Persibat (merah) saat berhadapan dengan PSS Sleman
Persibat masih terus berjuang untuk tetap keluar dari zona merah degradasi. Banyak evaluasi yang di berikan oleh Coach Daniel untuk dapat memperkuat tim nya yang sekarang menempati posisi 4 di klasemen yang masih ketat bersaing dengan PSGC Ciamis dan PSCS Cilacap.
Pada pertandingan sebelumnya Persibat Batang harus mengakui keangkeran stadion Maguwoharjo Sleman dimana tim Laskar Alas Roban mengalami kekalahan cukup besar 3-0 dari tim yang diperkuat Busari dan kawan-kawan. Pada pertandingan tersebut dari babak pertama pertahanan persibat terus di gempur oleh serangan pemain depan yang dipimpin oleh Busari.
Pada menit ke 37 petaka mulai menghampiri Persibat Batang setelah bola tendangan bebas dari Mahardika Maranando Lasut (Dirga Lasut) yang diteruskan dengan heading keras dari M. Bagus Nirwanto dapat merobek gawang Johan 1-0 untuk keunggulan PSS Sleman. Persibat sesungguhnya juga mempunyai peluang yang bagus tapi sayang masih belum di selesaikan dengan baik’ pada menit ke 39 hampir saja Honi Makhrufan dapat merubah keadaan jika bola tendanganya tak di blok oleh Fadillah setelah berhadapan satu lawan satu.
Pada babak kedua Si Elang Jawa bertambah menggila Sendri Johansyah kiper Persibat Batang harus berjibaku menahan serangan lawan dan pada akhirnya Mardiono menambah pundi-pundi gol untuk PSS lewat tendangan kerasnya yang tak dapat diantisipasi Johan pada menit ke 80.
Tidak cukup disitu PSS Sleman akhirnya memastikan tiket pertama yang dipegang klub dari group 3 untuk lolos ke 16 Besar setelah Chandra Waskito melengkapi kemenangan PSS Sleman menjadi 3-0. Dari pertandingan tersebut banyak pembenahan yang dilakukan oleh Persibat Batang selain permainan dari mental bertandang pun tim Laskar Alas Roban masih banyak evaluasi.
“Yang jelas pada pertandingan kemarin kita bisa melihat bahwa kapasitas pemain kami terbatas setelah bagas keluar tadi pola dan rancangan yang sudah kita buat menjadi kacau dan permainan anak-anak tidak konsisten” tandas Daniel.
Daniel Roekito mulai membuat pembenahan untuk tim nya agar lebih baik karena beberapa posisi masih belum efektif “Saya masih melihat permainan anak-anak pada posisi di gelandang bertahan mobilisasinya masih kurang dan pada saat ini saya masih terus berusaha untuk menambah power pemain karena memanga ada pemikiran saya yaitu mereka tidak mampu atau memang mental mereka gak bagus tapi kami tetap berusaha untuk pertandingan yang tersisa harus menang” tambah Daniel.
Persibat masih mempunyai peluang untuk dapat bertahan diposisiteratas jika pada pertandingan sisi Persibat dapat menyapu bersih atau memenangkan smua pertandingan sisa karena point Persibata masih ketat dengan PSCS yaitu 15 dengan perbedaan selisih gol. (Media Persibat/McBatang)
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang menggelar Kirab Budaya dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-60 dengan mengusung tema Kesultanan Yogyakarta, di Pendopo Kabupaten Batang Minggu (1242026).
Batang - Kabupaten Batang bersiap menghelat pesta rakyat yang tak biasa. Memperingati hari jadinya Ke-60, tradisi Kirab Budaya tahun ini tampil lebih kolosal dan sakral, membawa atmosfer keagungan Kasultanan Yogyakarta ke tanah Batang.
Batang - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melakukan kunjungan dalam rangka Ziarah Kebangsaan sekaligus pembinaan Paguyuban Ketua Rukun Tetangga (PPRT) di Desa Gringgingsari, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Minggu (1242026).
Batang - Pengurus Provinsi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Jateng telah mengkuhkan, Suudi sebagai Ketua PBSI Batang untuk masa bakti 2025 - 2029. Pasca dikukuhkan, seluruh Pengkab PBSI Batang segera menggelar rapat kerja untuk menentukan target dan even yang dapat membawa atlet bulutangkis daerah menembus ke kancah provinsi maupun nasional.
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.