Batang - Pandanagan umum Fraksi DPRD Kabupaten Batang yang berlangsung Kamis, (9/4/2020), merekomendasikan penutupan sementara mega proyek nasional pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2x1000 MW.
Batang - Pandanagan umum Fraksi DPRD Kabupaten
Batang yang berlangsung Kamis, (9/4/2020), merekomendasikan penutupan sementara
mega proyek nasional pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2x1000
MW.
Hal ini berdasarkan dengan adanya satu pekerja PLTU
sesuai hasil Laboratorium Rumah Sakit di Surabaya dinyatakan positif Covid-19.
Bupati Batang Wihaji mengungkapkan, untuk penutupan
PLTU masih menunggu kebijakan Pemerintah pusat, karena merupakan proyek
strategis nasional.
"Rekomendasi DPRD menjadi perhatian kita, namun
kita juga diminta oleh Pemerintah pusat untuk hati-hati dalam mengambil kebijakan
berkenaan dengan dampak ekonomi," Kata Bupati Batang Wihaji usai Rapat di
DPRD Kabupaten Batang, Kamis (9/4/2020)
Maka yang lebih penting sekarang, Pemerintah Kabupaten
Batang memastikan keseriusan manajemen PLTU mematuhi protokol kesehatan bagi
semua pekerja.
"Hanya satu rekomendasi Pemkab Batang belum
dilaksanakan yaitu mendirikan isolasi mandiri, tapi sudah dikoordinasikan
dengan pihak PLTU dan siap membuat isolasi mandiri," terangnya.
Ia juga menjelaskan dari sekitar 14 ribu pekerja
PLTU, sudah ada sebagian pekerja yang diliburkan sementara.
"Jadi tanpa di berhentikan pun, sudah ada laporan ke Pemkab Batang ada ribuan
pekerja PLTU sudah meliburkan atau menghentikan pekerjaanya," pungkasnya.
(MC Batang, Jateng/Edo/Jumadi)