Kapolres memberikan salam komando kepada Wisudawan Purna Bakti Polres Batang
Untuk pertama kalinya sebagai tanda penghormatan bagi para purnawirawan yang selama ini telah sepenuh hati mengabdikan dirinya sebagai anggota Polri, maka atas perintah pimpinan diadakan tradisi Wisuda Purna Bakti. Kegiatan ini adalah wujud penghargaan bagi mereka yang telah dengan seluruh jiwa raga mengabdikan dirinya hingga puluhan tahun, ketika memasuki masa pensiun sudah sepantasnya ada acara khusus yang berkesan di hati para purnawirawan.
Hal tersebut dikatakan oleh Kapolres Batang AKBP Juli Agung Pramono setelah melepas ke 26 para Wisudawan Purna Bakti Polres didampingi Wakapolres Kompol Hendri Yulianto beserta para pejabat Polres Batang, di Mapolres Batang, Selasa (29/8).
Kapolres mengatakan sesuai dengan Undang – Undang bahwa usia pensiun dari anggota Polri adalah 58 tahun. Dan untuk Polres Batang ada 26 orang sepanjang bulan Januari hingga Agustus 2017 telah memasuki masa pensiun atau purna tugas.
“Inilah wujud cara kita untuk menghormati dengan bentuk upacara tradisi yang harus tetap lestari mulai tahun 2017,” ucap Juli.
Menurutnya, acara diawali dengan pengalungan medali yang dilapisi emas sangat penting kiranya sebagai wisudawan kemudian dilengkapi dengan pemberian sertifikat purna bakti dan cinderamata. Selanjutnya tradisi Pedang Pora yang biasanya hanya muncul di setiap prosesi pernikahan perwira, kini sengaja dihadirkan untuk menghormati para Wisudawan Purna Bakti.
“Sebagai wujud kearifan lokal para Wisudawan Purna Bakti naik becak berkeliling mulai dari Mapolres hingga Jalan Ki Mangunsarkoro Dracik, dan dipilihnya becak karena alat transportasi ini masih mengena di hati masyarakat Batang,” jelasnya.
Kapolres menyampaikan para purna tugas ini secara hitam di atas putih memang telah mengakhiri masa kedinasan di Kepolisian Republik Indonesia, namun pengabdiannya kepada bangsa, negara dan masyarakat Indonesia bukan berakhir, tetap harus eksis. Mereka akan masuk ke dalam wadah Persatuan Purnawirawan Polri (PP Polri) yang sudah ada selama 18 tahun. Mereka bertekad tetap setia memberikan pelayanan kepada masyarakat, bangsa dan negara dengan kiprah dan kemampuan masing – masing yang telah diberikan oleh SDM Mabes dan Polda selama 2 tahun sebelum purna tugas.
“Bagi yang masih berdinas bahwa menuju masa purna bakti itu tidak selalu berjalan mulus, pasti akan tetap ada ujian, cobaan dan tantangan yang perlu disikapi dengan dewasa, bijaksana, harus memiliki ketelatenan, jiwa juang untuk memberikan yang terbaik dan kalau mau melakukan hal yang aneh – aneh kita harus malu saat pensiun nanti berakhir baik atau di jeruji besi,” pungkasnya. (Heri /McBatang)
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menggelar Kirab Budaya dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-60 dengan mengusung tema Kesultanan Yogyakarta, di Pendopo Kabupaten Batang Minggu (1242026).
Batang - Kabupaten Batang bersiap menghelat pesta rakyat yang tak biasa. Memperingati hari jadinya Ke-60, tradisi Kirab Budaya tahun ini tampil lebih kolosal dan sakral, membawa atmosfer keagungan Kasultanan Yogyakarta ke tanah Batang.
Batang - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melakukan kunjungan dalam rangka Ziarah Kebangsaan sekaligus pembinaan Paguyuban Ketua Rukun Tetangga (PPRT) di Desa Gringgingsari, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Minggu (1242026).
Batang - Pengurus Provinsi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Jateng telah mengkuhkan, Suudi sebagai Ketua PBSI Batang untuk masa bakti 2025 - 2029. Pasca dikukuhkan, seluruh Pengkab PBSI Batang segera menggelar rapat kerja untuk menentukan target dan even yang dapat membawa atlet bulutangkis daerah menembus ke kancah provinsi maupun nasional.
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.