Lanjutan liga 2 Indonesia kembali memberikan suguhan pertandingan yang menarik. Digelar di stadion Moh.Sarengat Batang Persibat Batang bermain sangat baik beberapa peluang diciptakan pada awal babak pertama pertandingan. Hapidin pemain yang baru saja diikat kontrak oleh Persibat memberikan penampilan yang sangat baik sehingga menjadi perhatian ribuan penonton dan supporter yang memadati stadion Moh.Sarengat Batang. Beberapa kali umpan-umpan dan sontekan pemain bernomor punggung 7 ini membuat Ghoniyanur penjaga gawang PSGC kalang kabut.
Peluang lain juga tercipta oleh allama pada menit ke 10 tendangan kerasnya hampir saja menggoyahkan gawang Ciamis tapi sayang masih ditepis oleh penjaga gawang Ciamis. Pada menit ke 19 petaka datang untuk PSGC tendangan bebas Hapidin yang diterima oleh Alama dilanjutkan tendangan keras Arif Budiyono akhirnya dapat merobek gawang Ciamis skor 1-0 untuk Persibat. Ciamis tak tinggal diam beberapa serangan nya yang diciptakan oleh pemain depannya juga hampir saja menjebol gawang Persibat tetapi dengan kekokohan Sendri Johansyah Gawang Persibat masih tetap aman.
Petaka kembali datang ke gawang Ciamis pada menit ke 23 umpan yang disodorkan Honi yang dietruskan oleh Alama yang berhasil merangsek ke pertahanan Ciamis dengan tendangan kerasnya yang tak dapat dibendung oleh Ghoniyanur menambah pundi-pundi gol untuk Persibat menjadi 2-0 skor tak berubah sampai babak pertama selesai.
Babak kedua berjalan sangat keras salah satu pemain Cimais diganjar kartu kuning kedua karena menarik baju Ishac Djober yang memaksa Ciamis harus bermain dengan 10 orang. Beberapa peluang di babak kedua hampir saja menambah pundi-pundi gol untuk Persibat pada menit ke 51 Hapidin hanmpir saja menciptakan gol tapi sayang masih tipis disamping gawang sampai peluit panjang tanda berakhir pertandingan di tiup tak merubah papan skor Persibat akhirnya dapat memenangkan pertandingan. Persibat sekarang berada di posisi 4 klasemen dengan nilai 11 diatas Persip, Persibas, Persijap, dan Persibangga. Pada pertanduingan sore kemarin ada sesuatu yang menjadi sorotan banyak penonton karena ketidak hadiran Lukas Tumbuan pelatih PSGC mantan pelatih Persibat.
Daniel Roekito pelatih Persibat merasa bersyukur anak-anaknya dapat bermain bagus dan dapat mempersembahkan kemenangan “ saya sangat bersyukur anak-anak tidak demam panggung dengan pulihnya mental bermain mereka dari latihan yang saya berikan dapat diterapkan dilapangan dan semoga dipertandingan selanjutnya lebih baik” tandas pria dengan topi nyentriknya. Persibat Batang akan kembali bertanding melawan tetangga kota nya Persip Pekalongan pertandingan tersebut akan sangat menarik karena perebutan posisi klasemen. (Media Persibat/McBatang)
Batang - Pesta Rakyat Batang Bahagia dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang berlangsung meriah dengan penampilan NDX AKA di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026) malam.
Batang - Ribuan warga memadati Lapangan Kampus Dracik, Kabupaten Batang, dalam kegiatan Fun Walk yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
Batang - Pemerintah Kabupaten Batang mencatatkan dua rekor sekaligus di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-60 Kabupaten Batang, di Lapangan Dracik Kampus, Kabupaten Batang, Jumat (1042026).
Batang Kabupaten Batang baru saja mengukir tinta emas tepat di hari jadinya yang Ke-60. Tidak tanggung-tanggung, dua rekor dunia sekaligus berhasil disabet dalam sehari, mengubah momentum perayaan menjadi panggung apresiasi nasional yang luar biasa.
Batang Arus digitalisasi yang tak terbendung kini menemui titik balik di Kabupaten Batang. Menyusul berlakunya sisi operasional PP Nomor 17 Tahun 2025 pada Maret 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) secara tegas mengambil ancang-ancang untuk memperketat penggunaan media sosial dan gadget bagi anak-anak.
Batang Siapa sangka, limbah dapur yang biasanya berakhir di saluran air kini menjelma menjadi pundi-pundi rupiah di Kabupaten Batang. Hanya dalam waktu delapan bulan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Batang berhasil membuktikan bahwa minyak goreng bekas alias jelantah memiliki potensi ekonomi yang menggiurkan dengan omzet mencapai Rp63 juta.