan dalam menjalani ketetapan Allah.

Ditemui secara terpisah, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kantor Kemenag Batang, Sugi Edi menyampaikan, Jogo Santri bertujuan untuk melindungi santri, pengasuh dan pengajar di lingkungan pondok masing-masing. Apabila tiap pondok dapat melaksanakan protokol kesehatan, maka para santri  terjaga kesehatannya, sehingga saat bersosialisasi dengan warga sekitar tetap aman.

“Pondok harus benar-benar menerapkan protokol kesehatan 3M dengan diimbangi pemeriksaan rutin dari Puskesmas maupun tim kesehatan, sehingga ada kerja sama dan santri mendapat fasilitas kesehatan yang baik,” ungkapnya.

Penjagaan terhadap para santri sudah dilakukan sebelum calon santri berangkat dan mendaftar ke pondok dengan menunjukkan surat keterangan sehat dari tim Covid-19.

Pihak pondok pun tidak serta merta memasukkan, tetapi dilakukan karantina selama 7-14 hari, demi memastikan calon santri tidak terpapar Covid-19. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

DPRD Cup Digelar Sukses, PBSI Batang Siap Jadikan Agenda Tahunan DPRD Cup Digelar Sukses, PBSI Batang Siap Jadikan Agenda Tahunan
DPRD Cup Digelar Sukses, PBSI Batang Siap Jadikan Agenda Tahunan
Batang - Kejuaraan Bulu Tangkis DPRD Cup Batang 2026, yang digelar khusus bagi pebulu tangkis pemula akhirnya sukses menuai pujian dari banyak pihak berkat semangat para atlet. Melihat kesuksesan dan antusias peserta, Pengkab PBSI Batang akan menjadikan DPRD Cup sebagai even kejuaraan tahunan yang diharapkan menjadi ajang tolok ukur kemampuan atlet sebelum bertanding ke tingkat provinsi maupun nasional.
09 Okt 2026 Jumadi 239
Dispaperta Batang Waspadai Brucellosis pada Sapi Perah, Peternak Diminta Kenali Gejalanya Dispaperta Batang Waspadai Brucellosis pada Sapi Perah, Peternak Diminta Kenali Gejalanya
Dispaperta Batang Waspadai Brucellosis pada Sapi Perah, Peternak Diminta Kenali Gejalanya
Batang Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Kabupaten Batang, mengimbau peternak sapi perah untuk mewaspadai penyakit brucellosis yang dapat menyebabkan keguguran pada ternak dan berpotensi menular kepada manusia. Penyakit tersebut menjadi perhatian karena dapat berdampak pada produktivitas ternak, termasuk produksi susu. Brucellosis merupakan penyakit zoonosis, yakni penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia.
09 Okt 2026 Jumadi 244
DPUPR Batang Targetkan Pembangunan Jembatan dan Infrastruktur Rampung Pertengahan Desember 2026 DPUPR Batang Targetkan Pembangunan Jembatan dan Infrastruktur Rampung Pertengahan Desember 2026
DPUPR Batang Targetkan Pembangunan Jembatan dan Infrastruktur Rampung Pertengahan Desember 2026
Batang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang terus mempercepat pembangunan jembatan dan infrastruktur daerah. Sejumlah proyek yang dibiayai melalui anggaran perubahan ditargetkan rampung pada pertengahan Desember 2026.
09 Okt 2026 Jumadi 233
DPRD Batang Beri Sejumlah Catatan untuk Perubahan APBD 2026 DPRD Batang Beri Sejumlah Catatan untuk Perubahan APBD 2026
DPRD Batang Beri Sejumlah Catatan untuk Perubahan APBD 2026
Batang DPRD Kabupaten Batang memberikan sejumlah catatan dan evaluasi terhadap Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Batang Tahun Anggaran 2026.  Catatan tersebut mencakup penataan kegiatan aspirasi DPRD, pemenuhan belanja wajib, pengelolaan aset kendaraan dinas, hingga klaim biaya penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
09 Okt 2026 Jumadi 195
Alun-alun Batang Bakal Padat, Petugas Siapkan Skema Parkir dan Jalur Alternatif Alun-alun Batang Bakal Padat, Petugas Siapkan Skema Parkir dan Jalur Alternatif
Alun-alun Batang Bakal Padat, Petugas Siapkan Skema Parkir dan Jalur Alternatif
Batang - Kawasan Alun-alun Batang diprediksi bakal disesaki ribuan pengunjung menyusul gelaran acara besar yang berlangsung akhir pekan ini. Menanggapi potensi lonjakan massa tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Batang bergerak cepat menyusun rekayasa lalu lintas sekaligus menyiapkan kantong parkir demi menjaga arus kendaraan tetap terkendali.
09 Okt 2026 Jumadi 253
Dinkes Batang Umumkan Hasil Uji Laboratorium Kasus Keracunan MBG di Bawang Dinkes Batang Umumkan Hasil Uji Laboratorium Kasus Keracunan MBG di Bawang
Dinkes Batang Umumkan Hasil Uji Laboratorium Kasus Keracunan MBG di Bawang
Batang Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang mengumumkan hasil pemeriksaan laboratorium terkait kasus dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kantor Bapperida Batang, Kabupaten Batang, Jumat (9102026).
09 Okt 2026 Jumadi 855