Bupati dan Wakil Bupati Batang Sidak RSUD Limpung

Rabu, 26 Juli 2017 Lukman Hadi Lukito Dibaca 901 kali Kesehatan
Bupati dan Wakil Bupati Batang Sidak RSUD Limpung
Bupati Wihaji dan Wakil Bupati Suyono melihat Alkes Rumah Sakit Limpung
Bupati Batang Wihaji bersama Wakil Bupati Batang Suyono melakukan Sidak ( Inspeksi mendadak ) di Rumah Sakit Limpung milik pemerintah daerah, Selasa (25/7).

Wihaji saat ditemui setelah melakukan inspeksi mengatakan, ”kita melakukan monitoring persiapan untuk visitasi Rumah Saki Limpung untuk mendapatkan ijin melayani asuransi BPJS,” katanya.

Sebgai rumah sakit baru, Limpung memang belum bisa melayani pasien yang menggunakan BPJS karena harus mengantongi ijin, untuk dapat ijin harus ada prosedur yang di lalui dan prasyarat yang harus di penuhi oleh pihak rumah sakit.

“Kita kesini untuk mengecek persiapan rumah sakit apakah sudah melakukan pemenuhan rekomendasi dari pihak yang mengeluarkan ijin, dan ternyata sudah lumayan dan sudah di petrbaiki rokemendasi dan syaart - syaratnya sudah dilakukan, tinggal beberapa titik yang belum.” katanya.

Bupati Batang Wihaji juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terkait Rumah Sakit Limpung yang belum bisa melayani pasien BPJS karena prasarana dan sayaratnya yang belum lenngkap.

“Untuk pemebenahan yang sesuai standar SOPnya sudah selesai tinggal administrasinya saja, dan kami harapkan untuk secepatnya ijin dapat turun sehingga dapat melayani masyarakat atau pasien yang menggunakan asuransi BPJS,” katanya.

Ia juga mengatakan ketersediaan tempat tidur di rumah sakit di Kabupaten Batang sangat Banyak, karena perbandingan rumah sakit di Kabupaten Batang itu seribu banding satu tempat tidur, dengan jumlah 800 ribu penduduk membutuhkan 800 tempat tidur untuk rumah sakit.

“Dengan pertumbuhan ekonomi yang cepat, dan tidak menutup kemungkinan Rumah Sakit Limpung bisa menjadi rumah sakit yang besar karena memang untuk mendekatkan pelayanan kesehatan bagi masyrakat Gringsing, Banyuputih,Limpung dan Reban.“

Direktur Rumah Sakit Limpung dr. Agung Rumihadi mengatakan,”kita sudah melakukan pemenuhan pembenahan apa yang menjadi syarat dikeluarkanya ijin, karena setiap rumah sakit baik negeri ataupun swasta tidak bisa langsung diterima sebagai mitra BPJS".

“Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi lembaga rumah sakit ataupun klinik yang ingin bekerja sama dengan BPJS, seperti kelengkapan administrasi, penentuan kelas, perizinan rumah sakit, ketersediaan jumlah minimal tenaga dokter umum dan dokter ahli serta beberapa persyaratan lainnya.” katanya.

Selain itu, kata dia, akan ada credentialing atau proses penentuan dan pemeliharaan kompetensi dalam penanganan pasien dari pihak BPJS. "Ini berhubungan dengan standar penanganan pasien. Kebijakan ini berkaitan dengan izin, pendaftaran sertifikat dan akreditasi," katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa Rumah Sakit Limpung saat ini baru memiliki memiliki 53 tempat tidur pasien, yang dilengkapi dengan ruang bersalin, HCU, Laboratorium, Farmasi dan Ruang Operas yang sudah sesui SOP.

“Untuk RS Limpung sudah ada dokter sepesialis seperti spesialis dalam dan sepesialis kandungan serta dr. Gigi,“ katanya. (Edo/McBatang)

Berita Lainnya

Pesta Rakyat Batang Bahagia, NDX AKA Meriahkan Pesta Rakyat Batang Bahagia Pesta Rakyat Batang Bahagia, NDX AKA Meriahkan Pesta Rakyat Batang Bahagia
Pesta Rakyat Batang Bahagia, NDX AKA Meriahkan Pesta Rakyat Batang Bahagia
Batang - Pesta Rakyat Batang Bahagia dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang berlangsung meriah dengan penampilan NDX AKA di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026) malam.
10 Apr 2026 Jumadi 144
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang 8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
8.000 Warga Meriahkan Fun Walk HUT Ke-60 Kabupaten Batang
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 155
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Pemkab Batang Ukir Rekor MURI, Tari Babalu 1.000 Penari dan 10.000 Liter Minyak Jelantah
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
10 Apr 2026 Jumadi 165
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Kado Terindah HUT Ke-60, Batang Guncang Dunia lewat Tari Babalu dan Rekor Lingkungan
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
10 Apr 2026 Jumadi 110
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Membenteng Masa Depan, Batang Siap Batasi Media Sosial demi Lindungi Anak
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
10 Apr 2026 Jumadi 76
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Rekor MURI Minyak Jelantah yang Sejalan dengan Program Presiden Prabowo
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.
10 Apr 2026 Jumadi 94