Sertifikasi Kompetensi, Bukti Kualitas Pembatik Batang

Selasa, 06 Oktober 2020 Jumadi Dibaca 1.193 kali IKM UKM UMKM
Sertifikasi Kompetensi, Bukti Kualitas Pembatik Batang
Batang - Ratusan pembatik Kabupaten Batang kini dapat bernafas lega, karena profesi yang telah puluhan tahun mereka geluti akhirnya memperoleh pengakuan dari negara, melalui sertifikasi kompetensi yang digelar oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Batang dan Lembaga Sertifikasi Profesi Batik (LSP) Batik.

Batang - Ratusan pembatik Kabupaten Batang kini dapat bernafas lega, karena profesi yang telah puluhan tahun mereka geluti akhirnya memperoleh pengakuan dari negara, melalui sertifikasi kompetensi yang digelar oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Batang dan Lembaga Sertifikasi Profesi Batik (LSP) Batik.

“Saat ini sudah terjadi segmentasi pekerjaan di sektor industri batik, maka LSP Batik membuat skema berbasis pada okupasi atau pekerjaan yang tersedia sesuai penelitian dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI),” kata Manajer LSP Batik Rodia Syamwil, usai memantau proses sertifikasi pembatik di Hotel Sendang Sari, Kabupaten Batang, Selasa (6/10/2020).

Lebih lanjut, Rodia menerangkan, LSP Batik lebih berfokus untuk menguji berdasarkan skema. Dan khusus di Kabupaten Batang peserta yang mengikuti sertifikasi kompetensi hanya di bidang batik tulis, karena menjadi profesi yang banyak diminati perajin setempat.

“Uji kompetensi sebetulnya bukan ujian, tetapi hanya sebuah proses mengumpulkan bukti-bukti berupa dokumen, pengetahuannya yang digali melalui pertanyaan yang diajukan dan kami melihat langsung cara pembatik bekerja mulai dari memegang canting,” jelasnya.

Ia menegaskan, pihaknya berfokus pada kaum pekerja yang telah lama berkecimpung sebagai pembatik, maupun yang akan berkecimpung. Hal itu dibuktikan dengan dirinya sudah terikat pada suatu paguyuban atau menjadi pekerja di suatu industri batik.

“Saat ini di seluruh Indonesia sudah tercatat di Kementerian Perindustrian ada 222 ribu pekerja di sektor batik. Sedangkan yang telah disertifikasi baru 12 ribu pembatik, jadi masih tersisa 210 ribu pekerja yang belum tersertifikasi, dan tersebar di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Batang yang berjumlah 500 perajin,” terangnya.

Rodia menambahkan, bagi pembatik yang telah bersertifikat tentu memiliki tingkat kepercayaan diri yang lebih tinggi dan sudah berani menampilkan karya terbaiknya.

“Fasilitas pelatihan dan sertifikasi dari Pemerintah Pusat akan terus berlanjut, karena para pembatik masih ada yang belum memiliki kesadaran untuk mensertifikasikan kemampuan yang dimilikinya,” tandasnya.

Sementara, Salah satu pembatik Isnaini dari Desa Denasri Kulon menuturkan, sertifikat yang telah diperoleh ini menjadikan kepercayaan diri meningkat, dibandingkan sebelum mengikuti sertifikasi kompetensi pembatik.

“Sertifikat ini seperti kami mendapat “SIM” sebagai seorang pembatik. Mudah-mudahan ke depan bisa buka usaha sendiri karena selama ini masih ikut kerja di industri batik,” ungkapnya.

