Bupati Batang Wihaji ikut menjamas pusaka Tombak Abirawa peninggalan leluhur Kabupaten Batang
Pada setiap tanggal 1 suro pemerintah kabupaten batang melaksanakan uri-uri budaya atau melestarikan budaya salah satunya kegiatan ritual penjamasan pusaka yang diselenggarakan oleh dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten batang setiap tahunnya. Adapun kegiatan penjamasan pusaka dilaksanakan di pendopo pemkab batang 1 suro atau rabu malam (20/9).
Bupati Batang Wihaji mengatakan kegiatan penjamasan pusaka ini merupakan ritual budaya yang sakral karena ini bagian dari budaya jawa yang terus menerus dilakukan sebagai tradisi penjamasan pusaka.
Penjamasan pusaka yang sakral ini dimaknai sebagai ritual budaya dan tradisi ini harus tetap dilanjutkan dan berharap untuk tahun depan kegiatan ini sebagai salah satu kalender wisata Kabupaten Batang tandas Bupati.
Beliau menambahkan kegiatan penjamasan pusaka ini kita ambil hikmahnya bukan hal yang sirik akan tetapi lebih mengedepankan pendekatan kultural bagian dari tradisi budaya. Mulai dari membersihkan pusaka dan jangan hanya dimaknai sekedar membersihkan pusaka, akan tetapi ini merupakan warisan leluhur kita Kabupaten Batang.
Tradisi penjamasan pusaka ini sebagai ritual sakral dalam tradisi jawa ini sebagai tradisi nguri-nguri budaya dari warisan leluhur kabupaten Batang, harapan kami kedepan agar promosi ini lebih digiatkan lagi agar masyarakat batang lebih mengenal budaya batang dan semoga satu muharom atau malam satu suro ini akan lebih baik lagi untuk tahun-tahun yang akan datang untuk tahun 1439 Hijriyah ujar Bupati.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang Rahmat Fadilah selaku ketua panitia penyelenggara penjamasan pusaka mengatakan kegiatan penjamasan pusaka ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan setiap tanggal 1 suro.
Kegiatan ini bertujuan dalam rangka uri-uri atau melestarikan kebudayaan dari nilai-nilai budaya bangsa. Serta memelihara benda pusaka yang dimiliki oleh Kabupaten Batang, adapun benda pusaka yang dijamas sebanyak 48 pusaka terdiri dari 46 berupa tombak, 1 berupa keris dan yang berupa pedang, tandas Rahmat.
Pada kesempatan tersebut Bupati Batang Wihaji juga menerima cindera mata dari paguyuban Tosan Aji Abirawa Kabupaten Batang berupa pusaka keris. Kemudian dilanjutkan doa dan pemotongan tumpeng dan dilanjutkan pagelaran wayang kulit dengan dalang ki Uut dari Pasekaran Batang. kegiatan tersebut dihadiri Forkopimda, para OPD dilingkungan pemkab Batang dan para paguyuban tosan aji serta masyarakat sekitar batang. (Iwan/McBatang)
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menggelar Kirab Budaya dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-60 dengan mengusung tema Kesultanan Yogyakarta, di Pendopo Kabupaten Batang Minggu (1242026).
Batang - Kabupaten Batang bersiap menghelat pesta rakyat yang tak biasa. Memperingati hari jadinya Ke-60, tradisi Kirab Budaya tahun ini tampil lebih kolosal dan sakral, membawa atmosfer keagungan Kasultanan Yogyakarta ke tanah Batang.
Batang - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melakukan kunjungan dalam rangka Ziarah Kebangsaan sekaligus pembinaan Paguyuban Ketua Rukun Tetangga (PPRT) di Desa Gringgingsari, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Minggu (1242026).
Batang - Pengurus Provinsi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Jateng telah mengkuhkan, Suudi sebagai Ketua PBSI Batang untuk masa bakti 2025 - 2029. Pasca dikukuhkan, seluruh Pengkab PBSI Batang segera menggelar rapat kerja untuk menentukan target dan even yang dapat membawa atlet bulutangkis daerah menembus ke kancah provinsi maupun nasional.
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.