Aplikasi “Dotukura” Efektifkan Warga Batang dalam Berbelanja

Kamis, 13 Agustus 2020 Jumadi Dibaca 785 kali IKM UKM UMKM
Aplikasi “Dotukura” Efektifkan Warga Batang dalam Berbelanja
Batang - Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Kabupaten Batang bersama Paguyuban Pedagang Pasar menciptakan aplikasi pasar online “Dotukura”, yang telah dilaunching oleh Bupati Batang Wihaji di Aula Kantor Bupati Kabupaten Batang, Kamis (13/8/2020).

Batang - Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Kabupaten Batang bersama Paguyuban Pedagang Pasar menciptakan aplikasi pasar online “Dotukura”, yang telah dilaunching oleh Bupati Batang Wihaji di Aula Kantor Bupati Kabupaten Batang, Kamis (13/8/2020).

“Aplikasi ini diharapkan bisa semakin aplikatif, efektif, efisien dan sederhana. “Dotukura” membantu para pedagang pasar tradisional dan pembelinya tidak harus bertatap muka, namun tetap merasakan kemudahan dalam berbelanja di masa pandemi,” kata Bupati Wihaji.

Saat ini pangsa pasarnya lebih menyasar kalangan menengah. Namun semangat Pemkab Batang adalah melayani supaya pedagang pasar, barang dagangannya laku terjual secara online.

“Untuk bisa bersaing dengan pasar online lainnya harus memiliki ide-ide cemerlang. Misalnya belanja di aplikasi “Dotukura” sambil beribadah, atau ada sekian rupiah yang diamalkan bagi anak yatim,” jelasnya.

Bupati Wihaji optimis pasar online “Dotukura” dapat bersaing, karena digerakkan generasi muda yang berkompeten di bidang teknologi informatika.

Sementara, Perwakilan Bank Indonesia (BI) Cabang Tegal, M. Taufik Amrozy mengatakan, sosialisasi pasar online “Dotukura” harus terus digencarkan oleh Disperimdagkop dan UKM, dan Diskominfo.

“Aplikasi ini baru dilaunching nanti secara bertahap kekurangannya akan diminimalkan, termasuk masalah efisiensi dengan targetnya lebih menyasar kalangan menengah. Tantangannya jika target menengahnya memenuhi dengan beroperasi secara baik, maka biayanya akan lebih efisien,” terangnya.

Aplikasi ini baru bersifat lokal, maka perlu dikembangkan dengan berbagai keunggulan. Di antaranya untuk produk yang tidak bisa bertahan lama seperti sayur dan bumbu dapur dari pasar tradisional dapat terjual dengan cepat.

“Saat ini sudah ada 1.500 lebih pedagang yang bergabung, jika masa percobaan ini berhasil bisa dilanjutkan di 8 pasar lainnya. Dan perlu diketahui “Dotukura” merupakan pasar online yang lebih dahulu aktif, dibandingkan daerah-daerah lain,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Batang, Anwar Rozikin menuturkan, aplikasi “Dotukura” merupakan strategi para pedagang supaya dapat bertahan di masa pandemi. Terutama bertahan agar tidak ditinggalkan pembeli karena banyaknya pasar swalayan yang lebih condong dikunjungi keluarga dengan ekonomi menengah ke atas.

“Kemasan dan barangnya setara dengan produk-produk yang dijual di pasar swalayan. Misalnya beli kentang atau kacang tidak ada sisa tanah yang tertinggal karena sudah dicuci dulu dan dikemas dengan baik,” tuturnya.

Pengelolaannya pun langsung oleh paguyuban bukan aplikator lain. Dalam proses pengiriman pun melibatkan anggota, sehingga semua diberdayakan.

“Untuk pembayarannya dilakukan secara non tunai, didukung BI, Link Aja, Bank Mandiri dan BKK. Sebanyak 1.950 pedagang antusias mendukung program ini dengan 250 jenis produk, seperti daging, lauk pauk, ikan, sayur, sembako hingga daun pisang,” bebernya.

Ia menjelaskan, jika pembeli memesan produk jam 7 pagi maka barang akan diantar jam 10. Tujuannya supaya ada jeda waktu untuk mempersiapkan dan mengemas produk-produk yang dipesan secara baik demi menjaga higienitas sampai ke tangan konsumen.

“Kami pun telah menyiapkan potongan harga khusus dan wadah belanja yang ramah lingkungan. Selain memperjuangkan roda perekonomian tetap berputar, kami juga peduli kelestarian lingkungan,” katanya.

Sementara pemilik aplikasi “Dotukura”, Damas Martiyasa menerangkan, aplikasi ini dikelola sendiri, meskipun sudah ada di Playstore namun tidak dikomersilkan.

“Berbagai keuntungan yang didapat antara lain akan ada beragam promosi seperti di sosial media, potongan ongkos kirim, cash back dan harga di bawah pasar “rego ambyar”,” ungkapnya. (MC Batang, Jateng/Heri/Jumadi)

Berita Lainnya

Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Batang - Sebanyak 24 anak dari Kecamatan Subah dan sekitarnya mengikuti khitan massal gratis yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten  Batang dalam rangka memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Dinas Sosial, dan Kecamatan Subah.
25 Ags 2026 Jumadi 81
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
Batang - DPRD Kabupaten Batang bersama Pemerintah Kabupaten Batang mulai membahas tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) prioritas dalam rapat paripurna di Kantor DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 106
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Batang - Geliat investasi dan pesatnya kawasan industri di Kabupaten Batang tak cuma menuntut ekspansi ekonomi, tetapi juga kepastian hukum dan perlindungan alam. Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Batang resmi menyerahkan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) krusial kepada DPRD dalam Rapat Paripurna di DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 160
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Batang - Sebagai pejabat baru di Kabupaten Batang, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batang Ratih Andrawina Suminar langsung tancap gas membangun komunikasi antarlembaga. Langkah awal ini ditandai dengan kunjungan silaturahmi ke Gedung DPRD Batang, Kabupaten Batang Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 87
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
Batang - Upaya memperkuat tata kelola Perhutanan Sosial yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Batang terus didorong melalui kolaborasi multipihak. Salah satunya melalui Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Integrated Area Development (IAD) yang mengusung tema Penyusunan Integrated Area Development (IAD) Kabupaten Batang dalam Mewujudkan Tata Kelola Perhutanan Sosial yang Inklusif bagi Pemberdayaan KUPS Perempuan", di Ruang Rapat Pagilaran Bapperida Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 142
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Batang - Pelajar SMA Negeri 1 Bandar memulai Gelar Karya Projek Kokurikuler untuk kelas 10, setelah beberapa pekan mengikuti kegiatan pembelajaran. Mengusung tema Bhineka Tunggal Ika, gelar karya tersebut, menjadi ajang bagi siswa untuk mengekspresikan diri, melalui pertunjukan tari tradisional, lagu daerah, bazar makanan tradisional daerah, dan pop-up book budaya di halaman SMAN 1 Bandar, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 192