Kesukaan dan Cintanya Pada Wayang Golek, Jadikan Mata Pencaharian Utama di Batang

Senin, 12 Oktober 2020 Jumadi Dibaca 1.101 kali IKM UKM UMKM
Kesukaan dan Cintanya Pada Wayang Golek, Jadikan Mata Pencaharian Utama di Batang
Batang - Kesukaan dan cintanya pada wayang golek sering menonton pertunjukannya dulu waktu masih kecil dan kebetulan orang tua perajin wayang golek, menjadikan Teguh Abadi (39), Dukuh Kijingan, Desa Siwatu, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang. mempunyai keahlian menjadi perajin wayang golek.

Batang - Kesukaan dan cintanya pada wayang golek sering menonton pertunjukannya dulu waktu masih kecil dan kebetulan orang tua perajin wayang golek, menjadikan Teguh Abadi (39), Dukuh Kijingan, Desa Siwatu, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang. mempunyai keahlian menjadi perajin wayang golek.

“Pada awalnya saya sering melihat orang tua atau bapak membuat wayang golek, akhirnya ingin sekali belajar membuat wayang golek dan pada waktu itu bapak memperbolehkan saya belajar membuat dengan bimbingan beliau, mulai dari Sekolah Dasar (SD) sudah belajar membuat wayang golek,” kata Teguh saat ditemui di Rumahnya, Senin (12/10/2020).

Setelah mahir membuat wayang golek, memberanikan diri untuk menawarkan wayang golek saya kepada dalang sekitar, dari dalang-dalang itu diberikan masukan kekurangan wayang golek saya.

“Terus mempunyai kenalan lain perajin wayang golek lainnya yang menambah wawasan tentang wayang golek. Karakter wayang golek pertama kali dibuat adalah Panji dan Canus, Canus itu karakter punokawan dan  Panji itu karakter satria itu biasanya sebagai tokoh utama cerita-cerita wayang golek,” jelasnya.

Dijelaskannya, untuk langkah-langkah membuat wayang golek, pertama menentukan membuat karakter apa, kita membuat karakter pada kayu yang telah dipotong dengan nama bakali atau proses membuat wayang, selanjutnya dilakukan pendetailan baik raut muka dan kalau ada yang memakai mahkota dibuat detail.

Setelah terbentuk detail melangkah ke proses pengamplasan kemudian dilakukan pewarnaan sesuai kebutuhan karakter. Setelah itu kita nyandangi wayang atau memberikan pakaian kepada wayang. Untuk satu karakter membutuhkan waktu 5-6 hari pengerjaan.

Disebutkan, harga wayang golek per karakter dijual dengan harga Rp350.000,00 hingga Rp500.000,00 untuk standar dalang, tetapi kalau untuk hiasan saja menyesuaikan antaranya dijual dengan harga Rp200.000,00 hingga Rp250.000,00.

“Pesanan sendiri kebanyakan dari dalang dan ada juga pecinta wayang. Dalang terkenal yang pernah pesan disini diantaranya adalah dalang Wahyudin, dalang Rohim, dalang Tori, dalang Caswono, dalang Kasmadi dan almarhum dalang abah Kentus,” terangnya.

