Tikus adalah musuh terbesar bagi para petani. Banyak cara yang telah digunakan untuk Menanggulangi hama tikus yang merusak sawah mereka. Mulai dari pola pemberian racun hingga grebek yang dilakukan secara bersama – sama. Namun kini ada cara praktis untuk menanggulanginya yaitu dengan Rubuha (Rumah Burung Hantu).
“Hanya dengan memelihara burung hantu (Tyto Alba) di dalam Rubuha, hama tikus akan dapat diringkus,” kata Sambudi Ketua Pemelihara burung Tyto Alba yang ditemui sembari menunjukkan Rubuha di Desa Kaliwareng, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, Senin, (31/7).
Menurutnya, burung Tyto Alba adalah musuh alami bagi tikus jadi sangat praktis tidak perlu mengeluarkan banyak biaya dan tenaga untuk menumpas hama tikus. Namun dibutuhkan kesabaran dan ketelatenan dalam menggunakan burung Tyto Alba sebagai sarana untuk menanggulangi hama tikus.
“Hanya dengan membuat Rubuha sebagai tempat tinggal Tyto Alba, mereka akan memangsa tikus pada malam hari,” ungkapnya.
“Kami mendapat bantuan dari Pemerintah pada tahun 2015 berupa sepasang burung Tyto Alba dengan harapan apabila dipelihara secara baik akan dapat mengurangi populasi tikus sebagai pengganggu tanaman petani,” terang Sambudi.
Menurutnya, setelah Kelompok Tani (Poktan) desa Kaliwareng mendapat bantuan, pihaknya bersama perangkat desa secara guyub rukun mendirikan rumah burung hantu tersebut. Memang tidak mudah untuk memeliharanya, tetapi berkat dukungan dan bantuan secara fisik maupun dana dari Kepala Desa sekarang sudah dapat membuat 14 Rubuha di Desa Kaliwareng.
“Sekarang alhamdulillah di desa kami Poktan tidak ada lagi yang menggunakan racun dan sebagainya, untuk menanggulanginya cukup hanya dengan memelihara Tyto Alba dan membuat Rubuha,” katanya. Caranya sangat mudah lanjutnya, apabila burung Tyto Alba ini mau tinggal di Rubuha maka mereka akan berkembangbiak dengan sendirinya. Sebaiknya para petani memelihara Tyto Alba ini, karena sudah terbukti di Desa Kaliwareng hanya dalam waktu kurang dari 3 tahun terbebas dari hama tikus. Bagi para Poktan yang ingin mengetahui cara memelihara Tyto Alba silakan datang langsung ke Desa Kaliwareng , akan kami bimbing agar bisa mengurangi hama tikus.
“Sementara ini kami hanya bisa memelihara saja, namun untuk membuat penangkaran Tyto Alba masih sangat sulit karena terbentur masalah tempat dan dana. Apabila Pemkab Batang berkenan untuk memfasilitasi, maka Poktan – Poktan di Desa Kaliwareng siap membuat penangkaran burung Tyto Alba,” tuturnya. (Heri/McBatang)
Sebanyak 30 pesepeda Ride for Palestine menempuh perjalanan 1.000 kilometer dari Surabaya menuju Jakarta dengan melintasi Kabupaten Batang untuk mengampanyekan solidaritas kemanusiaan bagi Palestina melalui olahraga bersepeda.
Rehabilitasi RTLH milik Ismail melalui program TMMD Kodim 0736Batang segera rampung sesuai target dengan tetap mengutamakan kualitas bangunan dan kenyamanan penerima manfaat.
Pecalungan Run 2026 diikuti 410 peserta, meningkat dari tahun sebelumnya, sekaligus menjadi sarana promosi wisata Curug Gombong dan pengembangan sport tourism Kabupaten Batang.
November Rock menjadi ajang perpaduan hiburan musik rock dengan kepedulian sosial melalui bakti sosial, santunan anak yatim, dan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat.
November Rock menjadi wadah peringatan Hari Pahlawan melalui musik rock sekaligus sarana membangkitkan nasionalisme, kecintaan terhadap Indonesia, dan semangat persatuan masyarakat.
MGMP Pendidikan Pancasila jenjang SMP Kabupaten Batang menggelar Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar Kebangsaan dan Lomba Orasi sebagai upaya memperkuat wawasan kebangsaan, menanamkan nilai-nilai Pancasila, serta membentuk generasi muda yang berkarakter, kritis, percaya diri, toleran, dan cinta tanah air.