Bupati Batang Wihaji saat memberikan sambutan di Halal bihalal Keluarga Besar Nu Kabupaten Batang
Kiyai dan Ulama Nahdlatul Ulama sejak dari zaman dahulu paham sekali tentang khilafah dan politik, makanya mereka lebih mendahulukan kepentingan umat secara umum, mendahulukan kepentingan bangsa dan negara, mereka juga sepakat mendahulukan Pancasila dan NKRI”.
Hal tersebut di sampaikan DR. Samsul Maarif, MA dari Lembaga Dakwah PB NU saat mengsisi ceramah di Halal Bihalal Keluarga Besar NU di Ponpes NU Kabupaten Batang, Minggu (23/7). Yang di hadiri Bupati Batang Wihaji, Ketua MUI Kabupaten Batang KH. Abdul Faqih dan Jajaran penguru PWC NU se Kabupatten Batang.
Karena Nahdlatul Ulama lebih mendahulukan kepentingan umat secara umum maka Nahdlatul Ulama mendukung langkah Pemerintah secara resmi menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) nomor 2 tahun 2017 tentang perubahan atas UU nomor 17 tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan.
“Kalau NU tidak mendukung Perpu nomor 2 tahun 2017 meluasnya ideologi yang bertentangan dengan Pancasila yang sudah mulai masuk kampus – kampus yang belum tahu tentang ngaji yang benar, kalau kita biarkan terus menerus tidak menutup kemungkinan Negara Kesatuan Republik Indonesia menjadi berantakan dan tercerai berai,” katanya.
Untuk itu karena Kiyai dan Ulama Nahdlatul Ulama yang lebih mendahulukan kepentingan umat secara umum, berdasarkan ijtiihad para ulama NU menjadi wajib hukumnya NU mempertahankan Negera Kesatuan Reppublik Indonesia yang menyebabkan PBNU pasang badan dan mendukung Perppu.
“Karena hanya di Perpu tersebut dapat menjaga ke madhorotan yang menyebabkan PBNU mendukung Perppu, tidak ada hubungan dengan bantuan –bantuan yang lain, kalaupun ada kerjasama NU dengan pemerintah yaitu wajar karena mayoritas warga di Indoenesia mayoritas NU,” katanya.
Disampaikan juga oleh DR. Samsul Maarif, MA yang mengatakan, “ sekarang banyak sekali orang yang tidak suka dengan NU dengan model yang macem – macem, bahkan menggunkan media sosial untuk menyerang dengan memfitnah NU.” terangnya.
Bupati Batang Whaji yang hadir juga mengatakan, dua bulan satu hari saya menjabat sebagai Bupati Batang ada beberapa persoalan yang menjadi pekerjaan rumah kita, khusunya kami selaku pempinan Kabupaten Batang tentang kemiskinan, kesejahteraan pengangguran, ekonomi, kesehatan dan tentang pendidikan.
“Untuk masalah pendidikan saya secara pribadi dan atas nama pemerintah sudah menuyatakan sikap menolak peraturan mentri tentang seklah lima hari, hal ini atas dasar pikiran saya bahwa pendidikan tidak asaja formal tapi juga non formal tidak cukup pengajaran tapi juga ada filiu, sosial ada hubungan kemanusiaan, nilai dan pentingnya komunikasi dengan orang tua,” katanya.
Untuk lebih meningkatkan kesejahteraan masyrakat pemerintah melalui visi misi kita yang sekarang menjadi visi misi pemerintah Kabupaten Batang lima tahun kedepan ada pertumbuhan ekonomi.
“Minimal ada perusahaan yang berdiri sehingga ada pekerjaan dan penghasilan serta peningkatan pendapatan yang dapat mengurangi pengangguran dan kemiskinan.” kata Wihaji.
Ia juga mengatakan, untuk saat ini pemerintah juga sedang menggodok RPJMD untuk implementasikan visi misi kita menjadi visi misi dengan memprioritaskan, santunan kematian untuk orang miskin, tunjangan kesejahteraan guru TPQ dan Madin untuk tahun depan naik yang semula 600ribu menjadi 1,2juta, gaji guru wiyata bhakti, Insentif ketua RT dan RW berasal dari dana desa atau alokasi dana desa, mobil layanan kesehatan satu desa satu mobil.
“Ini semua tidak bisa teralisasi tanpa dukungan semua elemen masyarakat Kabupaten Batang dan warga NU yang mayoritas di Kabupaten Batang merupakan warga NU untuk itu kami minta dukungan dan doanya untuk Batang yang lebih baik lagi,” kata Wihaji.
Dalam kesempatan tersebut bupati juga mendorong berdirinya Pembangunan Rumah Sakit NU, karena perbandingan rumah sakit di Kabupaten Batang itu seribu banding satu tempat tidur, yang maksudnya Kabupaten Batang dengan jumlah 800 ribu penduduk membutuhkan 800 tempat tidur untuk rumah sakit, ketersediaan hari ini separu belum ada.
“Karena Pemerintah di tahun 2016 telah membantu 1 milyar untuk tahun depan akan kita pikirkan lagi, maka saya selaku pribadi membantu Rp. 51 juta untuk pembangunan rumah Sakit NU.,” kata Wihaji. (Edo/McBatang)
Batang - Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) secara aktif memanfaatkan momentum Car Free Day (CFD) untuk menggelar layanan jemput bola dan sosialisasi sertifikasi halal Manfaatkan Momentum CFD.
Batang - Batang Art Festival (BAF) yang telah menjadi even spektakuler Dewan Kesenian Daerah (DKD) tiap dua tahunan, menarik perhatian ribuan pasang mata. Tampilan estetik bertema "Babad Alas Roban", menjadi media bagi seniman menggambarkan semangat pemimpin bersama warganya membersihkan anasir dalam proses pembangunan.
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menerbitkan surat edaran kepada seluruh kepala sekolah jenjang SD dan SMP sebagai pedoman pelaksanaan program seragam gratis bagi peserta didik baru Tahun Ajaran 20262027.
Batang - Kabupaten Batang menjadi tuan rumah penyelenggaraan Jumpa Apresiasi Warga Pendidikan Kesetaraan Jawa Tengah (Jawara Jateng) 2026 yang digelar di Kawasan Agro Wisata Pagilaran, Kabupaten Batang, Sabtu (2762026). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari hingga Minggu ini menjadi ajang memperkuat karakter, literasi, kreativitas, dan jiwa kepemimpinan warga pendidikan kesetaraan dari seluruh Jawa Tengah.
Batang - Bupati Batang M. Faiz Kurniawan resmi membuka Batang Art Festival (BAF) 2026 yang mengusung tema "Babat Alas Roban" di Jalan Veteran Batang, Kabupaten Batang, Sabtu (2762026) malam.
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang memberikan apresiasi kepada ratusan anggota Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) yang telah menyelesaikan masa pengabdiannya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Apresiasi tersebut diwujudkan melalui penyerahan tali asih kepada anggota KORPRI yang memasuki masa purna tugas.