Batang - Pandemi Covid-19 memang sudah menjadi bencana global, korban meninggal dunia karena terinfeksi virus Corona dari wuhan Cina di Indonesia tercatat 973 orang yang terdata oleh laman www.Covid19.go.id.
Batang - Pandemi Covid-19 memang sudah menjadi
bencana global, korban meninggal dunia karena terinfeksi virus Corona dari
wuhan Cina di Indonesia tercatat 973 orang yang terdata oleh laman www.Covid19.go.id.
Namun ternyata di Kabupaten Batang, Jawa Tengah
kasus tersebut masih terbilang rendah, apabila di bandingkan dengan kasus
kematian dikarenakan Demam Berdarah Dengue (DBD) yang berakibat kematian.
Bupati Batang Wihaji mengatakan, meminta tetap untuk
meningkatakan kewaspadaan kasus DBD. Karena kasus kematianya lebih banyak kalau
dibandingkan dengan Covid-19.
"Di tahun ini jumlah kasus kematian karena DBD
sudah 4 orang, kasus Covid-19 hanya 1 orang meninggal dunia. Artinya kita harus
waspada juga terhadap DBD, Jangan sampai Ini memperburuk Covid-19 di
Batang," Kata Bupati Batang Wihaji saat Rapat Evaluasi Gugus Tugas
Percepatan penanganan Covid-19 di Ruang Abirawa, Kabupaten Batang, Senin
(11/5/2020).
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang
Muchlasin mengatakan, Kasus DBD yang terdata di Dinas Kesehatan dari Januari
hingga April 2020 tercatat 180 kasus, adapun yang meninggal dunia sudah ada 4
orang.
"Dari Kasus DBD yang meninggal 4 orang
terbanyak di kota Batang yang usianya masih anak- anak," jelasnya.
Antisipasi wabah tersebut, Dinas Kesehatan Batang
melalui Puskesmas berupaya melakukan penyuluhan untuk menjaga kebersihan dan
pembersihan sarang nyamuk dengan pengasapan atau fogging.
"Sebenarnya DBD di Batang kasus kematiannya
lebih banyak, tapi akhirnya tertutup Covid-19. Karena menganggap Demam Berdarah
itu sudah biasa," tandasnya. (MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)