Pencapaian Diskominfo Batang Dalam Pembangunan SPBE Dengan Perhatikan Syarat Gagal

Sabtu, 13 Juni 2020 Jumadi Dibaca 876 kali Teknologi
Pencapaian Diskominfo Batang Dalam Pembangunan SPBE Dengan Perhatikan  Syarat Gagal
Batang - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Batang mengikuti Web Seminar (Webinar) Ikatan Ahli Informatika Indonesia (IAII) yang diselenggarakan melalui media aplikasi Zoom Meeting.

Batang - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Batang mengikuti Web Seminar (Webinar) Ikatan Ahli Informatika Indonesia (IAII) yang diselenggarakan melalui media aplikasi Zoom Meeting. 

Kegiatan Webinar IAII Series dengan nama Learn-IT, Share-IT, PlayIT bersama IAII secara online dengan judul Syarat Gagal Aplikasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Command Center Kabupaten Batang, Jumat (12/6/2020).

Dosen Teknik Informatika FTI Universitas Budi Luhur,  Direktur Bisnis dan Inovasi IAII,  Direktur PT.  Nurutama Prima Solusi Gunawan Prima Utama menyampaikan, Syarat gagal aplikasi SPBE bagi praktisi pengembangan perangkat lunak banyak yang sudah dihasilkan. Kita selalu menganggap ini adalah proyek IT padahal harus menganggap proyek bisnis.

“Biasanya kegagalan dalam SPBE lingkup yang tidak lengkap, karena seharusnya dapat menggambarkan bagaimana aplikasi bekerja setelah selesai dibangun. Pekerjaan proyek ini tidak dibagi secara terinci jadi akan memakan waktu panjang harusnya dianalisis dipecah secara terinci dan estimasi waktu sering kali hanya estimasi terhadap waktu minimum bukan keseluruhan,” jelasnya.

Dijelaskannya, seharusnya uraian terinci dalam pekerjaan SPBE harus membuat uraian pekerjaan disitu meliputi persiapan, analisis, desain, implementasi, dan evaluasi dengan durasi dan bobot mengerjakan yang berbeda.

Sementara, Kepala Diskominfo Kabupaten Batang Jamal Abdul Naser mengatakan, kondisi saat ini pembangunan SPBE terjadi pemborosan anggaran akibat terbangunnya sistem yang tidak terintegrasi, mengingat membangun aplikasi Pemerintah sendiri-sendiri 65% aplikasi umum dan 35% untuk aplikasi khusus.

“Pencapaian monev penerapan SPBE akan dinilai melalui indeks SPBE nasional dengan memperhatikan kebijakan, tata kelola, dan layanan. Hasil penilaian indeks SPBE nasional sendiri dibagi menjadi 5 penilaian antara lain 36,36% dengan predikat kurang, 32,96% dengan predikat cukup, 26,84% dengan predikat baik, 3,61% dengan predikat sangat baik, dan 0,31% dengan predikat sengat memuaskan,” terangnya.

Penyelenggaraan SPBE di Kabupaten Batang pada Tahun 2018 sampai 2019 mendapatkan nilai baik bahkan untuk Indeks SPBE Kabupaten Batang Tahun 2018 mendapatkan nilai indeks SPBE 3,39% nomor urut dua, pada kategori Kabupaten hanya dibawah Banyuwangi.

“Sistem aplikasi SPBE saat menjadi terbaik kedua hasil evaluasi SPBE Tahun 2018 rata-rata aspek sudah berpredikat baik dan penguatan masing-masing domain menuju integrasi. Untuk Tahun 2019 ini Kabupaten Batang juga masih mendapatkan predikat baik dengan indeks SPBE 3,41%,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Khitan Massal di Subah, 24 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Dapat Layanan Gratis
Batang - Sebanyak 24 anak dari Kecamatan Subah dan sekitarnya mengikuti khitan massal gratis yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten  Batang dalam rangka memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Dinas Sosial, dan Kecamatan Subah.
25 Ags 2026 Jumadi 30
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
DPRD Batang Bahas 3 Raperda Prioritas, Atur Lingkungan hingga Tata Ruang
Batang - DPRD Kabupaten Batang bersama Pemerintah Kabupaten Batang mulai membahas tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) prioritas dalam rapat paripurna di Kantor DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 87
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Tanggapi Pesatnya Industri, Pemkab Batang Dorong Tiga Raperda Strategis ke DPRD
Batang - Geliat investasi dan pesatnya kawasan industri di Kabupaten Batang tak cuma menuntut ekspansi ekonomi, tetapi juga kepastian hukum dan perlindungan alam. Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Batang resmi menyerahkan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) krusial kepada DPRD dalam Rapat Paripurna di DPRD Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 144
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Demi Kemajuan Batang, Kajari Bangun Sinergi dengan DPRD
Batang - Sebagai pejabat baru di Kabupaten Batang, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batang Ratih Andrawina Suminar langsung tancap gas membangun komunikasi antarlembaga. Langkah awal ini ditandai dengan kunjungan silaturahmi ke Gedung DPRD Batang, Kabupaten Batang Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 68
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
FGD IAD Batang, Perkuat Pengelolaan Perhutanan Sosial dan KUPS Perempuan
Batang - Upaya memperkuat tata kelola Perhutanan Sosial yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Batang terus didorong melalui kolaborasi multipihak. Salah satunya melalui Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Integrated Area Development (IAD) yang mengusung tema Penyusunan Integrated Area Development (IAD) Kabupaten Batang dalam Mewujudkan Tata Kelola Perhutanan Sosial yang Inklusif bagi Pemberdayaan KUPS Perempuan", di Ruang Rapat Pagilaran Bapperida Batang, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 95
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Tanamkan Cinta Budaya, Gelar Karya Kokurikuler jadi Ajang Ekspresi Siswa
Batang - Pelajar SMA Negeri 1 Bandar memulai Gelar Karya Projek Kokurikuler untuk kelas 10, setelah beberapa pekan mengikuti kegiatan pembelajaran. Mengusung tema Bhineka Tunggal Ika, gelar karya tersebut, menjadi ajang bagi siswa untuk mengekspresikan diri, melalui pertunjukan tari tradisional, lagu daerah, bazar makanan tradisional daerah, dan pop-up book budaya di halaman SMAN 1 Bandar, Kabupaten Batang, Senin (2482026).
24 Ags 2026 Jumadi 79