Diharapkan, ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten Batang baik itu dukungan moril dan dukungan untuk peningkatan kualitas wayang golek saya dari pemasaran dan dana untuk membeli perlengkapan alat yang saya perlukan untuk mengembangkan wayang golek di Kabupaten Batang dan  untuk melatih generasi muda belajar membuat wayang golek. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Kejurkab PBSI, Ajang Atlet Muda Batang Memantaskan Diri ke Kompetisi Provinsi Kejurkab PBSI, Ajang Atlet Muda Batang Memantaskan Diri ke Kompetisi Provinsi
Kejurkab PBSI, Ajang Atlet Muda Batang Memantaskan Diri ke Kompetisi Provinsi
Batang Regenerasi pebulu tangkis di Kabupaten Batang tak kenal berhenti, pasalnya di pertengahan tahun ini Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) kembali menggelar even Kejurkab 3 - 5 Juli 2026. 188 atlet dari tujuh klub bulu tangkis se-Kabupaten Batang beradu kemampuan untuk memantaskan diri, melaju ke berbagai kompetisi tingkat Jawa Tengah.
04 Jul 2026 Jumadi 49
Pemkab Batang Apresiasi Program PRIMA, Perkuat SDM Vokasi Siap Kerja di Kawasan Industri Pemkab Batang Apresiasi Program PRIMA, Perkuat SDM Vokasi Siap Kerja di Kawasan Industri
Pemkab Batang Apresiasi Program PRIMA, Perkuat SDM Vokasi Siap Kerja di Kawasan Industri
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mengapresiasi penyelenggaraan Program Resiliensi Industri Masa Depan (PRIMA) yang dinilai menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) vokasi yang unggul, berkarakter, dan siap bersaing di dunia industri. Hal tersebut disampaikan Penjabat (Pj) Sekda Batang Sri Purwaningsih, saat menghadiri penutupan Program PRIMA di KEK Industropolis Batang, Kabupaten Batang, Jumat (372026).
03 Jul 2026 Jumadi 113
Program PRIMA KITB Cetak Lulusan 160 Siswa SMK Berkarakter dan Siap Kerja Program PRIMA KITB Cetak Lulusan 160 Siswa SMK Berkarakter dan Siap Kerja
Program PRIMA KITB Cetak Lulusan 160 Siswa SMK Berkarakter dan Siap Kerja
Batang - Program Resiliensi Industri Masa Depan (PRIMA) yang diinisiasi Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) resmi ditutup melalui upacara closing ceremony di Taman Tematik KEK Industropolis Batang, Kabupaten Batang, Jumat (372026).
03 Jul 2026 Jumadi 86
Perkuat Link and Match, PRIMA KITB Serap Ratusan Lulusan SMK Di Industri Perkuat Link and Match, PRIMA KITB Serap Ratusan Lulusan SMK Di Industri
Perkuat Link and Match, PRIMA KITB Serap Ratusan Lulusan SMK Di Industri
Batang - Program Resiliensi Industri Masa Depan (PRIMA) yang digagas KEK Industropolis Batang mulai menunjukkan dampak nyata dalam menyiapkan lulusan SMK yang siap memasuki dunia kerja. Program tersebut dinilai berhasil memperkuat link and match antara dunia pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri di kawasan Batang.
03 Jul 2026 Jumadi 80
Aturan Baru Sebut Sosialisasi Tower Tak Wajib, Komisi II DPRD Batang Tetap Tekankan Aspek Sosial Aturan Baru Sebut Sosialisasi Tower Tak Wajib, Komisi II DPRD Batang Tetap Tekankan Aspek Sosial
Aturan Baru Sebut Sosialisasi Tower Tak Wajib, Komisi II DPRD Batang Tetap Tekankan Aspek Sosial
Batang Komisi II DPRD Kabupaten Batang menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan warga RT 03III Dukuh Pekuncen, Kelurahan Karangasem Utara, terkait penolakan perpanjangan masa operasional menara telekomunikasi (tower) di wilayah mereka.
03 Jul 2026 Jumadi 102
Digembleng KEK Industropolis, Ratusan Pelajar Batang Siap Masuki Dunia Kerja Digembleng KEK Industropolis, Ratusan Pelajar Batang Siap Masuki Dunia Kerja
Digembleng KEK Industropolis, Ratusan Pelajar Batang Siap Masuki Dunia Kerja
Batang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang Kembali menggelar Progam Reselensi untuk Industri Masa Depan (PRIMA) bagi 160 pelajar dari delapan SMK negeri dan swasta. Tak hanya menyiapkan calon tenaga kerja professional, namun program tersebut sebagai media untuk menggembleng mental para siswa lebih tangguh dan siap menghadapi dunia kerja.
03 Jul 2026 Jumadi 200