Warga Tiga Desa Kecamatan Subah Meminta Status Kepemilikan Tanah

Selasa, 01 Agustus 2017 Lukman Hadi Lukito Dibaca 1.104 kali Sosial
Warga Tiga Desa Kecamatan Subah Meminta Status Kepemilikan Tanah
Sugandi Ketua forum Petani Penggarap Batang menyerahkan proposal permintaan status tanah menjadi Hak Milik
Permasalahan tanah masih menjadi klasik yang dikeluhkan warga tiga desa di Kecamatan Subah kepada Bupati Batang Wihaji. perwakilan warga tiga Desa Sengon, Gondang dan Desa Kuripan yang mengadu terkait dengan status tanahnya ke Kantor Bupati Batang.

“warga Petani penggarap tanah proyek yang sudah selama 30 tahun yang mulai pada tahun 1967 sampai sekarang menginginkan status tanahnya menjadi tanah hak milik dengan di keluarkanya Sertifikat.” Kata Ketua Forum Petani Penggarap Batang Sugandi Senin, 31/7 bersama 16 orang perwakilan warga.

Sugandi menceritakan sejarah tanah tersebut, yang sebelum tahun 1967 tanah tersebut belum ada yang menggarap, dan tanah tersebut masih kosong, sehingga masyarakat di tiga desa tersebut menggarap tanah yang tidak bertuan sampai di teruskan oleh anak cucunya hingga sekarang.

“untuk luasan tanah yang di garap oleh masyarakat kurang lebih 153 hektar yang di garap 428 orang yang berlokasi di Desa Kuripan Kecamaatan Subah, tapi yang menjadi petani penggarap Desa Gondang. Desa Kuripan dan Desa Sengon.” Katanya.

Ia juga menuturkan kepada Bupati terkait usahanya untuk merubah status tanahnya yang mengaku sudah ketemu Mentri Pertanahan beberapa bulan yan lalu, yang mengatakan tanah tersebut akan masuk dalam Penataan Penguasaan dan Pemilikan Tanah Obyek Reforma Agrari (TORA).

“kami memang tidak ada bukti kepemilikan tanah, kami hanya menduduki menggarap tanah karena masyrakat butuh tanah.” Katanya.

Bupati Batang Wihaji, “ Status tanah yang diduduki warga tiga desa sudah menjadi masalah nasional, Karena ini sudah menjadi masalah nasional, kami akan bekerja sesuai dengan kewenanganselaku Pemerintah daerah yang harus patuh dan taat kepada pemerintah pusat sesuai dengan peraturan dan perundang – undangan.” Katanya.

Wihaji juga mengatakan akan mengkonfirmasi dan mengkomunikasikan kepada Badan Pertanahan Nasional dan Perhutani serta Pemerintah Pusat.untuk itu kami menginginkan sejarah tanah tersebut serta sesuai dengan dasar hukum dan aturan dari semua pihak sebagai landasan kami dalam melakuka berkoordinasi.

“pada prinsipnya pemerintah akan membantu namun yang terpenting tidak melanggar aturan perundang-undangan yang berlaku, saya harap warga bersabar untuk kepemilikan tanah dan yang terpenting tidak terjadi masalah warga masih di perbolehkan menggarap tanah tersebut.” Katanya.

Kepala BPN Batang, Sutanto mengatakan permasalahan tanha tersebut sudah pernah disampaikan di Pemerintah Pusat. “kita sudah mengusulkan tanah ini untuk di jadikan TORA, namun waktu itu dari pihak perhutani juga mengklaim dan warga juga mengklaim yang akhirnya belum bisa keluar status tanahnya karena data asal usul tanah tersebut tidak ada.” Katanya.

Kepala Kantor Kesbangpol Kabupaten Batang, Agung Wisnu Barata, yang berharap permasalahan ini jangan merusak kondusifitas masyrakat di wilayah Kabupaten Batang, walaupun ini situasi kondisi masyarakat aman.

