Wakil Bupati Suyono menyambangi Guru untuk berjabat tangan dalam Halal bihalal PGRI Kecamatan Subah
“Gaji Guru Wiyata Bhakti tidak cukup untuk membeli bedak satu bulan yang hanya Rp. 250 ribu , saya ingin kedepan ini setidak – tidaknya bisa UMK (Upah Minimum Kabupaten)”. Hal tersebut disampaikan wakil bupati Batang Suyono saat menghadiri Halal bihalal PGRI cabang Subah, Sabtu (22/7).
Peran guru sangat penting dalam mencerdasrkan generasi bangsa, tetapi dengan guru dengan penghasilan yang kurang dari UMK menjadi pertahian kami selaku pemerintah daerah untuk bisa lebih mensejahterakan lagi.
Indek Pembangunan Manusia Kabupaten Batang masih rendah berkisaran enam di Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Batang sangat membutuhkan peran yang luar biasa dari kalangan pendidik atau guru untuk menaikan IPM yang juga merupakan tanggung jawab kita semua.
Tidak kalah penting juga peran guru madrasah diniah atau guru taman Pendidikan Al Quran yang ikut berjuang mencerdaskan anak Bangsa, dengan mendidik generasi yang Qur'ani dan berakhlakulkarimah serta membentengi anak Bangsa dari kerusakan akhlak.
“Guru Madin adalah orang – orang yang mendidik dasar ahlak anak – anak kita tanpa guru madin Bangsa kita akan lebih bobrok karena sudah tidak ada lagi yang membentingi ilmu agama dan tidak ada filter prilaku budi pekerti tentang agama,” kata Suyono.
Ia juga menyampaikan kekerasan seksual yang terjadi sekarang ini menjadi keprihatinan Bangsa, hal ini disebabkan salah satunya dengan penyalahgunaan teknologi informasi atau gadget atau HP android yang melihat kontens porno di aplikasi youtube, dan juga penyalahgunaan narkoba yang semakin marak yang sudah masuk ke kalangan pelajar sekolah.
“Kami harapkan kewaspadaan guru untuk dapat meningkatkan perhatian pada anak didiknya agar tidak terkena narkoba, dan juga diharapkan dapat menggembos siswa dan masyarakat agar narkoba dibenci seperti halnya teroris,“ katanya.
Wabup juga mengajak PGRI untuk bersama membangun Kabupaten Batang yang guyub rukun sesuai dengan tugas pokok dan fungsi kita sebagai profesi guru, sehingga batang menjadi harmonis energik yang berdaya saing dan Kabupaten Batang yang Agamis. (Edo/McBatang)
Batang - Pesta Rakyat Batang Bahagia dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang berlangsung meriah dengan penampilan NDX AKA di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026) malam.
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.