Bupati Wihaji saat akan menyerahkan secara simbolis Kartu Keluarga Sejahtera kepada salah satu warganya
Senyum mengembang terlihat di raut wajah ribuan penerima bantuan sosial non-tunai Program Keluarga Harapan (PKH), Rabu (23/8). Pencairan tersebut di hadiri orang nomor satu Di Kabupaten Batang Bupati Wihaki bersama Wakilnya Suyono.
Bupati Batang Wihaji mengatakan, penerima program PKH bantuan non tunai sangat berbahagia, karena yang menerima bantuan tersebut sudah melaui seleksi sehingga masuk dalam katagori miskin yang patut di bantu.
"Untuk memeberikan semangat sesuai dengan tradisi saya, semua penerima untuk memangkat tanganya, ternyata pantas menerima PKH karena tidak ada satupun yang memakai gelang emas." Kata Bupati yang kontan serentak ribuan penerima tertawa.
Ini program pemerintah untuk membantu masyarakat meringankan beban hidup, yang jumlahnya di Batang mencapai 21346 dan bantuan ini bukan bantuan tunai melainkan dengan menggunakan ATM yang nantinya masyrakat miskin akan di beriakn cara penggunaanya.
"Setelah terangkat kehidupanya dengan bantuan PKH, kedepan Keluarga Penerima Manfaat dapat terangkat kehidupanya untuk hal – hal yang manfaat dan tidak lagi menerima program PKH." Kata Bupati.
Ia juga mengatakan, kegiatan ini juga merupakan kewajiban kita sebagai pelayan masyrakat untuk memberikan pelayanan sebaik – baiknya, program PKH bagian dari pelayanan pemerintah pusat bekerja sama dengan pemerintah daerah agar masyrkat dapat terangkat dari kemiskinan.
“ Gunakan bantuan PKH ini sesuai peruntukanya yang penting – pentuimng sesuai arahan dari pendamping PKH.” Katanya.
Kepala dinas Sosial Kabupaten Batang sugiatmo mengatakan, Pemberaian bantuan dengan menggunkan ATM memudahkan masyrakat untuk tidak mengantri lagi di Kantor POS, sehingga dengan tidak di sengaja mengajak masyrakat untuk moderen dengan menggunakan ATM.
“dengan tidak langsung pemerintah mengajarkan masyarakat untuk menyimpan uang bantuan dalam tabungan yang lebih aman di Bank, karena bantuan langsung di tanser ke rekening.” Jelas Sugiatmo.
Di laporkan juga di Kabupaten Batang untuk Keluarga Penerima Manfaat ( KPM ) jumlanya mencapai 21346, dengan rincian untuk Kecamatan Batang 888, Bandar 2661, Reban 2261, Blado 2223. “dari ke empat kecamatan tersebut sudah di cairkan.” Katanya.
Adapaun yang belum di cairkan untuk Keluarga Peneima Manfaat Kecamat Bawang mencapai 2778, Banyuputih 687, Gringsing 1103, Tersono 1127, Warungasem 823, wonotunggal 840, Subah 1339, Tulis 828, Kandeman 1309, dan Kecamatan Pecalungan 1296.
“ Kecamatan Limpung masuk kategori Penerima Keluarga Manfaat yang cukup banyak yang jumlahnya mencapai 1183 yang hari ini sudah dapat di cairkan.” Katanya. Edo/McBatang)
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menggelar Kirab Budaya dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-60 dengan mengusung tema Kesultanan Yogyakarta, di Pendopo Kabupaten Batang Minggu (1242026).
Batang - Kabupaten Batang bersiap menghelat pesta rakyat yang tak biasa. Memperingati hari jadinya Ke-60, tradisi Kirab Budaya tahun ini tampil lebih kolosal dan sakral, membawa atmosfer keagungan Kasultanan Yogyakarta ke tanah Batang.
Batang - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melakukan kunjungan dalam rangka Ziarah Kebangsaan sekaligus pembinaan Paguyuban Ketua Rukun Tetangga (PPRT) di Desa Gringgingsari, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Minggu (1242026).
Batang - Pengurus Provinsi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Jateng telah mengkuhkan, Suudi sebagai Ketua PBSI Batang untuk masa bakti 2025 - 2029. Pasca dikukuhkan, seluruh Pengkab PBSI Batang segera menggelar rapat kerja untuk menentukan target dan even yang dapat membawa atlet bulutangkis daerah menembus ke kancah provinsi maupun nasional.
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.