“saya titip kepada warga penggarap tanah dan masyrakat sekitarnya untuk menjaga situasi dan kondisi yang aman, jangan mudah terprofokasi masalah ini dan menjadi memanas.” Pinta Agung Wisnu Barata. (Edo/McBatang)

Berita Lainnya

Keterbukaan Informasi Jadi Kunci, Batang Perkuat Pembangunan Desa Antikorupsi Keterbukaan Informasi Jadi Kunci, Batang Perkuat Pembangunan Desa Antikorupsi
Keterbukaan Informasi Jadi Kunci, Batang Perkuat Pembangunan Desa Antikorupsi
Batang Inspektur Daerah Kabupaten Batang menggelar sosialisasi Peraturan Bupati Batang Nomor 9 Tahun 2026 tentang Pedoman Pembangunan Zona Integritas Desa Menuju Predikat Desa Antikorupsi di Kabupaten Batang. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat komitmen pemerintah desa untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas.
07 Sep 2026 Jumadi 32
Menuju 2029, Gringsing Bersiap Bertransformasi Jadi Kota Baru Penopang Industri Batang Menuju 2029, Gringsing Bersiap Bertransformasi Jadi Kota Baru Penopang Industri Batang
Menuju 2029, Gringsing Bersiap Bertransformasi Jadi Kota Baru Penopang Industri Batang
Batang - Gringsing tak lama lagi bakal bersolek total. Wajah salah satu wilayah di timur Kabupaten Batang ini diproyeksikan bertransformasi menjadi kawasan perkotaan modern guna menopang pesatnya laju industri, khususnya kehadiran Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang.
07 Sep 2026 Jumadi 63
Wujudkan Pemimpin Berkarakter, Pilketos SMAN 1 Batang Berkonsep Raja Nusantara Wujudkan Pemimpin Berkarakter, Pilketos SMAN 1 Batang Berkonsep Raja Nusantara
Wujudkan Pemimpin Berkarakter, Pilketos SMAN 1 Batang Berkonsep Raja Nusantara
Batang - Kelincahan para siswa SMA Negeri 1 Batang dengan karakter penguasa dari berbagai kerajaan di Nusantara ini, tidak hanya untuk melestarikan budaya, namun juga untuk menarik simpati pemilih di gelaran Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos) 20262027. Metode Kokurikuler sengaja dipilih sebagai daya tarik yang unik karena dirasa mampu meningkatkan dukungan dan angka keterpilihan saat pemilihan nantinya.
07 Sep 2026 Jumadi 201
Motif Batik Rifaiyah Batang Kian Langka, dari 130 Kini Tersisa Sekitar 30 Motif Batik Rifaiyah Batang Kian Langka, dari 130 Kini Tersisa Sekitar 30
Motif Batik Rifaiyah Batang Kian Langka, dari 130 Kini Tersisa Sekitar 30
Batang - Kekayaan motif Batik Rifaiyah di Kabupaten Batang, belum seluruhnya teridentifikasi. Namun, sejumlah motif khas kini mulai sulit ditemukan seiring berkurangnya jumlah perajin yang mampu membuat pola-pola rumit.
07 Sep 2026 Jumadi 41
Berawal Dari Cinta Dengan Batik Rifaiyah Batang, Tembus Hingga Pameran Darwin Australia Berawal Dari Cinta Dengan Batik Rifaiyah Batang, Tembus Hingga Pameran Darwin Australia
Berawal Dari Cinta Dengan Batik Rifaiyah Batang, Tembus Hingga Pameran Darwin Australia
Batang - Batik Rifaiyah dari Kabupaten Batang, mendapat kesempatan untuk memperkenalkan karya dan tradisi membatik hingga ke Darwin, Australia. Kesempatan tersebut dimanfaatkan para perajin untuk mengenalkan keunikan motif Batik Rifaiyah sekaligus mendorong pelestarian batik warisan budaya yang kini semakin sedikit ditekuni perajin.
07 Sep 2026 Jumadi 49
Wabup Batang Minta, FKUB Tak Cuma Jago Dialog Tapi Jadi Duta Perdamaian Wabup Batang Minta, FKUB Tak Cuma Jago Dialog Tapi Jadi Duta Perdamaian
Wabup Batang Minta, FKUB Tak Cuma Jago Dialog Tapi Jadi Duta Perdamaian
Batang - Keberagaman di tengah masyarakat menuntut peran aktif seluruh elemen untuk menjaga ketenangan bersama. Wakil Bupati Batang Suyono mengimbau, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) agar tidak sekadar berwacana dalam ruang diskusi, tetapi juga turun ke lapangan sebagai teladan dan garda terdepan penjaga harmoni.
06 Sep 2026 Jumadi 78