Batang - Muhammad Jafar (38 tahun) terlahir dengan keterbatasan kaki dan tangan yang tidak normal seperti layaknya manusia. Namun keterbatasanya tidak menyurutkan semangatnya untuk bisa survival, ia bertahan hidup ditengah globalisasi pasar bebas yang bisa meminggirkan hasil karyanya.
Batang - Muhammad Jafar (38 tahun) terlahir dengan
keterbatasan kaki dan tangan yang tidak normal seperti layaknya manusia. Namun
keterbatasanya tidak menyurutkan semangatnya untuk bisa survival, ia bertahan hidup ditengah globalisasi pasar bebas yang
bisa meminggirkan hasil karyanya.
Dilahirkan 11 Januari 1983 dari keluarga yang kurang
mampu asal Desa Wonokerto, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, tetapi dengan ketekunan dan keuletanya berhasil
membuat kerajinan penghapus white board.
Hasil karya ayah dari satu anak tersebut mampu
diterima oleh satuan pendidik di Kabupaten Batang walaupun belum sesuai
harapan.
"Untuk Satu Pack white board kita jual Rp20
ribu, dan kita tawarkan keliling ke sekolah-sekolah dengan naik sepeda,"
jelas M Jafar saat di tanya Bupati Batang Wihaji saat Paguyuban UMKM Batang Bersatu (PUBBER) di
Pendopo Kabupaten Batang, Senin (27/1/2020).
Ia juga mengaku kesulitan dalam pemasaranya, oleh
karena itu berharap kepada Bupati Batang untuk meminta kebijakan setiap sekolah
menggunakan penghapus miliknya yang ramah lingkungan.
"Saya harap Bupati Batang ada kebijkan sekolah
di Kabupaten Batang menggunakan penghapus white board karya saya,"
pintanya
Untuk pemodalannya, kami kredit gali lobang tutup lobang
melalui bank harian atau Bank tongol.
"Hutang saya di Bank tongol untuk pemodalan
mencapai Rp3 juta, kami harap ada bantuan pemodalan," tegasnya.
Sementara, Bupati Batang Wihaji sangat mengapresiasi
M Jafar walau memiliki keterbatasan tapi mampu berkarya dan bisa menghidupi
keluarganya.
"Pemkab siap bantu pemodalan, untuk menutup
kredit bank titip Pemkab berikan bantuan sebesar Rp 3 juta," jelasnya.
Untuk pemsaran hasil produknya Bupati akan
berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk bisa mengakomodir
usulanya.
"Saya perintahkan Dinas Pendidikan untuk bisa
mengakomodir hasil karuannya, untuk bantuan alat yang dibutuhkan dan modal Pemerintah
Kabupaten Batang siap bantu," tegasnya. (Humas Batang, Jateng/Edo)