Pemerintah Kabupaten Batang menghadirkan kembali Pawai Kendaraan Hias yang telah 10 tahun tak pernah muncul, otomatis sekalinya ada antusias warga semakin bagus. Pawai kali ini membuat warga sangat penasaran, karena sudah lama menantikan kehadirannya setiap bulan Kemerdekaan. Namun jangan sampai kreativitas warga menjadi terbatas oleh ruang gerak yang terbatas pula.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua DKD Batang Tri Bakdo yang juga menjadi dewan juri Pawai Kendaraan Hias, di depan Mapolres Kabupaten Batang, Senin, (21/8).
“Yang menjadi masalah yaitu ketika membuat mobil hias yang paling penting dan mempengaruhi kualitas mobil hias itu sendiri adalah rute, kalau misalnya rute yang disediakan itu luas saya yakin masyarakat akan lebih maksimal membuatnya, tetapi ketika jalan yang dilewati terlalu sempit maka kreativitas akan terbatas dan tidak maksimal,” ucap Mas Tri sapaan akrab beliau.
Menurutnya, di tingkat Kecamatan ketika warganya membuat sebuah Ogoh – Ogoh tingginya bisa mencapai 10 meter. Mereka membuat dengan penuh keseriusan dan totalitas yang tinggi, tetapi begitu tampil di Batang kreativitasnya menjadi terbatasi karena jalan yang kurang luas. Misalnya ada warga yang ingin membuat Dinosaurus yang tingginya mencapai 25 meter, tapi karena tempat terbatas akhirnya tidak bisa terwujud.
“Bukan masalah ramai – ramainya tetapi untuk menampung segala ide, gagasan dan kreativitas dari masyarakat untuk mengkreasikan segala imajinasi menjadi sebuah karya yang luar biasa dengan tenaga dan biaya yang besar agar ditonton dan mendapat tepuk tangan dari masyarakat,” tegasnya.
Mas Tri menambahkan bahwa generasi muda sangat tertarik dan suka dengan Indonesia, tetapi tidak bisa menikmati Indonesia itu sendiri, contohnya ketika ingin mempunyai sebuah motor dan bisa telepon pun harus ke luar negeri, artinya harus membeli produk dari luar negeri.
“Tapi apapun bentuknya ini adalah negara kita, kita harus berbuat maksimal mulai dari diri kita sendiri,” pungkasnya. (Heri/McBatang)
Sebanyak 30 pesepeda Ride for Palestine menempuh perjalanan 1.000 kilometer dari Surabaya menuju Jakarta dengan melintasi Kabupaten Batang untuk mengampanyekan solidaritas kemanusiaan bagi Palestina melalui olahraga bersepeda.
Rehabilitasi RTLH milik Ismail melalui program TMMD Kodim 0736Batang segera rampung sesuai target dengan tetap mengutamakan kualitas bangunan dan kenyamanan penerima manfaat.
Pecalungan Run 2026 diikuti 410 peserta, meningkat dari tahun sebelumnya, sekaligus menjadi sarana promosi wisata Curug Gombong dan pengembangan sport tourism Kabupaten Batang.
November Rock menjadi ajang perpaduan hiburan musik rock dengan kepedulian sosial melalui bakti sosial, santunan anak yatim, dan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat.
November Rock menjadi wadah peringatan Hari Pahlawan melalui musik rock sekaligus sarana membangkitkan nasionalisme, kecintaan terhadap Indonesia, dan semangat persatuan masyarakat.
MGMP Pendidikan Pancasila jenjang SMP Kabupaten Batang menggelar Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar Kebangsaan dan Lomba Orasi sebagai upaya memperkuat wawasan kebangsaan, menanamkan nilai-nilai Pancasila, serta membentuk generasi muda yang berkarakter, kritis, percaya diri, toleran, dan cinta tanah air.