Sertifikasi Kompetensi, Bukti Kualitas Pembatik Batang

Selasa, 06 Oktober 2020 Jumadi Dibaca 1.195 kali IKM UKM UMKM
Sertifikasi Kompetensi, Bukti Kualitas Pembatik Batang
Batang - Ratusan pembatik Kabupaten Batang kini dapat bernafas lega, karena profesi yang telah puluhan tahun mereka geluti akhirnya memperoleh pengakuan dari negara, melalui sertifikasi kompetensi yang digelar oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Batang dan Lembaga Sertifikasi Profesi Batik (LSP) Batik.

Batang - Ratusan pembatik Kabupaten Batang kini dapat bernafas lega, karena profesi yang telah puluhan tahun mereka geluti akhirnya memperoleh pengakuan dari negara, melalui sertifikasi kompetensi yang digelar oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Batang dan Lembaga Sertifikasi Profesi Batik (LSP) Batik.

“Saat ini sudah terjadi segmentasi pekerjaan di sektor industri batik, maka LSP Batik membuat skema berbasis pada okupasi atau pekerjaan yang tersedia sesuai penelitian dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI),” kata Manajer LSP Batik Rodia Syamwil, usai memantau proses sertifikasi pembatik di Hotel Sendang Sari, Kabupaten Batang, Selasa (6/10/2020).

Lebih lanjut, Rodia menerangkan, LSP Batik lebih berfokus untuk menguji berdasarkan skema. Dan khusus di Kabupaten Batang peserta yang mengikuti sertifikasi kompetensi hanya di bidang batik tulis, karena menjadi profesi yang banyak diminati perajin setempat.

“Uji kompetensi sebetulnya bukan ujian, tetapi hanya sebuah proses mengumpulkan bukti-bukti berupa dokumen, pengetahuannya yang digali melalui pertanyaan yang diajukan dan kami melihat langsung cara pembatik bekerja mulai dari memegang canting,” jelasnya.

Ia menegaskan, pihaknya berfokus pada kaum pekerja yang telah lama berkecimpung sebagai pembatik, maupun yang akan berkecimpung. Hal itu dibuktikan dengan dirinya sudah terikat pada suatu paguyuban atau menjadi pekerja di suatu industri batik.

“Saat ini di seluruh Indonesia sudah tercatat di Kementerian Perindustrian ada 222 ribu pekerja di sektor batik. Sedangkan yang telah disertifikasi baru 12 ribu pembatik, jadi masih tersisa 210 ribu pekerja yang belum tersertifikasi, dan tersebar di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Batang yang berjumlah 500 perajin,” terangnya.

Rodia menambahkan, bagi pembatik yang telah bersertifikat tentu memiliki tingkat kepercayaan diri yang lebih tinggi dan sudah berani menampilkan karya terbaiknya.

“Fasilitas pelatihan dan sertifikasi dari Pemerintah Pusat akan terus berlanjut, karena para pembatik masih ada yang belum memiliki kesadaran untuk mensertifikasikan kemampuan yang dimilikinya,” tandasnya.

Sementara, Salah satu pembatik Isnaini dari Desa Denasri Kulon menuturkan, sertifikat yang telah diperoleh ini menjadikan kepercayaan diri meningkat, dibandingkan sebelum mengikuti sertifikasi kompetensi pembatik.

“Sertifikat ini seperti kami mendapat “SIM” sebagai seorang pembatik. Mudah-mudahan ke depan bisa buka usaha sendiri karena selama ini masih ikut kerja di industri batik,” ungkapnya.

Sertifikat ini merupakan bukti bahwa dirinya telah lulus sebagai pembatik yang berkemampuan dan diakui oleh pemerintah. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Batang - Sebanyak 24 anak dari Kecamatan Subah dan sekitarnya mengikuti khitan massal gratis yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten  Batang dalam rangka memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Dinas Sosial, dan Kecamatan Subah.
25 Ags 2026 Jumadi 76
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
Batang - DPRD Kabupaten Batang bersama Pemerintah Kabupaten Batang mulai membahas tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) prioritas dalam rapat paripurna di Kantor DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 106
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Batang - Geliat investasi dan pesatnya kawasan industri di Kabupaten Batang tak cuma menuntut ekspansi ekonomi, tetapi juga kepastian hukum dan perlindungan alam. Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Batang resmi menyerahkan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) krusial kepada DPRD dalam Rapat Paripurna di DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 158
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Batang - Sebagai pejabat baru di Kabupaten Batang, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batang Ratih Andrawina Suminar langsung tancap gas membangun komunikasi antarlembaga. Langkah awal ini ditandai dengan kunjungan silaturahmi ke Gedung DPRD Batang, Kabupaten Batang Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 87
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
Batang - Upaya memperkuat tata kelola Perhutanan Sosial yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Batang terus didorong melalui kolaborasi multipihak. Salah satunya melalui Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Integrated Area Development (IAD) yang mengusung tema Penyusunan Integrated Area Development (IAD) Kabupaten Batang dalam Mewujudkan Tata Kelola Perhutanan Sosial yang Inklusif bagi Pemberdayaan KUPS Perempuan", di Ruang Rapat Pagilaran Bapperida Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 139
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Batang - Pelajar SMA Negeri 1 Bandar memulai Gelar Karya Projek Kokurikuler untuk kelas 10, setelah beberapa pekan mengikuti kegiatan pembelajaran. Mengusung tema Bhineka Tunggal Ika, gelar karya tersebut, menjadi ajang bagi siswa untuk mengekspresikan diri, melalui pertunjukan tari tradisional, lagu daerah, bazar makanan tradisional daerah, dan pop-up book budaya di halaman SMAN 1 Bandar, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 171