Sertifikat ini merupakan bukti bahwa dirinya telah lulus sebagai pembatik yang berkemampuan dan diakui oleh pemerintah. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Kejurkab PBSI, Ajang Atlet Muda Batang Memantaskan Diri ke Kompetisi Provinsi Kejurkab PBSI, Ajang Atlet Muda Batang Memantaskan Diri ke Kompetisi Provinsi
Kejurkab PBSI, Ajang Atlet Muda Batang Memantaskan Diri ke Kompetisi Provinsi
Batang Regenerasi pebulu tangkis di Kabupaten Batang tak kenal berhenti, pasalnya di pertengahan tahun ini Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) kembali menggelar even Kejurkab 3 - 5 Juli 2026. 188 atlet dari tujuh klub bulu tangkis se-Kabupaten Batang beradu kemampuan untuk memantaskan diri, melaju ke berbagai kompetisi tingkat Jawa Tengah.
04 Jul 2026 Jumadi 56
Pemkab Batang Apresiasi Program PRIMA, Perkuat SDM Vokasi Siap Kerja di Kawasan Industri Pemkab Batang Apresiasi Program PRIMA, Perkuat SDM Vokasi Siap Kerja di Kawasan Industri
Pemkab Batang Apresiasi Program PRIMA, Perkuat SDM Vokasi Siap Kerja di Kawasan Industri
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mengapresiasi penyelenggaraan Program Resiliensi Industri Masa Depan (PRIMA) yang dinilai menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) vokasi yang unggul, berkarakter, dan siap bersaing di dunia industri. Hal tersebut disampaikan Penjabat (Pj) Sekda Batang Sri Purwaningsih, saat menghadiri penutupan Program PRIMA di KEK Industropolis Batang, Kabupaten Batang, Jumat (372026).
03 Jul 2026 Jumadi 118
Program PRIMA KITB Cetak Lulusan 160 Siswa SMK Berkarakter dan Siap Kerja Program PRIMA KITB Cetak Lulusan 160 Siswa SMK Berkarakter dan Siap Kerja
Program PRIMA KITB Cetak Lulusan 160 Siswa SMK Berkarakter dan Siap Kerja
Batang - Program Resiliensi Industri Masa Depan (PRIMA) yang diinisiasi Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) resmi ditutup melalui upacara closing ceremony di Taman Tematik KEK Industropolis Batang, Kabupaten Batang, Jumat (372026).
03 Jul 2026 Jumadi 91
Perkuat Link and Match, PRIMA KITB Serap Ratusan Lulusan SMK Di Industri Perkuat Link and Match, PRIMA KITB Serap Ratusan Lulusan SMK Di Industri
Perkuat Link and Match, PRIMA KITB Serap Ratusan Lulusan SMK Di Industri
Batang - Program Resiliensi Industri Masa Depan (PRIMA) yang digagas KEK Industropolis Batang mulai menunjukkan dampak nyata dalam menyiapkan lulusan SMK yang siap memasuki dunia kerja. Program tersebut dinilai berhasil memperkuat link and match antara dunia pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri di kawasan Batang.
03 Jul 2026 Jumadi 86
Aturan Baru Sebut Sosialisasi Tower Tak Wajib, Komisi II DPRD Batang Tetap Tekankan Aspek Sosial Aturan Baru Sebut Sosialisasi Tower Tak Wajib, Komisi II DPRD Batang Tetap Tekankan Aspek Sosial
Aturan Baru Sebut Sosialisasi Tower Tak Wajib, Komisi II DPRD Batang Tetap Tekankan Aspek Sosial
Batang Komisi II DPRD Kabupaten Batang menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan warga RT 03III Dukuh Pekuncen, Kelurahan Karangasem Utara, terkait penolakan perpanjangan masa operasional menara telekomunikasi (tower) di wilayah mereka.
03 Jul 2026 Jumadi 105
Digembleng KEK Industropolis, Ratusan Pelajar Batang Siap Masuki Dunia Kerja Digembleng KEK Industropolis, Ratusan Pelajar Batang Siap Masuki Dunia Kerja
Digembleng KEK Industropolis, Ratusan Pelajar Batang Siap Masuki Dunia Kerja
Batang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang Kembali menggelar Progam Reselensi untuk Industri Masa Depan (PRIMA) bagi 160 pelajar dari delapan SMK negeri dan swasta. Tak hanya menyiapkan calon tenaga kerja professional, namun program tersebut sebagai media untuk menggembleng mental para siswa lebih tangguh dan siap menghadapi dunia kerja.
03 Jul 2026 Jumadi 207