Pencapaian Diskominfo Batang Dalam Pembangunan SPBE Dengan Perhatikan Syarat Gagal

Sabtu, 13 Juni 2020 Jumadi Dibaca 858 kali Teknologi
Pencapaian Diskominfo Batang Dalam Pembangunan SPBE Dengan Perhatikan  Syarat Gagal
Batang - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Batang mengikuti Web Seminar (Webinar) Ikatan Ahli Informatika Indonesia (IAII) yang diselenggarakan melalui media aplikasi Zoom Meeting.

Batang - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Batang mengikuti Web Seminar (Webinar) Ikatan Ahli Informatika Indonesia (IAII) yang diselenggarakan melalui media aplikasi Zoom Meeting. 

Kegiatan Webinar IAII Series dengan nama Learn-IT, Share-IT, PlayIT bersama IAII secara online dengan judul Syarat Gagal Aplikasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Command Center Kabupaten Batang, Jumat (12/6/2020).

Dosen Teknik Informatika FTI Universitas Budi Luhur,  Direktur Bisnis dan Inovasi IAII,  Direktur PT.  Nurutama Prima Solusi Gunawan Prima Utama menyampaikan, Syarat gagal aplikasi SPBE bagi praktisi pengembangan perangkat lunak banyak yang sudah dihasilkan. Kita selalu menganggap ini adalah proyek IT padahal harus menganggap proyek bisnis.

“Biasanya kegagalan dalam SPBE lingkup yang tidak lengkap, karena seharusnya dapat menggambarkan bagaimana aplikasi bekerja setelah selesai dibangun. Pekerjaan proyek ini tidak dibagi secara terinci jadi akan memakan waktu panjang harusnya dianalisis dipecah secara terinci dan estimasi waktu sering kali hanya estimasi terhadap waktu minimum bukan keseluruhan,” jelasnya.

Dijelaskannya, seharusnya uraian terinci dalam pekerjaan SPBE harus membuat uraian pekerjaan disitu meliputi persiapan, analisis, desain, implementasi, dan evaluasi dengan durasi dan bobot mengerjakan yang berbeda.

Sementara, Kepala Diskominfo Kabupaten Batang Jamal Abdul Naser mengatakan, kondisi saat ini pembangunan SPBE terjadi pemborosan anggaran akibat terbangunnya sistem yang tidak terintegrasi, mengingat membangun aplikasi Pemerintah sendiri-sendiri 65% aplikasi umum dan 35% untuk aplikasi khusus.

“Pencapaian monev penerapan SPBE akan dinilai melalui indeks SPBE nasional dengan memperhatikan kebijakan, tata kelola, dan layanan. Hasil penilaian indeks SPBE nasional sendiri dibagi menjadi 5 penilaian antara lain 36,36% dengan predikat kurang, 32,96% dengan predikat cukup, 26,84% dengan predikat baik, 3,61% dengan predikat sangat baik, dan 0,31% dengan predikat sengat memuaskan,” terangnya.

Penyelenggaraan SPBE di Kabupaten Batang pada Tahun 2018 sampai 2019 mendapatkan nilai baik bahkan untuk Indeks SPBE Kabupaten Batang Tahun 2018 mendapatkan nilai indeks SPBE 3,39% nomor urut dua, pada kategori Kabupaten hanya dibawah Banyuwangi.

“Sistem aplikasi SPBE saat menjadi terbaik kedua hasil evaluasi SPBE Tahun 2018 rata-rata aspek sudah berpredikat baik dan penguatan masing-masing domain menuju integrasi. Untuk Tahun 2019 ini Kabupaten Batang juga masih mendapatkan predikat baik dengan indeks SPBE 3,41%,” pungkasnya. (MC Batang, Jateng/Roza/Jumadi)

Berita Lainnya

Pesta Rakyat Batang Bahagia, NDX AKA Meriahkan Pesta Rakyat Batang Bahagia Pesta Rakyat Batang Bahagia, NDX AKA Meriahkan Pesta Rakyat Batang Bahagia
Pesta Rakyat Batang Bahagia, NDX AKA Meriahkan Pesta Rakyat Batang Bahagia
Batang - Pesta Rakyat Batang Bahagia dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang berlangsung meriah dengan penampilan NDX AKA di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026) malam.
10 Apr 2026 Jumadi 66
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang 8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 136
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 146
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
10 Apr 2026 Jumadi 88
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
10 Apr 2026 Jumadi 47
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.
10 Apr 2026 Jumadi 57